Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Ritmeku Sendiri

[PUISI] Ritmeku Sendiri
ilustrasi langkah sunyi menjauh dari yang tak pasti (pexels.com/İlayda Mutlu)
Intinya Sih
  • Penulis menggambarkan proses berdamai dengan ritme hidupnya sendiri yang terasa lebih lambat dibanding orang lain.
  • Puisi menyoroti perjalanan batin penulis dalam menghadapi pikiran yang dulu penuh kekhawatiran dan bayangan tak terkendali.
  • Kini penulis memilih fokus merawat hal-hal yang bisa digenggam agar waktu tidak terbuang untuk mengejar sesuatu yang belum pasti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Beberapa waktu belakangan ini
Aku mulai berdamai dengan ritmeku sendiri
Yang sering terasa sangat lambat
Di tengah langkah orang lain yang kian cepat

Pikiranku dulu pernah begitu berisik
Oleh hal-hal yang belum tentu terjadi
Oleh bayangan yang tak mampu kutangkap
Dan tak pernah benar-benar bisa kukendalikan

Kini aku belajar menoleh ke dalam
Memilih merawat apa yang bisa kugenggam
Agar waktuku tak lagi habis terbuang
Hanya untuk mengejar yang tak kunjung datang

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera

Related Articles

See More
[PUISI] Punggung Bumi

[PUISI] Punggung Bumi

30 Mei 2026, 21:12 WIBFiction
[PUISI] Rekam Jejak

[PUISI] Rekam Jejak

30 Mei 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Dompet Renta Ayah

[PUISI] Dompet Renta Ayah

28 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Selembar Pasrah

[PUISI] Selembar Pasrah

27 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Jubah Prasangka

[PUISI] Jubah Prasangka

27 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Tentang Mimpi

[PUISI] Tentang Mimpi

26 Mei 2026, 05:25 WIBFiction