Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Kaldu Ramen Terasa Sangat Gurih? Ini Rahasianya!

5 min read
Kenapa Kaldu Ramen Terasa Sangat Gurih? Ini Rahasianya!
ilustrasi ramen (commons.wikimedia.org/Ocdp)
  • Kaldu ramen dimasak lama dari tulang, daging, ikan, dan sayuran untuk mengekstrak rasa, menghasilkan kuah yang kaya, pekat, dan berkarakter.
  • Umami alami dari daging, hasil laut, rumput laut, jamur, serta sayuran menciptakan gurih berlapis yang lebih mendalam daripada sekadar rasa asin.
  • Tare mempertegas karakter ramen, sementara lemak dan minyak beraroma memperkaya tekstur serta aroma; kombinasinya membuat tiap resep memiliki cita rasa berbeda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah bertanya-tanya kenapa semangkuk ramen bisa punya kuah yang gurihnya begitu dalam, padahal bumbunya terlihat sederhana? Begitu diseruput, rasanya seperti berlapis, mulai dari asin, gurih, sampai ada sensasi umami yang bikin susah berhenti makan. Nah, rasa khas ini tidak muncul begitu saja, karena ada proses panjang di balik semangkuk kuah ramen yang nikmat.

Rasa gurih pada kaldu ramen gak cuma datang dari satu bahan saja, melainkan dari perpaduan bahan, proses memasak, dan bumbu yang digunakan. Makanya, tonkotsu, shoyu, dan miso bisa punya rasa yang sama-sama gurih, tetapi dengan karakter yang berbeda. Nah, sebenarnya apa yang bikin kuah ramen terasa begitu kaya dan nagih? Yuk, kupas rahasianya satu per satu!

  1. 1. Kaldu dimasak lama untuk mengeluarkan rasa dari bahan

    ilustrasi panci untuk merebus kuah
    ilustrasi panci untuk merebus kuah (freepik.com/valeria_aksakova)

    Salah satu kunci penting dalam kaldu ramen yang kaya rasa adalah proses memasaknya. Bahan-bahan seperti tulang, daging, ikan, dan sayuran dimasak bersama selama periode tertentu agar rasa dan elemen pembentuknya meresap ke dalam kuah. Jadi, ini bukan sekadar air rebusan biasa, lho, karena proses ini membuat kaldu lebih kaya rasa.

    Pada beberapa jenis ramen, kaldu bahkan dimasak dalam waktu lebih lama dengan berbagai teknik sesuai dengan karakter yang ingin dicapai. Kaldu dari tulang, misalnya, dapat dibuat melalui perebusan yang menghasilkan kuah dengan kekentalan dan tekstur yang lebih pekat. Gak heran kalau dengan mencicipi kuahnya, rasa gurihnya sudah terasa penuh di mulut.

  2. 2. Tulang dan daging menyumbang rasa gurih alami

    ilustrasi daging untuk membuat kaldu
    ilustrasi daging untuk membuat kaldu (magnific.com/azerbaijan_stockers)

    Kaldu ramen dapat memiliki rasa yang sangat lezat karena bahan-bahannya memang memiliki banyak komponen yang membentuk rasa. Tulang, daging, dan hasil laut punya senyawa yang dapat memberikan rasa umami, yaitu sensasi gurih yang membuat makanan terasa lebih nikmat. Semakin beragam bahan yang digunakan, semakin kompleks pula rasa yang tercipta dalam kaldunya.

    Sebagai contoh, pada tonkotsu, tulang babi direbus hingga menghasilkan kuah yang kental dan kaya rasa. Proses memasak yang lama berfungsi untuk mengekstrak komponen dari tulang dan jaringan sekitarnya, sehingga karakter kaldu menjadi lebih kuat. Inilah salah satu alasan kenapa tonkotsu memiliki rasa yang sangat bold dan terasa "nempel" di lidah.

  3. 3. Umami jadi alasan kuah ramen terasa nagih

    ilustrasi rumput laut kering
    ilustrasi rumput laut kering (magnific.com/evening_tao)

    Kalau kamu pernah merasakan kuah ramen terasa lebih gurih daripada sup biasa, kemungkinan besar peran umami di dalamnya. Umami adalah salah satu rasa dasar yang berasal dari senyawa seperti glutamat, dan bisa ditemukan secara alami dalam berbagai bahan, termasuk daging, ikan, rumput laut, dan beberapa sayuran. Sensasi ini menjadikan rasa gurih lebih mendalam, bukan sekadar asin.

    Menariknya, bahan-bahan tersebut dapat digabungkan untuk menciptakan rasa yang lebih kompleks. Kombu atau rumput laut, misalnya, sering kali dijadikan salah satu sumber umami dalam masakan Jepang. Jadi, ketika kuah ramen terasa gurih, ada banyak lapisan rasa yang berkolaborasi, bukan hanya garam saja.

  4. 4. Bumbu tare membuat rasa kaldu makin kuat

    ilustrasi shoyu tare
    ilustrasi shoyu tare (freepik.com/azerbaijan_stockers)

    Kaldu yang sudah memiliki rasa beragam masih memerlukan satu komponen penting, yaitu tare. Secara sederhana, tare adalah bumbu konsentrat yang ditambahkan ke kaldu untuk memberikan rasa utama dalam ramen. Karena memiliki sifat yang pekat, sedikit saja bisa membuat semangkuk kuah terasa jauh lebih berbumbu.

    Jenis tare yang digunakan juga menentukan karakter dari ramen yang kamu nikmati. Shoyu tare memberikan nuansa gurih dan asin yang berasal dari kecap kedelai, sementara miso tare menyuguhkan rasa yang lebih kaya dan kompleks dari pasta miso. Jadi, kombinasi tare dan kaldu inilah yang membuat rasa ramen gak terasa datar.

  5. 5. Lemak ikut membuat rasa ramen terasa lebih kaya

    ilustrasi merebus air untuk membuat kaldu sapi
    ilustrasi merebus air untuk membuat kaldu sapi (freepik.com/drobotdean)

    Selain cita rasa gurih, tekstur kuah juga berperan penting dalam pengalaman menyantap ramen. Lemak dari bahan seperti daging dan tulang bisa memberikan sensasi yang lebih lembut serta membuat rasa lebih lama di mulut. Itulah kenapa kuah ramen yang banyak lemak sering kali terasa lebih "nendang" daripada kuah yang lebih ringan.

    Pada beberapa jenis ramen, minyak beraroma juga ditambahkan secara sengaja sebagai sentuhan tambahan. Minyak bawang putih, minyak wijen, atau minyak ayam dapat menghadirkan aroma sekaligus menambah lapisan rasa pada kuah. Maka, kalau hanya mencium aroma saja sudah membuat perut keroncongan, bukan kebetulan, lho.

  6. 6. Kombinasi bahan membuat rasa gurihnya berlapis

    ilustrasi spicy chicken ramen kuah shoyu
    ilustrasi spicy chicken ramen kuah shoyu (freepik.com/freepik)

    Rahasia lain dari kuah ramen yang terasa kaya adalah penggunaan beragam sumber rasa secara bersamaan. Kaldu memberikan dasar rasa, tare memperkuat karakter asin dan gurih, sementara bahan seperti kombu, jamur, atau ikan kering menambah lapisan umami. Ketika semua komponen ini bersatu dalam satu mangkuk, rasa yang dihasilkan menjadi jauh lebih mendalam.

    Menariknya, setiap tempat atau pembuat ramen memiliki resep khas meskipun jenis ramennya sama. Ada yang menekankan pada rasa kaldu, ada yang lebih pada tare, dan ada pula yang fokus pada aroma minyak atau topping. Perbedaan kecil inilah yang menjadikan pengalaman menikmati ramen bisa terasa berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya.

    Jadi, rasa gurih pada kaldu ramen ternyata bukan cuma soal menambahkan banyak garam atau bumbu, melainkan hasil dari perpaduan bahan, teknik memasak, umami, tare, hingga minyak beraroma. Setiap elemen punya perannya sendiri untuk membuat kuah terasa lebih kaya, dalam, dan bikin ingin menyeruput sampai tetes terakhir. Nah, lain kali makan ramen, coba perhatikan kuahnya lebih saksama, siapa tahu kamu jadi makin bisa menikmati setiap lapisan rasanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More