Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Rumah Bernama Ibu
ilustrasi seorang pria memeluk ibu (magnific.com/Drazen Zigic)

Di antara riuh dunia yang melelahkan
Ada suaramu yang selalu menenangkan 
Tak peduli seberapa jauh kaki melangkah
Namamu menjadi tempatku singgah

Ibu, kau menyimpan letih di balik senyuman
Menukar waktu dengan doa dan harapan
Saat dunia membuatku merasa tak berharga
Pelukmu mengingatkanku untuk tetap percaya

Kini aku tumbuh mengejar banyak impian
Belajar berdiri di tengah kerasnya kehidupan
Namun, di balik langkah yang terlihat berani
Ada rinduku pada rumah yang dulu kutinggali

Jika suatu hari rambutmu memutih semua
Izinkan aku menjagamu seperti kau menjagaku dahulu
Sebab rumah bukan sekadar dinding dan jendela
Rumah adalah ibu, tempat cinta tak meminta  balasannya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team