[PUISI] Tuan Bersimpuh Letih

Tuan berjalan sempoyongan
mengais tafsir sembari bergumam
di mana saya, beta, daku
tersesat di persimpangan arah
barat, utara, timur, selatan
Tuan terduduk bingung
dirinya haus, mencari tiada temu
pada mata air tersejuk
yang katanya membawa berkah
di mana ia bersembunyi
Tuan bersimpuh letih
memohon pada diorama kalbu
entah didengar atau dibisukan
sebelum napasnya tercekat
ia bertanya, di mana harap
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















