Comscore Tracker

12 Fakta Perjalanan Hidup Stephen King, Penulis Horor Tersohor Dunia

Dari kehilangan ibu hingga trauma masa lalu

Sebagai salah satu penulis paling produktif dan populer dalam setengah abad terakhir, Stephen King telah mempengaruhi budaya horor selama satu generasi. Dengan penerbitan di tahun 1974 dari novel pertamanya, Carrie, Stephen King memulai kariernya dengan cukup baik.

Setelah menulis lebih dari 60 novel dan 200 cerita pendek, King terus menghasilkan karya yang relevan dan berpengaruh. Kesuksesan King sebagai pendongeng adalah kemampuannya yang luar biasa untuk menyalurkan esensi kehidupan ke dalam cerita.

Namun, popularitas King dalam dunia sastra tidaklah mudah. Nah, berikut ini kita akan mengulas perjalanan panjang Stephen King hingga bisa seperti sekarang. 

1. Stephen King ditinggal ayahnya saat berusia dua tahun

12 Fakta Perjalanan Hidup Stephen King, Penulis Horor Tersohor Duniabodyheightweight.com

Stephen Edwin King lahir di Portland, Maine, pada 21 September 1947 dari pasangan Donald dan Nellie Ruth Pillsbury King. Menurut biografi dari Lisa Rogak tahun 2009, Haunted Heart: The Life and Times of Stephen King, kelahiran Stephen King adalah anugerah bagi orangtuanya. Sebelumnya, Ruth King didiagnosis mandul, dan akhirnya mengadopsi seorang anak bernama David Victor, pada tahun 1945.

Donald adalah seorang pelaut dan jarang pulang. Seperti yang ditulis Stephen King dalam buku nonfiksinya pada tahun 1981, Danse Macabre, ayahnya adalah penggemar cerita horor dan fiksi ilmiah, namun ayahnya tidak memiliki kemampuan untuk menulis. Stephen King pernah menemukan sekotak buku milik ayahnya, salah satunya buku dari penulis horor terkenal, H.P. Lovecraft, yang akhirnya menjadi inspirasi untuk Stephen King.  

Dengan berakhirnya Perang Dunia II, Donald King kembali ke rumah, dan bekerja menjadi tukang bersih-bersih rumah (penyedot debu) dari pintu ke pintu. Meskipun Stephen King tidak terlalu mengenal ayahnya, tetapi dia menggambarkan ayahnya sebagai 'seorang pria yang tidak bisa diam.' Stephen King ditinggal pergi ayahnya saat ia berusia dua tahun.

2. Ibu Stephen King berjuang sendirian untuk menghidupi keluarga

12 Fakta Perjalanan Hidup Stephen King, Penulis Horor Tersohor Duniaclub-stephenking.fr

David yang berusia empat tahun, dan Stephen yang baru berusia dua tahun, memotivasi Nellie Ruth King untuk mencari nafkah dan menghidupi kedua putranya itu. Mereka pun sering berpindah-pindah selama sembilan tahun setelah perginya Donald King. Ruth King dan putra-putranya pernah tinggal di Chicago; Fort Wayne, Indiana; Malden, Massachusetts; dan West Depere, Wisconsin. 

Terkadang, Ruth harus meninggalkan David dan Stephen selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk bekerja. Dalam On Writing: A Memoir of the Craft, Kings menulis bahwa hidupnya dibenturkan oleh masalah keuangan, hingga dia harus dititipkan ke saudaranya selama ibunya bekerja.

Belum lagi, Ruth King memiliki dua atau tiga pekerjaan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena menyewa pengasuh terlalu mahal, David dan Stephen dituntut untuk mandiri termasuk urusan belajar. Pada tahun 1958, Stephen King akhirnya tinggal di Durham, Maine, ketika bibinya, Ethelyn, meminta mereka untuk membantu merawat orang tua mereka yang sakit. 

3. Memiliki trauma di masa kecil

12 Fakta Perjalanan Hidup Stephen King, Penulis Horor Tersohor Duniathechive.com

Stephen King adalah anak yang sakit-sakitan sampai dia telat masuk ke sekolah dasar pertamanya. Ia menderita campak yang menyerang secara berulang dan menyebabkan infeksi telinga hingga dia harus berbaring di tempat tidur atau di rumah sakit. Perawatan untuk menyembuhkan gendang telinganya membuat King trauma.

Menurut Danse Macabre, ada satu peristiwa di masa kecilnya yang menginspirasi King untuk menulis cerita horor. Stephen King menceritakan bahwa di usia empat tahun ia suka bermain dengan bocah seusianya di rumah tetangganya. Tetapi, menurut ibunya, bocah itu sudah meninggal karena tertabrak kereta barang saat bermain atau melintasi rel.

Meskipun King mengaku tidak terlalu mengingat kejadian itu, novelis dan psikiater Janet Jeppson mengatakan kepada King bahwa kisah itulah yang menginspirasinya untuk menulis novel horor.

4. Kemiskinan pernah menghantui Stephen King

12 Fakta Perjalanan Hidup Stephen King, Penulis Horor Tersohor Dunianytimes.com

Meskipun Stephen King mendapatkan beasiswa di Universitas Drew di New Jersey, namun keuangannya yang tidak memadai, memaksanya untuk menetap di negara bagian asalnya setelah lulus sekolah menengah. Dia justru masuk ke Universitas Maine di Orono mengikuti kakak laki-lakinya David.

Selama di perguruan tinggi pada puncak Perang Vietnam, King aktif dalam aksi demokrasi di kampus dan menulis di koran kampus berjudul King's Garbage Truck. Pada pengalaman pertamanya, dia menjual cerita pendeknya berjudul The Glass Floor ke Startling Mystery Stories. Iseng-iseng berhadiah, ia mendapat rejeki nomplok sebesar 35 USD. 

Untuk menambah pemasukan mingguan karena hanya dikirim 5 USD oleh ibunya, King pun bekerja di perpustakaan sekolah. Di sana, dia bertemu dengan gadis yang akan menjadi istrinya, seorang jurusan sejarah dan penyair bernama Tabitha Spruce. "Dia benar-benar mahasiswa termiskin yang pernah saya temui dalam hidup saya," ungkap Tabitha King kepada Biography pada tahun 2000.

Pada tahun 1970, pasangan itu memiliki seorang anak perempuan bernama Naomi. Setelah lulus, King dan Spruce menikah dan pindah ke Hermon, Maine. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, King bekerja menjadi buruh, dengan memompa gas dan bekerja di industri binatu. Sering kali tertekan, King merasa bahwa pendidikannya sia-sia. Dia pun beranggapan bahwa ia meniru kehidupan ibunya. 

5. Kepergian ibu Stephen King

12 Fakta Perjalanan Hidup Stephen King, Penulis Horor Tersohor Duniawealthygorilla.com

Sebagaimana dirinci dalam bukunya On Writing: A Memoir of the Craft, di usia enam tahun, King sering sakit-sakitan dan menghabiskan waktunya di tempat tidur. Karenanya, King memiliki banyak waktu luang untuk membaca semua buku, mulai dari buku klasik hingga komik. Saat memulihkan diri, dia menyusun cerita pertamanya dengan menyalin tulisan dari buku karya orang lain.

Ia pun menunjukkan salah satu tulisannya itu kepada ibunya. Ruth King terkesan dengan usaha putranya itu, tetapi ketika ia tahu bahwa Stephen menyalinnya dari karya orang lain, ia pun menasihati bahwa dia harus menulis ceritanya sendiri. Ruth King mengarahkan karier putranya untuk menjadi seorang penulis. 

Sayangnya, Nellie Ruth King tidak bisa melihat kesuksesan putranya itu. Pada tanggal 18 Desember 1973, hanya beberapa bulan sebelum penerbitan novel Carrie, dia meninggal setelah bertahan melawan kanker.

Kematian ibunya berdampak besar pada kehidupan Stephen King. Pada 1978, dia menerbitkan cerita pendek berjudul The Woman in the Room. Diceritakan dari sudut pandang seorang pria yang menidurkan ibunya yang sekarat, King menulis cerita itu untuk melampiaskan emosionalnya terkait penyakit yang diderita ibunya. 

Baca Juga: 8 Penulis Cerita Horor Paling Ngeri di Dunia Selain Stephen King

6. Novel terlaris Stephen King yang pertama hampir berakhir di tumpukan sampah

12 Fakta Perjalanan Hidup Stephen King, Penulis Horor Tersohor Duniaabebooks.com

Kehidupan Stephen King berubah selamanya di tahun 1974 berkat terbitnya Carrie. Namun, novel horor ini tidak mungkin bisa sepopuler sekarang jika Tabitha King tidak mengambil naskah itu dari keranjang sampah.

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Carrie berkisah tentang seorang gadis remaja yang dikucilkan, ia akhirnya melampiaskan dendam berdarah pada semua yang telah menyakitinya di sekolah dengan kekuatan psikokinetisnya.

King menulis ceritanya secara bertahap. Setelah mengetik sebanyak tiga halaman, ia merasa frustrasi karena tidak bisa memahami narasinya. King tidak nyaman dengan perspektif dari sebagian besar karakter Carrie, King pun menyerah dan membuang manuskrip itu ke tempat sampah. 

Untungnya, istrinya yang bermata tajam mengambil kembali manuskrip yang dibuang itu, merapikan halaman-halamannya yang sudah lecek, dan membacanya. Tabitha pun memberinya masukan dengan menggunakan perspektif gadis remaja.

Carrie pun diterbitkan oleh Doubleday, dan King menerima uang muka pertamanya sebesar 2500 USD, yang ia pakai untuk membeli mobil baru. Pada Hari Ibu tahun 1973, King menemukan bahwa novel pertamanya telah terjual dengan jumlah yang mencengangkan yaitu sebesar 400.000 USD, yang dijamin setengahnya.

7. Bekerja di belakang layar membuat Stephen King frustrasi

12 Fakta Perjalanan Hidup Stephen King, Penulis Horor Tersohor Duniacineplex.com

Pada pertengahan 1980-an, Stephen King dikenal menjadi master horor sastra yang dikenal banyak orang. Meskipun banyak dari karyanya telah diadaptasi ke layar lebar, hanya sedikit lho yang mendapat persetujuan darinya. King memang penggemar film, ia pun mendapat kesempatan untuk melangkah di belakang kamera pada tahun 1986, berkat maestro film Italia Dino De Laurentiis.

Menurut Slash Film, King dan De Laurentiis mengalami kecocokan selama produksi film Cat's Eye, sebuah antologi dari tiga cerita pendek. De Laurentiis memberi King kesempatan langka untuk mengadaptasi karyanya sendiri dengan menulis skenario tersebut, dan menggali bakat terpendamnya sebagai pendongeng visual.

Sayangnya, film Maximum Overdrive yang berdasarkan cerita pendek King berjudul Trucks tentang mesin hidup yang mengambil alih Bumi, mengalami kegagalan di bioskop, serta menjadi pengalaman yang membuatnya frustasi. Sampai akhirnya, King kecanduan kokain dan alkoholisme selama produksi film.

8. Penggemar yang meneror Stephen King

12 Fakta Perjalanan Hidup Stephen King, Penulis Horor Tersohor Duniaculturacolectiva.com

Pada tahun 1991, Stephen King mengalami kisah horor di kehidupan nyata. Di pagi hari Sabtu, 20 April 1991, istri King, Tabitha, bertemu dengan seorang pria bernama Erik Keene yang berusia 26 tahun dari San Antonio, Texas, di rumah mereka di Bangor, Maine. Keene membawa ransel yang diklaimnya berisi bom.

Saat itu Tabitha King sendirian di rumah, ia pun pergi ke rumah tetangga untuk menelepon polisi. Ketika pihak berwenang tiba, mereka menemukan Keene di loteng rumah sedang mengacungkan detonator rakitan. Seekor anjing polisi membuat Keene menjatuhkan perangkat tersebut, yang ternyata palsu. 

Keene mengungkapkan kepada pers bahwa ia ingin membalas dendam pada King karena diduga mencuri plot buku terlaris tahun 1987 yakni Misery milik bibi Keene. Setelah menjalani 127 hari dari hukuman percobaan dua tahun, Keene diekstradisi kembali ke Texas karena pelanggaran pembebasan bersyarat.

9. Stephen King menghadapi sisi gelapnya

12 Fakta Perjalanan Hidup Stephen King, Penulis Horor Tersohor Duniaretinart.net

Dalam On Writing: A Memoir of the Craft, Stephen King menulis bahwa ia meminum alkohol pertamanya pada usia 18 tahun. Seperti halnya kebanyakan peminum pertama kali, ia sakit parah. Tetap saja, alkohol menjadi kebiasaan sejak saat itu. Namun, ketika Maine memberlakukan undang-undang pada awal 1980-an, terkait banyaknya jumlah botol membuat King tersadar.

Pada tahun 1985, King juga kecanduan kokain. Saat menggunakan obat itu, dia akan begadang dengan detak jantung yang berdebar kencang sambil menulis. Tabitha King menyadari bahwa suaminya itu telah terjerat penyalahgunaan zat, ia pun mengancamnya, berhenti atau pergi dari rumah. Dengan bijak, King memilih rehabilitasi dan telah bersih sejak akhir 1980-an. 

10. Kecelakaan yang hampir merenggut nyawa Stephen King

https://www.youtube.com/embed/ppMT-IxYnWs

Pada hari Sabtu sore, 19 Juni 1999, Stephen King meluangkan waktu untuk berjalan-jalan di pedesaan terpencil di dekat rumahnya di North Lovell, Maine. Saat berjalan melawan lalu lintas di Route 5, King ditabrak oleh minivan biru muda yang dikemudikan oleh mantan pekerja konstruksi berusia 43 tahun, Bryan Smith.

Dikutip dari The Guardian, Smith memang tidak fokus saat mengemudi karena anjing yang dibawa di dalam mobilnya membuat ulah. Kepala King terbentur ke kaca depan dan mendarat di selokan sejauh 14 kaki dari titik benturan.

Smith awalnya mengira bahwa dia menabrak seekor rusa, namun dia tersadar ketika melihat kacamata King yang tersangkut. Stephen King pun menderita gegar otak, pinggul dan panggul hancur, paru-paru tertusuk, tulang rusuk dan tulang pahanya patah.

11. Kasus penembakan di sekolah membuat Stephen King menarik novelnya dari peredaran

https://www.youtube.com/embed/2TmFVtsu118

Novel Stephen King tahun 1977 yang berjudul Rage, ditulis dengan nama samaran Richard Bachman. Novel itu mengisahkan seorang siswa sekolah menengah yang mengalami gangguan mental dan menyandera ruang kelas dengan menggunakan senjata api, King menggambarkan kemarahan, yang ditulis pada tahun 1965 ketika ia masih duduk di sekolah menengah. Namun novel itu dikaitkan dengan insiden di tahun 1988.

King memutuskan untuk menghapus buku itu dari peredaran. Dalam esainya tahun 2013 berjudul Guns, yang ditulis setelah penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook. "Saya menariknya karena menurut penilaian saya itu mungkin menyakiti orang," tulis King. Ironisnya, Rage sudah cukup populer. Sejak ditarik dari cetakan, edisi pertama terjual dengan harga selangit. 

12. Stephen King menderita gangguan penglihatan 

12 Fakta Perjalanan Hidup Stephen King, Penulis Horor Tersohor Dunianytimes.com

King sudah menderita rabun jauh sejak masa kanak-kanak, Stephen King harus memakai kacamata yang dia sebut 'botol Coke' hampir sepanjang hidupnya. Namun, dalam wawancara tahun 1998 dengan CBS 60 Minutes, King mengungkapkan masalah serius dengan penglihatannya yang disebut degenerasi makula.

Terkait dengan penuaan, degenerasi makula adalah penyebab utama seseorang kehilangan penglihatan dan diderita lebih dari sepuluh juta orang Amerika. Kondisi progresif mempengaruhi bagian tengah retina, menyebabkan hilangnya penglihatan di tengah mata, sementara sebagian besar penglihatan perifer tidak terpengaruh.

 

Itulah tadi beberapa fakta mengenai perjalanan hidup Stephen King. Mulai dari masa kanak-kanaknya yang penuh dengan kesulitan, masalah dengan alkohol, hingga kecanduan narkoba, serta kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya.

Meskipun begitu, Stephen King mampu melampaui mimpinya dan saat ini menjadi penulis populer dunia. Sangat menginspirasi!

Baca Juga: 6 Fakta Nyentrik di Balik Penulis Terkenal Dunia, Ada Stephen King!

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Killing my time with arts, literature, phraseology, visualization, and manipulate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Albin Sayyid Agnar

Berita Terkini Lainnya