ilustrasi porterhouse steak (commons.wikimedia.org/Naotake Murayama from San Francisco, CA, USA)
Kalau bicara steakhouse mewah, Amerika Serikat jelas punya reputasi besar. Dari porterhouse, rib-eye, sampai filet mignon, pilihan potongannya sangat luas. Budaya steakhouse Amerika berkembang pesat sejak abad ke-19 dengan suasana ruang makan gelap, porsi besar, dan side dish yang indulgent. Gaya ini membuat steak terasa sebagai simbol kemewahan.
Chef Angie Mar menggambarkan bahwa identitas steak Amerika juga lahir dari budaya campuran banyak imigran. Karena itu, selain porterhouse dan rib-eye, burger juga sering dianggap sebagai bentuk steak paling autentik ala Amerika.
Tradisi memanggang di halaman rumah setelah Perang Dunia II juga memperkuat hubungan steak dengan momen kumpul keluarga. Kalau kamu suka steak tebal dengan vibe klasik, Amerika punya daya tarik yang susah ditolak.
Kalau ditanya siapa penguasa steak terenak di dunia, jawabannya sebenarnya tergantung selera kamu sendiri. Argentina unggul dalam tradisi asado, Jepang memikat lewat wagyu premium, sementara Amerika menang pada pengalaman steakhouse klasik. Italia, Brasil, dan Prancis juga punya karakter yang sama kuatnya dengan gaya khas masing-masing.
Serunya justru ada pada perbedaan teknik, budaya, dan cara menikmatinya. Jadi, dari enam negara ini, steak gaya mana yang paling bikin kamu lapar?