Di senyap pagi yang belum menamai dirinya
Datang sebagai angin yang tak menuntut
Menegakkan yang hampir jatuh
Dalam bayang-bayang lentera redup
Tumbuh selayaknya akar yang memilih gelap
Di tengah badai tak punya belas kasih
Mata air yang tidak pernah menagih kembali
Membiarkan dahaga siapapun larut
Tanpa mengukur berapa banyak yang telah diambil dunia
Dalam bening, orang-orang menemukan dirinya lagi
Dari pesona kilau lembut
Seluruhnya tanpa sorak
