Cara penyimpanan akan memengaruhi jangka waktu penggunaan dan seberapa sering memberi makan starter sourdough. Penyimpanan pada suhu ruangan cocok untuk penggunaan harian, memerlukan feeding setidaknya 1–2 kali sehari. Sedangkan, untuk penggunaan jangka panjang, kamu perlu menyimpannya di kulkas dan memberinya makan 1–2 minggu sekali, biar tetap aktif.
Sebaiknya keluarkan starter dari kulkas dan tunggu 15–30 menit sebelum memberinya makan. Setelah menambahkan tepung dan air, beri tanda dan biarkan mengembang sebelum digunakan kembali. Kamu dapat melakukannya berulang kali selama masih layak.
Starter sourdough juga bisa bertahan hingga satu tahun jika dikeringkan. Caranya, oleskan starter tipis-tipis di atas kertas roti atau silikon mat. Setelah itu, biarkan kering pada suhu ruang hingga teksturnya menyerupai serpihan dan simpan di dalam wadah kedap udara.
Kamu bisa mengaktifkan kembali starter kering dengan air suhu ruang. Gunakan rasio 1:3, 1 bagian untuk biang sourdough dan 3 bagian air. Setelah mengembang, tambahkan 2 bagian tepung serbaguna dan aduk hingga tercampur rata, kamu pun bisa melanjutkan feeding secara teratur.
Dari penjelasan di atas, waktu terbaik memberi starter sourdough dilakukan saat mulai mengempis setelah mencapai peak atau beberapa jam sebelum digunakan. Kamu juga perlu menyesuaikan frekuensi feeding dengan suhu penyimpanan. Pemberian makan yang teratur akan membuat starter tetap aktif dan bisa digunakan dalam jangka panjang. Selamat mencoba!