Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Selembar Pasrah
ilustrasi pelaksanaan idul adha (pexels.com/moaz tobok)

Gema takbir membelah langit fajar yang tenang,
merayap di antara sela-sela hati yang sedang bimbang.
Iduladha kembali datang membawa aroma sejarah,
tentang sebuah cinta yang diuji lewat selembar pasrah.

Ini bukan sekadar cerita tentang darah yang mengalir,
atau tumpukan daging yang dibagikan hingga ke pinggir.
Ini adalah riwayat tentang pisau tajam keikhlasan,
yang memotong ego, keserakahan, dan segala keangkuhan.

Belajar dari Ibrahim yang merelakan yang paling dicinta,
dan Ismail yang tegap berdiri tanpa setitik pun air mata.
Kita diajak menengok ke dalam bilik dada sendiri:
"Sudahkah aku menyembelih sifat buruk yang memelihara benci?"

Tuhan, di hari yang penuh berkah dan pengorbanan ini,
terimalah sedikit ikhlas yang coba kami rajut kembali.
Biarlah setiap helai bulu dan tetes yang menjadi saksi,
menuntun langkah kami menuju rida-Mu yang abadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team