Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Tidakkah Kau Datang Lebih Pagi Lagi?
ilustrasi orang memotret matahari terbit (pexels.com/Luc Marshall)

Anehnya, angin itu membawa nama yang tiada pernah terperi
Di sela pagi dengan aroma katsuri dan nyanyian nyaring kenari
Dinginnya mengetuk sepi yang menepi di antara luka dan duka
Menetap di balik jiwa yang nyalar merindukan purnamanya

Dan waktu pun menjadi lapar akan detiknya
Saat diri perlahan membuka rasa yang nyaris musnah
Kasih, tidakkah kau datang lebih pagi lagi?
Membawa lekat harga diri yang tak sekali tunduk pada riuh rendah dunia
Sebab kau jauh, sejauh nirwana
Sebab dengan namamu, tenang ini meluas dan tumbuh lebih indah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team