Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Pisang Batu, Bahan Pangan Unik untuk Membuat Rujak Cingur

4 min read
5 Fakta Pisang Batu, Bahan Pangan Unik untuk Membuat Rujak Cingur
pisang batu (commons.wikimedia.org/Warut Roonguthai)
  • Pisang batu atau Musa balbisiana, asal Asia Tenggara, merupakan salah satu nenek moyang pisang modern bersama Musa acuminata melalui persilangan dan domestikasi.
  • Buahnya berkulit tebal, berdaging tipis, berbiji keras, dan bercita rasa sepat; tanamannya tumbuh adaptif di berbagai wilayah Indonesia serta Asia Tenggara.
  • Di Jawa Timur, pisang batu muda menjadi pengental bumbu rujak cingur; kandungan nutrisinya juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pisang batu atau yang biasa dikenal dengan pisang klutuk merupakan salah satu jenis pisang unik asal Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Menawarkan rasa sepat dengan banyak biji keras di dalamnya, pisang ini kurang cocok untuk dikonsumsi sebagai buah segar. Pisang batu justru lebih sering dimanfaatkan sebagai bahan obat dalam pengobatan tradisional.

Meski demikian, bukan berarti pisang batu gak bisa dinikmati. Beberapa makanan daerah di Indonesia justru menjadikannya sebagai bahan utama penambah cita rasa. Di Jawa Timur, cacahan pisang batu yang sepet menjadi kunci kenikmatan rujak cingur. Yuk, kulik fakta menarik tentang pisang batu lainnya lewat artikel berikut.

  1. 1. Salah satu nenek moyang dari segala jenis pisang

    pisang batu
    pisang batu (commons.wikimedia.org/Photo by David J. Stang)

    Pisang batu dengan nama ilmiah Musa balbisiana ini merupakan salah satu dari dua nenek moyang pisang modern di seluruh dunia. Bersama dengan Musa acuminata, tanaman liar ini menjadi cikal bakal hampir semua varietas pisang budidaya melalui persilangan alami maupun domestikasi manusia yang terjadi ribuan tahun lalu. Kombinasi genetik dari dua pisang liar ini menghasilkan buah pisang tanpa biji yang manis dan berdaging tebal seperti sekarang.

    Musa acuminata menyumbang genom A yang memberikan rasa manis dan kelembutan. Sementara Musa balbisiana menyumbang genom B yang membuat pisang lebih tahan terhadap penyakit, kekeringan, dan memiliki tekstur yang lebih kokoh. Perpaduan genom inilah yang kemudian menentukan karakter setiap pisang.

  2. 2. Karakteristik pohon dan buah pisang batu

    pisang batu
    pisang batu (commons.wikimedia.org/Photo by David J. Stang)

    Berdiri cukup kokoh, tinggi pohon pisang batu bisa mencapai 3 hingga 6 meter. Lingkar batangnya sekitar 60-90 cm dengan warna bervariasi, mulai hijau, hijau dengan bercak coklat, hingga ungu tua. Daunnya tidak mudah sobek dan menghitam saat digunakan sebagai pembungkus makanan atau terkena panas.

    Tersusun dalam tandan yang cukup rapat, buah pisang batu berbentuk memanjang dengan ukuran 6-13 cm. Umumnya, terdapat 5 hingga 7 sisir dalam satu tandan.

    Sesuai namanya, kulit pisang ini tebal, dagingnya pun tipis serta didominasi biji keras seperti batu. Rasanya cenderung tawar, sedikit sepat, dan tidak semanis pisang buah lainnya.

  3. 3. Habitat tanaman pisang batu

    ilustrasi pohon pisang batu
    ilustrasi pohon pisang batu (commons.wikimedia.org/Shuvaev)

    Habitat asli pisang batu ada di Pulau Jawa, Indonesia. Namun sekarang, pisang jenis ini telah menyebar luas dan tumbuh subur hampir di seluruh wilayah Indonesia serta kawasan Asia Tenggara. Hal ini tidak lepas dari daya adaptasinya yang sangat tinggi.

    Pisang batu menyukai daerah yang panas, subur, atau tanah yang sedikit berbatu. Tanaman ini tumbuh liar di area pekarangan rumah, kebun, tegalan, hingga pinggiran hutan. Pisang batu cukup tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem, baik di musim kemarau panjang maupun musim hujan yang intens.

  4. 4. Bahan utama pembuatan rujak cingur khas Jawa Timur dan masakan Nusantara lainnya

    rujak cingur khas Jawa Timur
    rujak cingur khas Jawa Timur (commons.wikimedia.org/Kakakku keren)

    Meski bercita rasa sepat dan tidak enak dimakan langsung, bukan berarti pisang batu gak bisa dinikmati. Beberapa makanan daerah di Indonesia justru menjadikannya sebagai bahan utama penambah cita rasa.

    Di Jawa Timur, pisang batu muda diiris tipis lalu diulek bersama bumbu rujak cingur. Rasa sepet dari pisang membuat tekstur bumbu rujak menjadi lebih kental, legit dan beraroma khas. Dengan begitu, bumbu rujak lebih menyatu pada setiap irisan buah, sayur, dan cingurnya.

    Tak hanya untuk rujak cingur, buah pisang batu muda juga sering dijadikan sebagai campuran berbagai masakan Nusantara lainnya, seperti lodeh pisang muda, oseng pisang batu, urap pisang batu, serta gado-gado atau lotek.

  5. 5. Manfaat pisang batu bagi kesehatan

    pisang batu
    pisang batu (commons.wikimedia.org/Yercaud-elango)

    Meskipun jarang dikonsumsi secara langsung, pisang batu kaya akan nutrisi seperti antioksidan, flavonoid, tanin, vitamin B, dan vitamin C. Karena itu, pisang ini sering dimanfaatkan sebagai bahan obat dalam pengobatan tradisional. Berikut manfaat pisang batu bagi kesehatan:

    • Mengatasi diare

    Kandungan tannin dan sifat antibakteri alami pada pisang batu membantu memadatkan feses dan melawan mikroorganisme penyebab gangguan pencernaan.

    • Menurunkan demam

    Sementara air rebusannya sering digunakan sebagai obat yang meredakan panas tubuh saat flu atau demam.

    • Mengontrol gula darah

    Selain itu, kandungan serat dan zat aktif di dalamnya baik untuk membantu menstabilkan kadar gula darah pada penderita diabetes.

    • Menjaga kesehatan jantung

    Kandungan kalium pada pisang batu diyakini dapat membantu mengatur tekanan darah agar tetap stabil.

    • Meredakan sariawan

    Tak hanya itu, bagian getah atau ekstrak tertentu dari pisang batu juga kerap dimanfaatkan sebagai obat kumur tradisional untuk meredakan sariawan.

    Itu dia sejumlah fakta menarik tentang pisang batu yang mungkin belum kamu ketahui. Dari tanaman liar ini, kita bisa belajar bahwa setiap ciptaan alam selalu memiliki manfaat tersendiri bagi kehidupan manusia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More