Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi puisi selangkah mundur
ilustrasi puisi selangkah mundur (pexels.com/Rachel Claire)

Aku selangkah mundur
Ketika mendapati serpihan kaca mengoyak tumpukan beban
Yang dipendam, dilebur bata
Ditimpa keras, dengan usaha

Aku selangkah mundur              
Saat pekikanmu menyergap bising meminta tapakan kaki menginjak
Tajam, runcing, penuh kepiluan
Sedang petir menggelegar

Aku selangkah mundur
Ketika kudapati tawa panikmu berkhianat di atas percaya
Yang selama ini kita bangun
Hancur berkeping, seperti kaca

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team