Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Jenis Teh Utama di Dunia yang Wajib Kamu Tahu

6 Jenis Teh Utama di Dunia yang Wajib Kamu Tahu
Potret perpaduan teh imperial pu erh dengan pineapple tart (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas)
Share Article

Bagi sebagian orang, memulai hari tanpa secangkir teh hangat rasanya seperti ada yang kurang. Minuman ini memang punya tempat spesial di hati masyarakat berkat rasanya yang nikmat, aromanya yang menenangkan, serta khasiatnya yang baik untuk kesehatan tubuh.

Namun, tahukah kamu kalau hamparan kebun teh yang luas di berbagai belahan dunia sebenarnya menghasilkan karakteristik rasa yang berbeda-beda? Mulai dari yang rasanya pekat dan kuat hingga yang cenderung manis dan lembut, dunia teh ternyata menyimpan keragaman dan kekayaan yang seru untuk dieksplorasi.

Melalui buku Roots of Tea yang dirilis CHAGEE, kita diajak menyelami lebih dalam tentang asal-usul dan karakteristik berbagai macam teh. Buku tersebut merangkum enam kategori utama yang menjadi fondasi dari seluruh jenis teh di dunia.

Penasaran ada apa saja itu? Simak enam jenis teh utama di dunia yang perlu kamu ketahui berikut ini! Siapa tahu ada yang paling cocok dengan lidahmu.

Table of Content

1. Green tea

1. Green tea

Ilustrasi notes green tea
Potret green tea (pexels.com/Anh Nguyen)

Green tea atau teh hijau terbuat dari pucuk muda tanaman teh, termasuk kuncup, daun, dan batang muda. Bagian tersebut kemudian diolah melalui fiksasi (fixation), penggulungan (rolling), dan pengeringan (drying). Fiksasi sendiri merupakan proses pemanasan daun teh dengan suhu tinggi untuk menonaktifkan enzim, terutama polifenol oksidase, agar proses oksidasi terhenti.

Selama proses pengolahan tersebut, teh tidak mengalami banyak perubahan, terutama pada warna hijau segarnya yang bisa bertahan dengan baik. Hasilnya, teh yang diseduh seringkali tetap berwarna hijau dan sangat cantik. Inilah mengapa namanya green tea atau teh hijau.

2. White tea

Potret perpaduan teh royal white peony dengan salted bean paste pastry
Potret perpaduan teh royal white peony dengan salted bean paste pastry (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas)

Selanjutnya ada white tea atau teh putih. Teh ini terbuat dari satu kuncup daun teh (single bud) utuh atau satu kuncup daun teh dengan satu, dua, tiga atau empat lembar daun.

Setelah dipetik, daun teh tidak dipanggang atau digulung (rolling), melainkan dijemur dan dibiarkan mengering secara alami di bawah sinar matahari. Metode produksinya tergolong masih sangat tradisional dan sederhana.

White tea yang masih segar biasanya berwarna kuning jernih dan rasanya lembut cenderung halus. Sementara itu, white tea yang sudah tua berwarna kuning-oranye pekat hingga merah-oranye dengan rasa yang lebih manis, serta aroma seperti kayu atau tanaman herbal.

3. Yellow tea

Potret teh kuning atau yellow tea
Potret teh kuning atau yellow tea (pixabay.com/yangjoy999)

Yellow tea atau teh kuning dibuat dengan cara yang mirip dengan teh hijau, tetapi dengan satu langkah tambahan. Sebelum benar-benar kering, daun teh ditumpuk perlahan, kemudian didiamkan (resting) dalam kondisi hangat dan lembap.

Proses pengolahan tersebut menghasilkan teh dengan aroma lembut, seperti biji-bijian panggang dan jagung manis. Selain itu, warna teh menjadi kuning, serta rasanya perpaduan lembut dan manis yang dalam setiap tegukan.

4. Oolong tea

Potret oolong tea yang sedang diseduh
Potret oolong tea yang sedang diseduh (unsplash.com/An Nguyen)

Oolong tea atau teh oolong ini barangkali sudah sering kamu dengar, terutama saat hendak memesan teh artisan yang sedang hits beberapa tahun terakhir. Teh ini dibuat melalui beberapa langkah, mulai dari termasuk dibuat layu (withering), penghancuran (bruising) atau pengadukan (tossing), penggilingan (rolling), dan pemanggangan (roasting).

Ketika dipanggang pada suhu yang lebih tinggi, aroma teh oolong berkembang jadi lebih hangat seperti karamel. Teh ini juga merupakan gabungan dari kekayaan dan aroma teh hitam dengan kecerahan dan kesegaran teh hijau. Hasilnya, teh mennjadi lebih halus dan "berlapis."

5. Black tea

Potret black tea
Potret black tea (pexels.com/Serena Koi)

Black tea atau teh hitam terbuat dari pucuk daun teh muda, termasuk kuncup, daun, dan batang lunak. Kuncup tersebut kemudian diolah dengan berbagai tahapan, seperti dibuat layu (withering), penggulungan (rolling), diistirahatkan (resting), dan pengeringan (drying).

Proses ini menghasilkan aroma yang lebih "penuh" dan rasa yang lebih kaya pada black tea. Selain itu, cairan tehnya memiliki warna gelap kemerahan. Inilah alasan mengapa namanya menjadi black tea dalam budaya atau tradisi teh di China.

6. Dark tea

Potret dark tea
Potret dark tea (pexels.com/ebrubodyy)

Terakhir adalah dark tea. Pucuk daun teh yang sudah dipetik harus melalaui empat langkah pengolahan, yakni fiksasi atau pemanasan (fixation), penggulungan (rolling), penumpukan basah (wet piling), dan pengeringan (drying).

Selama tahap penumpukan (filing stage), teh berubah warna menjadi lebih gelap dan rasa lebih dalam. Inilah sebabnya mengapa teh yang sudah jadi tampak gelap dan disebut dari tea. Cairan teh yang diseduh biasanya berwarna cokelat kemerahan dan rasa yang cenderung lembut-halus.

Nah, sekarang kamu sudah tahu enam jenis teh utama di dunia. Dari penjelasan di atas, mana saja teh yang biasa kamu seduh dan nikmati setiap hari?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu

Related Articles

See More

Resep Milanesa Napolitana, Menu Ikonik Argentina Favorit Lionel Messi

18 Jun 2026, 15:15 WIBFood