Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Berhenti Memburu Pelita

ilustrasi wanita membawa pelita di kegelapan
ilustrasi wanita membawa lentera di kegelapan (Pexels.com/Leyla Qəhrəmanova)

Kukira, gelapnya semestalah bencana
Sebab, kaki goyah menjejak buana
Dan mata tak mampu temukan jalan
Hingga tersesat di keheningan

Namun, diam pun menguarkan sesak
Takut akan teriakan tanpa gema
Serta petang yang tak jua terbenam
Seolah fajar enggan mengucap sapa

Lalu... ke manakah ku harus berlari
Saat pelita masih betah bersembunyi?
Tenggelam aku dalam bisikan ratap
Tanpa uluran iba, atau dekap terhangat

Maka kuputuskan berhenti memburu
Biarlah gulita menjadi pentas termegah
Barangkali akulah pelita ternyaring
Di antara duka yang tak henti merekah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Berhenti Memburu Pelita

02 Jan 2026, 15:15 WIBFiction
ilustrasi perempuan di bangunan terbengkalai seorang diri

[PUISI] Dialog Tak Bernada

02 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi wanita bahagia

[PUISI] Utuh Setelah Retak

31 Des 2025, 07:15 WIBFiction
ilustrasi memegang uang

[PUISI] Semburat Nafsu

31 Des 2025, 05:04 WIBFiction
ilustrasi robekan kertas tercecer

[PUISI] Robekan Memori

28 Des 2025, 21:07 WIBFiction
ilustrasi bayangan seorang perempuan

[PUISI] Ruang Kenangan

28 Des 2025, 16:48 WIBFiction