Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Makanan Musim Gugur di Jepang, Cocok Disantap saat Udara Dingin

4 min read
5 Makanan Musim Gugur di Jepang, Cocok Disantap saat Udara Dingin
ilustrasi buah kesemek (magnific.com/chandlervid85)
  • Musim gugur di Jepang menghadirkan makanan hangat dan bernutrisi, dengan aroma ubi panggang yang umum dijumpai saat cuaca mulai berangin dan dingin.
  • Kastanye, ikan sanma, dan jamur matsutake menjadi pilihan utama: kastanye dijual hangat, sanma dipanggang, sedangkan matsutake langka dan bernilai mahal.
  • Kesemek serta ubi jalar juga melambangkan musim gugur; kesemek tersedia dalam varietas manis dan pahit, sementara ubi diolah sebagai yaki imo atau daigaku-imo.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di Eropa dan Amerika, musim gugur identik dengan labu. Bukan hanya sebagai hiasan untuk Halloween, labu juga diolah menjadi berbagai makanan. Hal yang sama ternyata juga berlaku di Jepang. Gak banyak yang tahu kalau makanan Jepang menyesuaikan dengan musim, lho.

Saat musim gugur tiba, kamu akan mencium aroma ubi panggang di mana-mana. Selain itu, orang Jepang juga senang mengonsumsi makanan berkuah hangat atau makanan bernutrisi tinggi. Kalau belum tahu, ini lima makanan khas musim gugur di Jepang. Kamu udah coba yang mana?

  1. 1. Chestnut

    ilustrasi semangkuk chestnut
    ilustrasi semangkuk chestnut (magnific.com/Azerbaijan_stockers)

    Chestnut, atau yang dalam bahasa Jepang disebut kuri, merupakan simbol musim gugur di Jepang. Saat musim gugur, kamu akan menemukan banyak pedagang yang menjual sekantong chestnut panggang atau yakikuri di jalanan. Rasanya manis dan gurih, lalu disajikan dalam keadaan masih hangat sehingga cocok dikonsumsi saat udara sedang dingin.

    Selain dipanggang, chestnut juga disajikan dalam bentuk makanan manis atau gurih. Salah satu menu yang paling populer adalah kuri-gohan, yaitu kacang kastanye dan biji wijen hitam yang disantap dengan nasi putih.

  2. 2. Ikan sanma

    ilustrasi ikan sanma
    ilustrasi ikan sanma (unsplash.com/engin akyurt)

    Sanma, yang berarti "ikan pedang musim gugur", merupakan jenis ikan yang banyak ditemukan selama musim gugur di Jepang. Makanya, gak heran kalau ikan ini sering muncul dalam menu mereka. Ikan sanma sendiri memiliki rasa yang kaya, mirip dengan rasa ikan makarel, tetapi dengan profil rasa yang lebih lembut dan halus.

    Ikan sanma segar kemudian diasinkan, lalu dipanggang. Proses pemanggangan ini menghasilkan kulit luar yang renyah dan daging yang lembut di dalam. Sanma yang sudah matang kemudian disajikan dengan sup miso dan nasi. 

  3. 3. Jamur matsutake

    ilustrasi jamur matsutake
    ilustrasi jamur matsutake (commons.m.wikimedia.org/Tomomarusan)

    Matsutake merupakan jamur yang tumbuh di hutan pinus di Jepang dan wilayah Asia Timur. Di Jepang, harga jamur matsutake sangat mahal karena jamur ini cukup sulit ditemukan dan hanya tumbuh saat musim gugur hingga pertengahan musim dingin.

    Jamur matsutake dapat diolah menjadi berbagai hidangan, termasuk dobin mushi atau sup lembut yang dimasak di dalam teko. Cara lainnya untuk mengolah jamur matsutake adalah dengan memanggangnya bersama sedikit kecap dan memakannya dengan nasi. Rasanya kaya dengan sentuhan rempah dan sedikit rasa manis yang khas.

  4. 4. Buah kesemek

    ilustrasi buah kesemek
    ilustrasi buah kesemek (magnific.com/chandlervid85)

    Iya, kamu gak salah dengar. Buah kesemek ternyata sangat disukai karena rasanya yang manis, berair, dan teksturnya yang tinggi. Orang Jepang menyebut buah ini dengan sebutan kaki. Kesemek yang berwarna oranye cerah dianggap melambangkan musim gugur di Jepang. Kesemek sendiri berasal dari China dan masuk ke Jepang sejak 1.000 tahun lalu.

    Buah ini terbagi menjadi dua varietas, yakni kesemek non-astringent atau amagaki dan kesemek astringent alias shibugaki. Kesemek amagaki berbentuk bulat seperti labu dan dapat dimakan langsung setelah matang. Sedangkan kesemek shibugaki berbentuk lonjong dan rasanya pahit. Untuk menghilangkan rasa pahitnya, shibugaki akan dijemur di bawah sinar matahari hingga rasanya berubah menjadi manis dan lezat.

  5. 5. Ubi jalar

    ilustrasi ubi panggang
    ilustrasi ubi panggang (magnific.com/magnific)

    Musim gugur gak akan lengkap kalau belum makan ubi jalar atau satsumaimo. Bisa dibilang, ubi jalar merupakan simbol klasik dari musim gugur dan musim dingin di Jepang.

    Ubi biasanya dipanggang secara perlahan hingga mengeluarkan cairan alami seperti madu yang memiliki rasa manis. Orang Jepang sangat menyukai ubi panggang atau yaki imo yang dijual menggunakan truk kecil. Salah satu alasannya adalah bahwa makanan ini selalu disajikan saat masih panas, sehingga membuat tangan terasa hangat saat memegangnya.

    Selain dipanggang, ubi jalar juga diolah menjadi daigaku-imo atau manisan yang terbuat dari ubi goreng dan sirup gula karamel. Manisan ini paling sering dijual di dekat perguruan tinggi dan menjadi favorit banyak mahasiswa saat musim gugur.

    Setiap musim memiliki cuaca yang berbeda. Di musim gugur, cuacanya cenderung berangin dan lebih dingin. Makanya, makanan manis dan hangat sangat disukai. Jika kamu punya rencana berkunjung ke Jepang pada musim gugur tahun ini, jangan lupa mencicipi beberapa makanan di atas, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More