Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Banyak Jajanan Pasar Dibuat dengan Cara Dikukus? Ini Alasannya

ilustrasi mengukus jajanan pasar
ilustrasi mengukus jajanan pasar (pexels.com/Mikhail Nilov)

Saat mengunjungi pasar tradisional, kamu pasti sering menemukan beragam jajanan pasar yang dijual di sana. Dan beberapa jajanan pasar dimasak melalui metode pengukusan. Cara memasak ini ternyata bukan dipilih secara kebetulan saja, melainkan memang sudah menjadi bagian dari kebiasaan dan kearifan kuliner tradisional sejak lama, lho.

Itulah sebabnya, meskipun zaman terus berubah dan berkembang, jajanan pasar apalagi yang dikukus selalu punya tempat spesial di hati banyak orang. Tapi, untuk kamu yang masih penasaran dan bertanya-tanya, kenapa kebanyakan jajanan pasar dimasak dengan cara dikukus, kamu bisa menemukan beberapa alasan yang melatarbelakanginya dalam artikel ini. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini supaya tak lagi penasaran ya!

1. Teknik mengukus bisa mempertahankan nutrisi bahan makanan

ilustrasi kue putu
ilustrasi kue putu (commons.wikimedia.org/Midori)

Banyak jajajan pasar seperti kue putu, kue talam, nagasari, lemper, dan koci-koci dibuat dengan cara dikukus. Proses ini dilakukan untuk mempertahankan nutrisi yang terkandung dalam bahan makanan yang diolah. Selain itu, metode ini juga bisa mengurangi risiko hilangnya zat gizi penting seperti vitamin B, vitamin C, mineral dan antioksidan yang sering rusak saat makanan digoreng.

Keunggulan tersebut sangat penting untuk menjaga kualitas jajanan pasar yang mengandalkan bahan-bahan alami dan minim proses tambahan. Dengan teknik ini, jajanan pasar tidak hanya memiliki tekstur lembut, kenyal, dan lembap, tetapi juga tetap mempertahankan nilai gizinya secara utuh. Contohnya seperti, kue putu yang dikukus dalam cetakan bambu. Teknik mengkus dan cetakan bambu mampu menjaga aroma, rasa, dan kandungan gizi dari gula aren serta tepung beras tanpa perlu banyak tambahan bahan lagi.

2. Memperpanjang masa simpan atau umur jajanan pasar

ilustrasi mengukus jajanan pasar
ilustrasi mengukus jajanan pasar (pexels.com/Mikhail Nilov)

Selain agar nutrisi makanan tidak hilang, teknik mengukus ternyata bisa memperpanjang masa simpan jajanan pasar. Hal ini dikarenakan proses pemanasan berlangsung secara perlahan dan merata yang dijembatani oleh uap panas. Metode ini membuat jajanan pasar memiliki tekstur yang lembap dan halus, sehingga strukturnya tidak mudah mengeras atau cepat basi setelah dingin.

Menurut Arredo3, uap panas dari proses pengukusan memungkinkan makanan matang sempurna tanpa membuat permukaannya kering atau keras seperti teknik memanggang atau menggoreng. Tekstur yang tetap lembap ini membantu menjaga kualitas rasa dan tekstur jajanan pasar dalam jangka waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, tak heran banyak sekali jajanan pasar yang sampai saat ini masih dimasak dengan cara mengukus.

3. Memberikan sensasi yang lebih sehat dan ringan saat dinikmati

ilustrasi mengukus jajanan pasar
ilustrasi mengukus jajanan pasar (pexels.com/Charles Chen)

Karena proses mengukus sama sekali tidak memakai minyak atau bahan lemak lainnya seperti mentega, teknik ini cenderung lebih sehat daripada teknik memasak lainnya. Tanpa penggunaan minyak, jajanan seperti nagasari, putu, getuk, hingga lemper memiliki kandungan lemak yang lebih rendah daripada jajanan lainnya yang digoreng. Ini menjadikan metode pengukusan lebih ramah bagi sistem pencernaan dan cocok untuk dikonsumsi oleh berbagai kalangan.

Semua makanan yang dimasak dengan uap panas memang cenderung mempertahankan kualitas alaminya. Inilah yang membuat jajanan pasar yang dimasak dengan cara dikukus sering dipilih sebagai camilan harian di pagi atau sore hari tanpa khawatir mempengaruhi kesehatan tubuh. Selain itu, Experience Fresh juga menegaskan bahwa jajanan yang dikukus bisa memberi cita rasa dan sensasi yang lebih ringan serta nyaman di lidah.

4. Mempertahankan cita rasa asli dan aroma bahan yang digunakan

ilustrasi jajanan pasar yang dikukus
ilustrasi jajanan pasar yang dikukus (pexels.com/Hannin Tran Nguyen)

Teknik mengukus selain menyehatkan juga mampu mempertahankan cita rasa dan aroma asli dari bahan yang digunakan. Hal ini dikarenakan proses memasaknya tidak melibatkan sesuatu yang bisa melarutkan rasa asli dari bahan makanan yang diolah. Dengan metode ini, aroma alami bahan seperti gula aren, santan, pandan, dan tepung beras tetap kuat, jelas, dan tidak tertutup oleh rasa lainnya.

Experience Fresh menjelaskan bahwa uap panas bisa membantu menjaga karakter rasa alami dari bahan yang digunakan tanpa merusak komposisinya. Keunggulan ini sangat sesuai dengan cita rasa jajanan tradisional Indonesia seperti kue lapis, koci-koci, lepet, hingga kue talam yang tidak pernah kehilangan sensasi alami dari bahan yang digunakan. Selain rasa, teknik mengukus juga menjaga tampilan kue, sehingga akan tetap menarik saat disajikan.

Dengan beberapa alasan di atas, dapat disimpulkan bahwa teknik mengukus bukan sekadar metode memasak tradisional, melainkan strategi cerdas dalam menjaga kualitas jajanan pasar. Proses ini mampu mempertahankan nutrisi, tekstur, cita rasa, serta memberikan sensasi yang lebih sehat saat jajanan pasar dinikmati oleh setiap orang yang membelinya.

Referensi:

The Benefits of Steaming. Experience Fresh Panasonic. Diakses pada 10 Januari 2026.

The 5 advantages of steam cooking. Arredo3. Diakses pada 10 Januari 2026.

Steaming, the quintessential cooking method in Chinese and modern cuisine. Lee Kum Kee. Diakses 10 Januari 2026.

5 Keuntungan Mengukus Makanan. Primarasa. Diakses 10 Januari 2026.

MASRIZAL, M. A., GIRAUD, D. W., & DRISKELL, J. A. (1997). RETENTION OF VITAMIN C, IRON, AND β‐CAROTENE IN VEGETABLES PREPARED USING DIFFERENT COOKING METHODS 1. Journal of food quality, 20(5), 403-418. Diakses pada 10 Januari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Food

See More

Kenapa Banyak Jajanan Pasar Dibuat dengan Cara Dikukus? Ini Alasannya

22 Jan 2026, 20:15 WIBFood