Comscore Tracker

[CERPEN] Pohon-pohon yang Tumbuh di Kepala

Seperti yang lainnya, ia ingin menjadi pohon yang berbahagia

Ada pohon-pohon kecil yang bersarang di kepala kami. Pernah aku bertanya pada ibu, mengapa ada pohon yang tumbuh di kepala kami? ibu mengatakan bahwa pohon-pohon itu tumbuh seiring dengan perkembangan usia kami, ia tumbuh serupa pohon-pohon yang tumbuh di kebun, taman, hutan, bahkan lahan kosong di samping rumah.

Timbul pertanyaanku, dari mana pohon-pohon itu berasal?

Waktu aku kecil, ibu pernah berkata, pohon-pohon yang tumbuh di kepala bisa menjulang hingga ke langit. Tunas yang baru muncul dalam kepala seseorang bisa tumbuh kalau diberi pupuk, aku bertanya pada ibu, di manakah pupuk itu bisa didapatkan? Apakah serupa dengan pupuk untuk tanaman anggrek milik ibu yang ditanam di depan rumah? ataukah pupuk kandang untuk pohon mangga di kebun belakang? Tidak, kata ibu pupuknya tidak lah sama..pupuk itu khusus dibuat untuk kepala manusia.

“Apakah serupa sampo?” tanyaku lagi.

“Bukan nak, tapi suatu hari nanti kamu akan mengerti pupuk apa yang akan diberikan untuk kepala-kepala kecil ini.” ibu tersenyum sambil mengusap-usap kepalaku.

Seiring berjalan waktu, aku jadi mengerti banyak hal, akan sesuatu yang tidak ada dalam tumpukan pelbagai literatur itu. Aku menemukan kata-kata baik yang mujarab seumpama air yang dapat membantu pertumbuhan pohon di kepala, kata-kata itu seperti mantra, baik atau buruk yang diucapkan akan berbanding lurus dengan pertumbuhan si pohon.

Etika dan sikap yang santun serupa pupuk yang dapat membantu suburnya daun-daun di kepala, gersang atau subur tanaman di kepalamu, kamu sendiri yang menciptakannya.

Bagaimana dengan ilmu yang dimiliki? ia terang benderang seperti matahari yang menyinari keseluruhan bagian-bagian pohon. Keseimbangan dari elemen-elemen pendukung pohon tersebut membuat pohon di kepala menjulang dan akarnya menancap ke sela-sela tempurung kepala, ia tumbuh melekat dengan erat, sang pohon tidak akan terhuyung-huyung walaupun terkena angin badai sekalipun.

Hmm..bagaimana dengan hama yang selalu mengganggu pertumbuhan tanaman? Pohon yang baik dipercaya tidak akan diserang hama, karena hama enggan mendekat, ia mendekat kepada pohon-pohon yang tidak dirawat dengan baik.

Aku melihat pohon-pohon di kepala kami. Pohonku belum tumbuh besar, daun sudah tumbuh, menghijau, namun tidak lebat. Pohon di kepala adikku berbeda, ia seperti tunas yang baru tumbuh dan belum begitu hijau,namun tinggal tunggu waktu saja, tunas itu akan tumbuh menjadi tumbuhan yang menjulang, seiring dia dewasa, seiring waktu berjalan. Berbeda lagi dengan pohon-pohon di kepala ayah dan ibu.

Pohon di kepala ibu tumbuh tinggi, namun dedaunan yang pernah hijau sempurna lambat laun menguning, daun-daun itu terjatuh satu per satu. Hal yang menakjubkan juga terjadi pada ayahku, pohon di kepala ayahku terpancang kuat, ia tumbuh tinggi menjulang hingga ke langit, tapi pohon itu selalu terhuyung-huyung, aku takut jika terkena hempasan angin, akan sepenuhnya tumbang.

Saat menyusuri jalan, aku melihat pemandangan yang berbeda-beda, ada kepala yang ditumbuhi pohon namun tidak ada daun sama sekali, ada pohon yang yang daunnya semua menguning, ada pohon yang tidak tumbuh tinggi serupa tumbuhan yang dibonsai. Ada satu hal yang paling menyedihkan, yaitu kepala-kepala yang tidak ditumbuhi pohon sama sekali. Mereka dikatakan sebagai pohon yang gagal, seperti kebanyakan pohon-pohon gagal, mereka seperti pohon yang tidak bisa bertahan terhadap kerasnya persaingan hidup.

Aku melihat semua pohon tumbuh dan berkembang, tumbuh lalu layu, tumbuh lalu mengering, tumbuh lalu mati, semua tergantung dengan bagaimana kita merawatnya, pohon-pohon itu menjadi saksi bagaimana saya, ibu, ayah, adik, dan orang-orang yang saya temui menjalani hidup dengan nyata. bagaimana semua tindak tanduk, bagaimana kita mengenal hukum sebab akibat, dan kenyataan-kenyataan lain yang bisa membangunkan putri tidur dari tidur panjangnya, hidup ternyata dapat menyentak putri malu yang hidupnya selalu merasa malu menjadi lebih berani. begitulah pohon-pohon kami yang penuh dengan cerita.

Pada suatu hari nanti yang tidak tahu sampai kapan, aku ingin tetap menjaga pohon di kepalaku ini tumbuh subur hingga menembus lapisan langit ke tujuh, membiarkan burung bertengger di dahannya, kupu-kupu menari di pucuknya, sepertinya akan sangat menyenangkan melihat hewan-hewan tumbuh dan berkembang, pohonku akan senang dan tidak kesepian, aku pun berharap daunnya tumbuh rimbun dan hijau, akarnya kuat dan dengan dahan yang kokoh. Seperti semua pohon pada umumnya..ia juga ingin menjadi pohon yang berbahagia.***

Bekasi, Mei 2018
 

Baca Juga: [CERPEN] Yang Hilang Bersama Hujan

Gemala Ranty Photo Community Writer Gemala Ranty

Masih tersesat diantara aksara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Just For You