Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Telinga yang Mendengar Luka

[PUISI] Telinga yang Mendengar Luka
ilustrasi perempuan yang menangis (pexels.com/cottonbro studio)

Telinga ini bukan untuk nada indah
Melainkan retak-retak yang tak bersuara
Ia tahu irama dari tangis yang ditahan
Bahkan bisik yang tercekik sebelum terdengar

Telinga ini tidak mencari lagu
Tapi gema dari malam yang penuh perih
Suara langkah yang dibebani kenangan
Jerit pelan yang dikubur di balik senyum

Telinga ini bukan saksi pesta
Tapi sakralnya duka yang malu terlihat
Ia adalah tempat luka berbicara
Tanpa harus ditanyai dan tanpa diminta

Di dunia yang sibuk dengan suara sendiri
Aku akan tetap menjadi telinga yang mendengar
Bahasa-bahasa sunyi dari jiwa yang terluka
Menerjemahkan tangis yang tersembunyi di balik tawa

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Rumah yang Tiba-Tiba Sunyi

10 Mar 2026, 06:25 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Retak

[PUISI] Di Antara Retak

10 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Memilih Keheningan

[PUISI] Memilih Keheningan

09 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Meminta Cahaya

[PUISI] Meminta Cahaya

08 Mar 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

08 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Cacat Perspektif

[PUISI] Cacat Perspektif

08 Mar 2026, 05:04 WIBFiction