ilustrasi sapin-sapin (pixabay.com/tifanitopan)
Bahan dasarnya dari tepung ketan, berlapis, dan teksturnya legit, sapin-sapin khas Filipina juga mirip dengan kue tradisional khas Indonesia, yaitu kue lapis basah. Sapin-sapin identik dengan tiga warna khas, yaitu ungu, putih, dan kuning. Nah, ciri khas tersebut membedakan dengan kue lapis basah khas Indonesia yang lebih bervariasi.
Warna kuning berasal dari ekstrak nangka, warna putih versi rasa original alias tidak ada tambahan ekstrak apa pun, dan ungu yang tentunya berasal dari ube. Bagian atas sapin-sapin terdapat topping berupa latik, semacam endapan santan yang disangrai hingga kecokelatan.
Keberadaan latik sendiri jadi rasa gurih di antara perpaduan rasa manis kalem kue, lho. Kue tradisional yang anti bikin enek, deh!