Saban hari selepas langit berduka
Menumpahkan sedihnya dengan banyak air mata
Tak terbendung
Tak terhitung
Wajah-wajah nampak bingung
Harta benda nyaris terapung
Langit menangis tanpa jeda
Kini marahnya sudah mulai mereda
Awan-awan perlahan membiru
Mundur teratur mendung sembilu
Bumi kembali riuh
Hingar bingar kembali bergemuruh
Akankah para penghuni jera?
Atau justru nafsunya semakin meraja?
![[PUISI] Selepas Langit Berduka](https://image.idntimes.com/post/20200303/images-3-6282d55a399c7823e254e8ad539c725a.jpeg)