Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Songpyeon, Rice Cake Korea untuk Perayaan Chuseok

3 min read
5 Fakta Songpyeon, Rice Cake Korea untuk Perayaan Chuseok
songpyeon (commons.wikimedia.org/ 코리아넷)
  • Songpyeon adalah kue beras khas Chuseok berbentuk bulan sabit, yang melambangkan pertumbuhan, keberuntungan, dan harapan masa depan lebih baik dalam tradisi Korea.
  • Kue ini dikukus di atas daun atau jarum pinus agar tidak lengket sekaligus menghasilkan aroma khas; nama songpyeon juga berkaitan dengan pohon pinus.
  • Menjelang Chuseok, keluarga membuat songpyeon bersama sebagai bagian rasa syukur panen; kue ini hadir dalam beragam warna alami dan isian, serta terkait kepercayaan rakyat tentang bentuknya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Chuseok merupakan salah satu perayaan penting di Korea Selatan yang identik dengan kumpul keluarga dan berbagai makanan tradisional. Salah satu yang gak pernah jauh dari perayaan ini adalah songpyeon, kue beras berbentuk bulan sabit dengan isian di dalamnya. Bentuknya kecil dan sederhana, tetapi songpyeon punya tempat khusus dalam tradisi Chuseok.

Kue ini juga punya beberapa hal yang mungkin belum banyak diketahui, mulai dari bentuknya sampai cara memasaknya. Bahkan, ada kepercayaan yang berkembang di masyarakat Korea tentang orang yang pandai membuat songpyeon. Apa saja faktanya menarik tentang songpyeon?

  1. 1. Bentuknya bulan sabit

    songpyeon
    songpyeon (commons.wikimedia.org/wizdata)

    Songpyeon dibuat dari adonan tepung beras yang diisi, lalu dibentuk menjadi setengah lingkaran. Bagian pinggir adonan biasanya ditekan dengan jari sampai rapat dan membentuk lengkungan yang khas. Karena bentuknya seperti bulan sabit, kue ini langsung mudah dikenali meskipun warna dan isiannya berbeda.

    Bentuk tersebut juga punya makna dalam tradisi Korea. Bulan sabit dianggap menggambarkan sesuatu yang masih dalam proses bertumbuh dan akan menjadi penuh seperti bulan purnama. Oleh karena itu, bentuk songpyeon sering dikaitkan dengan harapan akan keberuntungan, pertumbuhan, dan masa depan yang lebih baik.

  2. 2. Dikukus di atas daun pinus

    songpyeon
    songpyeon (commons.wikimedia.org/korea)

    Ada satu bahan yang ikut masuk ke dalam proses memasak songpyeon, tetapi bukan untuk dimakan. Kue beras ini dikukus di atas daun atau jarum pinus yang disusun di dalam kukusan. Daun tersebut membantu menjaga songpyeon supaya gak saling menempel selama dimasak.

    Aroma pinus juga ikut terasa setelah kue matang. Uap panas membuat daun mengeluarkan aromanya dan memberi wangi khas pada songpyeon. Bahkan, kata song dalam nama songpyeon berkaitan dengan pohon pinus atau bahasa Koreanya songmok.

  3. 3. Sering dibuat bersama keluarga

    songpyeon
    songpyeon (commons.wikimedia.org/Humphreys)

    Menjelang Chuseok, membuat songpyeon bisa menjadi kegiatan yang dilakukan bersama keluarga. Ada yang menyiapkan adonan, ada yang mengurus isian, sementara anggota keluarga lainnya membentuk kue satu per satu. Karena dibuat dalam jumlah banyak, prosesnya memang lebih seru kalau dikerjakan ramai-ramai.

    Kebiasaan ini membuat songpyeon gak hanya hadir sebagai makanan di meja makan. Ada waktu yang dihabiskan bersama sebelum kue tersebut disajikan dan disantap saat Chuseok. Tradisi membuatnya juga berkaitan dengan rasa syukur atas hasil panen yang menjadi bagian dari perayaan tersebut.

  4. 4. Ada kepercayaan tentang bentuk songpyeon

    songpyeon
    songpyeon (commons.wikimedia.org/코리아넷)

    Membuat songpyeon dengan bentuk yang cantik ternyata punya kepercayaan tersendiri di Korea. Orang yang berhasil membuat kue dengan bentuk bagus dipercaya akan mendapatkan keberuntungan. Karena itu, membentuk songpyeon dengan rapi bukan cuma soal membuatnya terlihat menarik.

    Ada juga mitos yang cukup populer tentang perempuan yang membuat songpyeon. Konon, perempuan yang bisa membentuk songpyeon dengan cantik akan memiliki anak yang rupawan. Tentu saja, ini merupakan kepercayaan rakyat yang berkembang secara turun-temurun, bukan sesuatu yang bisa dibuktikan secara ilmiah.

  5. 5. Warna dan isiannya beragam

    songpyeon
    songpyeon (commons.wikimedia.org/핫블레이드)

    Jangan heran kalau songpyeon yang kamu lihat gak semuanya berwarna putih. Adonan tepung beras bisa diberi bahan alami seperti mugwort atau labu sehingga menghasilkan warna hijau dan kuning. Ada juga variasi warna lain yang dibuat menggunakan bahan dari tumbuhan atau buah.

    Isinya pun gak kalah beragam. Campuran biji wijen dan madu termasuk salah satu isian yang umum, sementara kacang merah, kacang hijau, dan kastanye juga bisa digunakan. Jadi, satu songpyeon bisa punya rasa yang berbeda dari yang lain meskipun bentuk luarnya terlihat hampir sama.

    Di Indonesia, songpyeon mungkin masih kalah dikenal dibandingkan tteokbokki atau kimbap. Padahal, bentuk dan cara penyajiannya cukup berbeda dari rice cake Korea yang lebih sering ditemui di restoran atau drama Korea. Kalau kamu menemukan songpyeon saat mencicipi makanan Korea, kamu tertarik mencoba rasa yang mana?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More