Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Cara Mengurangi Penggunaan Plastik saat Memasak di Rumah

7 Cara Mengurangi Penggunaan Plastik saat Memasak di Rumah
ilustrasi wadah makan plastik (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti pentingnya mengurangi penggunaan plastik di dapur demi lingkungan dan penghematan, dengan langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan secara konsisten.
  • Dianjurkan mengganti wadah plastik dengan kaca atau stainless, membawa wadah sendiri saat belanja, serta memakai beeswax wrap sebagai alternatif plastic wrap.
  • Tips lain termasuk memilih bahan minim kemasan, menggunakan tas kain, menghindari alat sekali pakai, dan memanfaatkan sisa bahan tanpa bungkus berlebih agar dapur lebih efisien dan ramah lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di dapur, plastik sering jadi barang yang jumlahnya tak terasa terus bertambah, mulai dari bungkus bahan makanan hingga wadah penyimpanan. Praktis memang, tapi di tengah kenaikan harga plastik dan meningkatnya kesadaran lingkungan, kebiasaan ini mulai terasa kurang ramah, baik untuk dompet maupun bumi.

Kabar baiknya, mengurangi penggunaan plastik saat memasak tidak harus ribet atau mahal. Dengan beberapa perubahan kecil yang konsisten, dapur bisa tetap fungsional sekaligus lebih bijak dalam penggunaan bahan sekali pakai. Jangan pikir pusing, ini beberapa cara mengurangi penggunaan plastik saat memasak di rumah yang bisa kamu praktikkan.

1. Gunakan wadah kaca atau stainless untuk penyimpanan

ilustrasi stoples makanan yang tertata di rak gantung
ilustrasi stoples makanan yang tertata di rak gantung (unsplash.com/Uliana Kopanytsia)

Mengganti wadah plastik dengan kaca atau stainless adalah langkah awal yang paling mudah. Selain lebih tahan lama, material ini juga tidak menyerap bau dan lebih aman untuk makanan panas.

Dalam jangka panjang, pilihan ini justru lebih hemat karena tidak perlu sering mengganti wadah. Tampilan dapur pun jadi lebih rapi dan estetik dengan wadah yang seragam.

2. Bawa wadah sendiri saat belanja bahan

ilustrasi membawa bahan belanja dengan keranjang
ilustrasi membawa bahan belanja dengan keranjang (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Saat membeli daging, sayur, atau bahan basah lainnya, biasakan membawa wadah sendiri dari rumah. Ini bisa mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai yang biasanya langsung dibuang setelah sampai di rumah.

Kebiasaan kecil ini mungkin terasa merepotkan di awal, tapi lama-lama justru jadi rutinitas yang memudahkan. Bonusnya, bahan makanan juga lebih terjaga kebersihannya.

3. Ganti plastik wrap dengan beeswax wrap

ilustrasi beeswax wrap untuk membungkus makanan
ilustrasi beeswax wrap untuk membungkus makanan (unsplash.com/Jack Cole)

Plastic wrap sering dipakai untuk menutup makanan, tapi penggunaannya sangat sekali pakai. Alternatif seperti beeswax wrap bisa digunakan berulang kali dan lebih ramah lingkungan.

Selain praktis, bahan ini juga fleksibel mengikuti bentuk wadah. Dengan perawatan yang tepat, bisa digunakan dalam jangka waktu lama tanpa perlu sering membeli yang baru.

4. Pilih bahan makanan minim kemasan

ilustrasi buah stroberi segar
ilustrasi buah stroberi segar (freepik.com/jcomp)

Saat belanja, coba lebih selektif dengan memilih bahan yang tidak dikemas berlapis plastik. Misalnya, membeli sayur curah, buah tanpa kemasan, atau bahan dari pasar tradisional. Langkah ini secara tidak langsung mengurangi sampah plastik dari dapur. Selain itu, bahan segar tanpa banyak kemasan biasanya juga lebih ekonomis.

5. Gunakan tas belanja kain atau jaring

ilustrasi kantong kain untuk meminimalisir penggunaan plastik
ilustrasi kantong kain untuk meminimalisir penggunaan plastik (pixabay.com/PixelWanderer)

Tas belanja reusable menjadi solusi sederhana untuk mengurangi plastik dari awal. Gunakan tas kain atau jaring untuk membawa bahan makanan dari pasar atau supermarket. Tas ini bisa dipakai berkali-kali dan mudah dibersihkan. Pilih ukuran yang sesuai kebutuhan agar lebih praktis saat digunakan.

6. Hindari peralatan dapur sekali pakai

ilustrasi menyimpan makanan dalam kabinet dapur
ilustrasi menyimpan makanan dalam kabinet dapur (pexels.com/By: Kaboompics.com)

Peralatan, seperti sendok plastik, sedotan, atau sarung tangan, sekali pakai sering digunakan tanpa disadari. Padahal, ada banyak alternatif reusable yang lebih ramah lingkungan.

Mengganti dengan peralatan yang bisa dicuci dan digunakan kembali akan mengurangi sampah dapur secara signifikan. Selain itu, kualitasnya juga biasanya lebih baik dan tahan lama.

7. Manfaatkan sisa bahan tanpa bungkus berlebih

ilustrasi memotong pisang
ilustrasi memotong pisang (pexels.com/Mike Jones)

Sering kali sisa bahan makanan dibungkus ulang dengan plastik kecil-kecil. Coba manfaatkan wadah yang ada atau simpan dalam satu kontainer agar lebih efisien.

Dengan pengelolaan yang rapi, kamu tidak hanya mengurangi plastik, tetapi juga meminimalkan food waste. Dapur jadi lebih terorganisir dan hemat.

Mengurangi penggunaan plastik di dapur bukan tentang perubahan besar dalam semalam, melainkan tentang kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Dari mengganti wadah hingga memilih bahan tanpa kemasan, setiap langkah punya dampak yang berarti jika dilakukan terus-menerus.

Selain membantu lingkungan, kebiasaan ini juga bisa membuat aktivitas memasak terasa lebih teratur dan efisien. Jadi, tidak ada salahnya mulai dari sekarang, pelan-pelan mengubah dapur menjadi ruang yang lebih bijak, nyaman, dan berkelanjutan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Food

See More