Sering kali aku mencari diri yang telah lama pergi
Namun, saat kau memanggil ibu, aku jatuh hati lagi
Kau adalah alasan mengapa aku bertahan hari demi hari
Sebab, hanya dalam dekapmu, damai itu kembali menyertai
Aku manusia biasa yang terkadang kehilangan arah
Tangismu sering kali membuat dadaku terasa rapuh
Namun, saat kau rebah tenang di pundakku
Segala lubang di hati kau isi dengan napasmu
Ternyata bukan kau yang butuh aku untuk tumbuh
Namun, akulah yang butuh kau agar hatiku tak angkuh
Kau bukan sekadar muara, kau adalah jalan pulang
Tempat egoku runtuh dan segala duka akhirnya hilang
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Ternyata Aku yang Butuh Kau, Anakku
![[PUISI] Ternyata Aku yang Butuh Kau, Anakku](https://image.idntimes.com/post/20260216/pexels-gustavo-fring-4971477_a751ea96-6a89-414c-b009-01403cfc9016.jpg)
ilustrasi anak memeluk ibu (pexels.com/Gustavo Fring)
Take a Deeper Read
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- Perempuan Penggerak Koperasi Tangguh di Tepi Rel20 Oct 2026, 09:20 WIB
- [PUISI] Kepada Ramadan11 Feb 2026, 05:04 WIB
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- [PUISI] Menjaga Waras dalam Dekapan Luka12 Feb 2026, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Rapat Darurat di Dalam Kepala24 Oct 2026, 17:07 WIB
[PUISI] Rintik yang Pulang Setelah Penantian24 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Janji Manis Dewa Petir yang Menyambar Kewarasan24 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Bangku Tua di Ujung Taman23 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Asa Berperi23 Oct 2026, 20:07 WIB
[PUISI] Bencana di Balik Angka23 Oct 2026, 18:07 WIB
[PUISI] Jendela yang Selalu Terbuka23 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Anak Kecil Itu Sudah Mati23 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Melodi yang Kehabisan Kata22 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Juang Tanpa Henti22 Oct 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Figuran Tanpa Nama22 Oct 2026, 10:07 WIB
[PUISI] Mengukir Luka Baru22 Oct 2026, 08:18 WIB
[PUISI] Sungai yang Tidak Melawan Batu22 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Ketika Sarang Menjadi Abu22 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Tetaplah Jatuh Cinta Walau Negara Porak-Poranda22 Oct 2026, 01:10 WIB
[PUISI] Asap Kalimantan dan Wajah-Wajah yang Berpaling22 Oct 2026, 00:19 WIB
[PUISI] Terima Kasih Hidup21 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Benar Pada Akhirnya21 Oct 2026, 20:07 WIB
[PUISI] Tak Semua Cinta Berujung Bahagia21 Oct 2026, 18:47 WIB
[PUISI] Barangkali Memang21 Oct 2026, 05:44 WIB