Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Seperti Akar yang Menanti Musim Semi

ilustrasi jalanan malam hari (freepik.com/freepik)
ilustrasi jalanan malam hari (freepik.com/freepik)

Langit patah, hujan turun tanpa nama
Angin menyebutku dengan suara asing
Dunia berjalan tak peduli pada duka
Aku tenggelam, sunyi mengalir dalam nadi

Telah kutinggalkan jejak-jejak pilu
Di jalan setapak yang mengajariku sunyi
Pada akhirnya aku tak lagi bertanya
Mengapa semesta tak pernah memihak

Perlahan aku merangkak dari bawah tanah
Menuju dunia yang tanpa batas
Ada kekuatan yang diam di dada
Seperti akar yang menanti musim semi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us