Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Tanpa Mengutuk Waktu

[PUISI] Tanpa Mengutuk Waktu
ilustrasi berusaha tenang (pexels.com/cottonbro studio)
Share Article

Aku pernah berdiri di tengah hujan
Menyalahkan langit yang tak kunjung cerah
Padahal mungkin, aku hanya perlu belajar
Menerima basah

Sering kali aku menuding waktu
Menganggapnya kejam karena tak memberi jawaban cepat
Padahal ia sedang bekerja diam-diam
Menyembuhkan luka yang belum siap disentuh

Merapikan takdir yang masih berantakan
Kini aku belajar menunggu
Tanpa mengutuk yang belum tiba
Belajar percaya bahwa keterlambatan
Bukan hukuman
Melainkan penjagaan

Sebab sesuatu yang datang terburu-buru
Sering kali cepat pergi
Dan yang lahir dari kesabaran
Akan tinggal lebih lama

Maka biarkan waktu berjalan
Sepelan dedaunan jatuh ke tanah
Aku tidak lagi menggungat hujan
Tidak lagi menawar nasib

Aku menunggu dengan hati yang tenang
Sebab aku tahu
Nanti ketika saatnya tiba
Indah itu akan datang
Tanpa perlu dipaksa

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera

Related Articles

See More

[PUISI] Tirai Takdir Terpelintir

24 Jun 2026, 08:25 WIBFiction
[PUISI] Lumbung Kosong

[PUISI] Lumbung Kosong

23 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Menebak Arah Dunia

[PUISI] Menebak Arah Dunia

23 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Batas Nalar

[PUISI] Batas Nalar

22 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Lembaran dan Balon

[PUISI] Lembaran dan Balon

22 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Andai Aku Cantik

[PUISI] Andai Aku Cantik

21 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Surga

[PUISI] Rahasia Surga

20 Jun 2026, 20:38 WIBFiction
[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

19 Jun 2026, 11:07 WIBFiction