Ilustrasi kacang panggang (pexels.com/Engin Akyurt)
Kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, kedelai, dan berbagai olahannya dapat menjadi pilihan sumber protein nabati. Makanan seperti tahu, tempe, atau kacang-kacangan juga bisa dikombinasikan dengan sayuran dalam satu menu. Selain protein, kelompok makanan ini dapat menyediakan serat dan sejumlah mineral. Pilihan tersebut cukup fleksibel untuk menu rumahan karena bisa dimasak menjadi sup, tumisan, pepes, atau hidangan lainnya.
Kacang-kacangan juga dapat membantu membuat menu terasa lebih mengenyangkan. Namun, bentuk olahannya tetap perlu diperhatikan. Kacang yang digoreng dengan banyak minyak atau diberi banyak gula tentu memiliki profil gizi yang berbeda dari kacang yang direbus atau diolah secara sederhana. Kamu gak perlu menghindari semua makanan olahan, tetapi bisa lebih sering memilih metode masak yang sesuai dengan kebutuhan. Variasi sumber protein antara hewani dan nabati juga bisa membuat pola makan menjadi lebih beragam.
Musim hujan gak membuat tubuh tiba-tiba membutuhkan satu makanan tertentu yang wajib dikonsumsi setiap hari. Yang lebih penting adalah menjaga pola makan tetap beragam dan memenuhi kebutuhan zat gizi sesuai kondisi masing-masing. Sup sayur, ikan, telur, buah, serta kacang-kacangan bisa menjadi beberapa pilihan yang mudah dimasukkan ke menu harian. Kamu juga tetap membutuhkan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah yang sesuai. Porsi dan kebutuhan setiap orang tentu dapat berbeda.
Selain makanan, jangan lupa tetap memenuhi kebutuhan cairan meskipun rasa haus mungkin gak sekuat saat cuaca panas. Kebersihan bahan makanan dan cara memasak juga perlu diperhatikan karena musim hujan dapat meningkatkan risiko kontaminasi pada kondisi tertentu. Pilih bahan yang segar, simpan makanan dengan benar, dan pastikan makanan dimasak secara matang. Jadi, gak perlu bingung mencari makanan “khusus musim hujan”. Cukup prioritaskan menu yang beragam, bergizi, aman, dan sesuai kebutuhan tubuhmu.