Anehnya, angin itu membawa nama yang tiada pernah terperi
Di sela pagi dengan aroma katsuri dan nyanyian nyaring kenari
Dinginnya mengetuk sepi yang menepi di antara luka dan duka
Menetap di balik jiwa yang nyalar merindukan purnamanya
Dan waktu pun menjadi lapar akan detiknya
Saat diri perlahan membuka rasa yang nyaris musnah
Kasih, tidakkah kau datang lebih pagi lagi?
Membawa lekat harga diri yang tak sekali tunduk pada riuh rendah dunia
Sebab kau jauh, sejauh nirwana
Sebab dengan namamu, tenang ini meluas dan tumbuh lebih indah
![[PUISI] Tidakkah Kau Datang Lebih Pagi Lagi?](https://image.idntimes.com/post/20260207/pexels-luc-marshall-563813-1427886_604c9477-f354-4e16-888c-08b627e0e38d.jpg)