Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[Puisi] Saat Kau Berbisik
Kucing duduk (magnific.com/wirestock)

Aku melihatmu
Duduk dengan kaki terhampar
Matamu mengerjap
Apa mungkin kau ingin berkata sesuatu?
Aku menatapmu dalam
Kau masih dengan posisi dudukmu

Pikiranku masih berkelana
Meraba-raba
Kira-kira apa yang ada di hatimu?
Sedetik kemudian aku berbisik
Kenapa?
Kenapa melihatku begitu?

Kau mengerjap padaku
Dua binarmu berkelip
Kau juga membalasku
Dengan berbisik
Suara indahmu mengudara
Perlahan, lalu memenuhi telingaku

Sementara aku terdiam sejenak
Apa kau ingin ini?
Tanyaku…
Bulat binar hijaumu masih menatapku
Masih dengan berbisik kau menjawab tanpa ragu
Mendekatiku
Menyentuh lembut jemariku
Aku ingin ini, bisikmu

Oh, ini….
Aku mengangkat telapak tangan
Di sela jariku tergeletak tulang belulang, masih berbungkus daging dan kulit
Ambillah, ini memang untukmu
Terima kasih karena telah berbisik padaku

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team