Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jangan Beli Pisang jika Warnanya seperti Ini, Rasanya Hambar!
ilustrasi buah pisang (unsplash.com/Lotte Löhr)
  • Pisang kuning keabu-abuan atau kusam perlu diwaspadai karena dapat menandakan pematangan terganggu, sehingga rasa buah berisiko kurang manis atau hambar.
  • Paparan suhu di bawah sekitar 13,3°C dapat memicu chilling injury, membuat kulit pisang kusam, menghambat pematangan, serta berpotensi mengubah daging buah menjadi kecokelatan.
  • Pilih pisang kuning cerah untuk segera dimakan, atau sedikit kehijauan untuk disimpan; periksa juga aroma, tekstur, dan kondisi fisik, bukan hanya bintik cokelat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pisang menjadi salah satu buah favorit banyak orang karena rasanya manis, mudah dimakan, dan bisa diolah menjadi berbagai hidangan. Kamu bisa menikmatinya langsung, mencampurkannya ke dalam oatmeal, atau mengolahnya menjadi pisang goreng dan roti pisang (banana bread).

Namun, memilih pisang yang terlihat matang ternyata gak cukup hanya dengan memperhatikan ada atau tidaknya bintik cokelat pada kulitnya. Ada perubahan warna tertentu yang sebaiknya kamu waspadai karena bisa menjadi tanda bahwa proses pematangan pisang terganggu. Kalau sampai salah memilih, pisang yang kamu beli berisiko terasa hambar meskipun tampilannya sekilas masih terlihat baik-baik saja.

Lantas, warna seperti apa yang perlu kamu perhatikan saat membeli pisang? Supaya gak kecewa setelah membawanya pulang, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum memasukkan buah ini ke keranjang belanja.

1. Hindari pisang berwarna kuning keabu-abuan

ilustrasi buah pisang (unsplash.com/Ben Iwara)

Pisang yang sudah matang umumnya memiliki kulit berwarna kuning cerah. Namun, kamu perlu lebih teliti jika menemukan pisang dengan warna kuning kusam, keabu-abuan, atau seperti tertutup lapisan asap tipis. Warna tersebut berbeda dari hijau yang biasa terlihat pada pisang mentah. Perubahan warna ini bisa menjadi petunjuk bahwa pisang mengalami gangguan selama proses pematangannya.

Kamu mungkin menganggap warna kulit seperti itu gak terlalu bermasalah selama gak ada bintik cokelat atau bagian yang terlihat busuk. Padahal, penampilan kulit pisang bisa memberikan petunjuk tentang kondisi buah di dalamnya.

Pisang yang mengalami gangguan pematangan berisiko memiliki rasa yang kurang manis, bahkan cenderung hambar. Karena itu, kalau kamu menginginkan pisang yang manis untuk sarapan atau camilan, sebaiknya pilih buah dengan warna kuning yang terlihat segar dan merata.

2. Kenali penyebab warna pisang berubah menjadi kusam

ilustrasi pohon pisang (pexels.com/Javier Balseiro)

Pisang termasuk buah klimakterik, yaitu buah yang masih bisa melanjutkan proses pematangan setelah dipetik dari pohonnya. Proses inilah yang memungkinkan pisang dipanen ketika masih hijau, lalu berubah menjadi kuning dan semakin manis sebelum dikonsumsi. Dalam kondisi penyimpanan yang sesuai, perubahan warna tersebut biasanya berlangsung secara alami. Namun, proses ini bisa terganggu apabila pisang terpapar suhu yang terlalu rendah.

Paparan suhu di bawah sekitar 56 derajat Fahrenheit atau 13,3 derajat Celsius dalam waktu tertentu bisa menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai chilling injury atau kerusakan akibat suhu dingin. Gangguan ini dapat menghambat atau mengacaukan proses pematangan pisang. Akibatnya, kulit pisang mungkin gak berubah menjadi kuning cerah seperti biasanya, melainkan terlihat kusam atau keabu-abuan. Dalam kondisi yang lebih parah, daging buahnya juga bisa berubah menjadi kecokelatan dan memiliki rasa yang kurang enak.

3. Jangan hanya mengandalkan ada atau tidaknya bintik cokelat

ilustrasi buah pisang, pisang bintik cokelat (pexels.com/Engin Akyurt)

Banyak orang menggunakan bintik cokelat sebagai patokan untuk menentukan tingkat kematangan pisang. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru karena bintik cokelat kecil sering muncul pada pisang yang sudah matang. Namun, ketiadaan bintik cokelat tidak otomatis menjamin bahwa pisang memiliki rasa manis dan tekstur yang enak, lho. Kamu tetap perlu memperhatikan warna dasar kulitnya secara keseluruhan.

Pisang yang masih hijau biasanya belum matang sempurna, sedangkan pisang kuning cerah umumnya lebih siap disantap. Sebaliknya, warna kuning yang kusam dengan semburat abu-abu patut membuatmu lebih berhati-hati, terutama jika pisang terlihat tidak mengalami perubahan warna seperti biasanya.

Selain itu, perhatikan juga tekstur kulit dan kondisi fisiknya agar kamu bisa menilai kualitas buah dengan lebih baik. Dengan mengamati beberapa tanda sekaligus, kamu gak perlu hanya mengandalkan satu ciri saat memilih pisang di pasar maupun supermarket.

4. Pilih tingkat kematangan sesuai kebutuhan

ilustrasi buah pisang (vecteezy.com/k fuadi)

Saat membeli pisang, pertimbangkan kapan kamu akan memakannya. Kalau ingin langsung disantap dalam 1 atau 2 hari, pisang dengan kulit kuning cerah dan tekstur yang masih cukup kokoh bisa menjadi pilihan. Namun, jika ingin menyimpannya selama beberapa hari, pisang yang masih sedikit kehijauan dapat dipertimbangkan karena proses pematangannya masih berlanjut setelah dipetik. Pastikan kamu memilih buah yang kondisinya baik dan tidak menunjukkan warna abu-abu yang mencurigakan, ya.

Kamu juga bisa menyesuaikan pilihan pisang dengan hidangan yang akan dibuat. Pisang matang dengan rasa manis alami cocok untuk campuran oatmeal, smoothie, atau camilan tanpa tambahan banyak gula. Sementara itu, pisang yang sudah sangat matang dan memiliki bintik cokelat bisa dimanfaatkan untuk membuat roti pisang atau adonan kue.

Meski begitu, jangan menganggap semua pisang yang berwarna kusam pasti hambar karena penampilan saja tidak bisa memastikan kondisi bagian dalamnya. Jika memungkinkan, periksa juga aroma, tekstur, dan kondisi keseluruhan buah sebelum membelinya.

5. Manfaatkan pisang yang kurang manis untuk membuat roti pisang

ilustrasi banana bread (pexels.com/alleksana)

Bagaimana kalau kamu terlanjur membeli pisang yang warnanya kusam dan ternyata rasanya kurang manis? Kamu gak harus langsung membuangnya selama buah tersebut masih layak dikonsumsi dan gak menunjukkan tanda-tanda pembusukan. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah mengolahnya menjadi roti pisang atau banana bread. Hidangan ini dapat menjadi alternatif untuk memanfaatkan pisang yang rasanya kurang memuaskan saat dimakan langsung.

Salah satu cara yang pernah dicoba untuk mengatasi pisang yang kurang manis akibat gangguan pematangan adalah memanaskannya di dalam oven bersuhu sekitar 350 derajat Fahrenheit atau 177 derajat Celsius selama kurang lebih 15 menit. Pemanasan tersebut dapat membantu mengeluarkan rasa manis alaminya, meskipun hasilnya belum tentu semanis pisang yang matang secara normal.

Setelah itu, pisang bisa digunakan sebagai bahan adonan roti pisang. Namun, perlu diingat bahwa pemanasan gak selalu bisa memperbaiki rasa atau tekstur buah yang mengalami kerusakan berat, sehingga kondisi pisang tetap perlu diperiksa sebelum diolah.

Pada akhirnya, memilih pisang tidak cukup hanya dengan mencari kulit yang bebas bintik cokelat. Kamu juga perlu memperhatikan warna keseluruhan pisang, terutama jika terlihat kuning keabu-abuan atau kusam. Perubahan tersebut bisa menjadi tanda bahwa proses pematangan terganggu dan rasa manisnya gak berkembang dengan baik. Jadi, sebelum membeli pisang, luangkan sedikit waktu untuk memeriksa warna dan kondisi buah agar kamu bisa mendapatkan pisang yang lebih enak untuk dinikmati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article