Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Pilihan Teh Sehat Khas Korea yang Enak Bikin Tubuh Makin Bugar
ilustrasi teh (pexels.com/ Our Life in Pixels)
  • Teh telah menjadi bagian penting budaya Korea selama berabad-abad, dibuat dari berbagai bahan seperti daun, akar, buah, dan biji-bijian yang dinikmati dalam kehidupan sehari-hari.
  • Lima teh tradisional populer meliputi insam-cha dari ginseng, bori-cha dari barley sangrai, omija-cha dari buah omija, nok-cha teh hijau Korea, dan maesil-cha dari plum hijau.
  • Setiap jenis teh memiliki cita rasa serta manfaat berbeda dan tetap populer di rumah, restoran, hingga kedai tradisional sebagai simbol kebugaran dan warisan budaya Korea.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Teh sudah menjadi bagian dari budaya Korea Selatan sejak ratusan tahun lalu. Bukan hanya diseduh dari daun teh, masyarakat Korea juga mengolah buah, akar tanaman, hingga biji-bijian menjadi minuman hangat yang dinikmati sehari-hari. Karena itu, pilihan teh tradisional di Korea jauh lebih beragam dibandingkan yang banyak dikenal orang.

Menariknya, beberapa jenis teh khas Korea masih sering disajikan di rumah, restoran, hingga kedai teh tradisional. Selain punya cita rasa yang khas, minuman ini juga dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk menjaga kebugaran tubuh. Kalau kamu penasaran, berikut lima teh Korea yang paling ikonis dan wajib dicoba.

1. Insam-cha

ilustrasi teh (unsplash.com/Manki Kim)

Kalau berbicara tentang teh khas Korea, insam-cha hampir selalu masuk daftar teratas. Teh ini dibuat dari akar ginseng Korea yang sejak lama dikenal sebagai salah satu tanaman herbal paling berharga di negara tersebut. Bahkan, ginseng Korea sudah digunakan dalam pengobatan tradisional selama lebih dari dua ribu tahun.

Insam-cha memiliki rasa yang sedikit pahit dengan aroma khas dari akar ginseng. Banyak orang menambahkan madu agar rasanya lebih lembut. Minuman ini paling sering dinikmati saat cuaca dingin atau ketika ingin menghangatkan tubuh setelah beraktivitas.

2. Bori-cha

ilustrasi bori-cha (commons.wikimedia.org/ 국립국어원)

Bori-cha menjadi salah satu minuman yang paling sering dijumpai di Korea Selatan. Banyak restoran menyajikannya sebagai pengganti air putih karena rasanya ringan dengan aroma barley sangrai yang khas.

Sesuai dengan namanya, teh ini dibuat dari biji barley yang disangrai lalu diseduh menggunakan air panas. Karena tidak mengandung kafein, bori-cha bisa dinikmati kapan saja, bahkan oleh anak-anak maupun orang lanjut usia. Di banyak rumah di Korea, minuman ini juga sering disimpan di kulkas untuk diminum saat cuaca sedang panas.

3. Omija-cha

ilustrasi omija-cha (commons.wikimedia.org/ Hyeon-Jeong Suk)

Omija-cha dibuat dari buah omija yang terkenal memiliki lima karakter rasa, yaitu manis, asam, pahit, asin, dan sedikit pedas. Keunikan inilah yang membuatnya berbeda dari teh herbal lainnya.

Warnanya merah cerah sehingga terlihat menarik saat disajikan. Selain hangat, omija-cha juga sering disajikan dingin dengan tambahan es, terutama saat musim panas. Rasanya yang segar membuat teh ini tetap menjadi favorit masyarakat Korea hingga sekarang.

4. Nok-cha

ilustrasi nok-cha (commons.wikimedia.org/ Kanko*)

Nok-cha atau teh hijau Korea menjadi salah satu minuman tradisional yang paling mudah ditemukan. Daun tehnya banyak berasal dari Pulau Jeju dan Boseong, dua daerah yang terkenal memiliki perkebunan teh berkualitas.

Selain diminum sebagai teh, nok-cha juga sering diolah menjadi berbagai makanan penutup seperti es krim, kue, latte, hingga cokelat. Aromanya yang lembut dan rasanya yang ringan membuat teh hijau Korea digemari oleh masyarakat lokal maupun wisatawan.

5. Maesil-cha

ilustrasi maesil-cha (commons.wikimedia.org/ shootages)

Maesil-cha merupakan teh tradisional yang dibuat dari ekstrak buah maesil atau plum hijau Korea. Minuman ini sudah dikenal sejak masa Dinasti Joseon dan masih menjadi salah satu teh herbal yang populer hingga sekarang.

Rasa maesil-cha cenderung manis dengan sedikit sentuhan asam yang menyegarkan. Saat musim dingin biasanya disajikan hangat, sedangkan ketika musim panas lebih sering dinikmati bersama es. Karena rasanya yang ringan, teh ini cocok diminum setelah makan.

Di Korea Selatan, teh bukan sekadar minuman untuk menghangatkan tubuh, tetapi juga sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Itulah sebabnya berbagai jenis teh tradisional masih mudah ditemukan, mulai dari restoran, rumah warga, hingga kedai teh yang sudah berdiri selama bertahun-tahun.

Kalau kamu ingin mengenal budaya Korea lewat kulinernya, mencoba teh tradisional bisa menjadi pilihan yang menarik. Setiap jenis teh punya ciri khas tersendiri, jadi kamu bisa memilih sesuai selera, baik yang menyukai rasa ringan, sedikit manis, maupun aroma herbal yang lebih kuat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article