Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Garam Kosher Sering Dipakai untuk Memasak Steak?

Kenapa Garam Kosher Sering Dipakai untuk Memasak Steak?
ilustrasi garam kosher (pexels.com/Evgeniy Alekseyev)
Intinya Sih
  • Garam kosher dipilih banyak chef karena butirannya besar, mudah dikontrol, dan membantu distribusi rasa garam lebih merata di seluruh permukaan steak.
  • Butiran garam kosher membantu proses browning pada daging, menciptakan permukaan kecokelatan yang menggugah selera tanpa mengurangi kelembutan bagian dalam steak.
  • Garam kosher memberikan rasa asin yang seimbang dan alami, cocok untuk berbagai teknik memasak steak seperti pan-seared, grilled, maupun dry brining.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Banyak orang menganggap semua jenis garam akan memberikan hasil yang sama saat digunakan untuk memasak steak. Padahal, jenis garam yang dipakai ternyata dapat memengaruhi cita rasa, tekstur permukaan, hingga kelembutan daging setelah matang, lho.

Kalau belum tahu, banyak chef dan restoran steak lebih memilih garam kosher dibanding garam dapur biasa untuk mendapatkan hasil masakan yang lebih maksimal. Butiran garam yang lebih besar dianggap mampu menempel lebih merata dan membantu membentuk permukaan steak  yang lebih menggoda saat dimasak.

Meski sering disebut-sebut dalam dunia kuliner, masih banyak orang yang belum benar-benar memahami alasan garam kosher begitu diandalkan untuk steak. Nah, supaya gak penasaran lagi, cari tahu kenapa garam kosher sering jadi pilihan utama saat memasak steak melalui ulasan berikut ini!

1. Butiran garam kosher lebih besar dan mudah dikontrol

ilustrasi garam kosher
ilustrasi garam kosher (pexels.com/Castorly Stock)

Salah satu alasan utama garam kosher sering dipakai untuk steak adalah ukuran butirannya yang lebih besar dibandingkan dengan garam dapur biasa. Bentuk seperti ini membuat garam lebih mudah diambil dengan tangan dan ditaburkan secara merata di seluruh permukaan daging. Saat memasak steak, distribusi garam yang seimbang sangat penting agar rasa gurih tidak menumpuk di satu bagian saja.

Banyak chef memilih garam kosher karena lebih mudah dikontrol saat ditaburkan, sehingga rasa steak tetap gurih tanpa terlalu asin. Ukuran butirannya yang besar juga membantu membentuk permukaan steak yang lebih kering dan optimal saat terkena panas tinggi. Meski terlihat sederhana, detail kecil seperti ini ternyata sangat berpengaruh terhadap tekstur, aroma, dan hasil akhir steak yang matang lebih maksimal.

2. Membantu membentuk permukaan steak yang lebih lezat

ilustrasi memotong steak
ilustrasi memotong steak (freepik.com/bublikhaus)

Garam kosher juga dikenal mampu membantu menghasilkan permukaan steak yang lebih kecokelatan dan menggugah selera. Saat ditaburkan sebelum proses memasak, garam akan membantu menarik sedikit kelembapan dari permukaan daging. Setelah terkena panas, permukaan tersebut lebih mudah mengalami proses browning atau karamelisasi yang membuat aroma steak terasa semakin kuat.

Hal inilah yang sering membuat steak ala restoran memiliki permukaan kecokelatan yang menggoda, tetapi tetap lembut dan juicy di bagian tengah. Garam kosher mampu mendukung proses tersebut karena butirannya larut lebih perlahan dibandingkan dengan garam halus biasa, sehingga penyerapan rasa menjadi lebih merata. Alhasil, steak terasa lebih gurih, juicy, dan memberikan sensasi yang jauh lebih memuaskan saat disantap.

3. Rasa asin terasa lebih seimbang di lidah

ilustrasi makan steak
ilustrasi makan steak (unsplash.com/Louis Hanse)

Walaupun sama-sama memberikan rasa asin, garam kosher sering dianggap menghasilkan cita rasa yang lebih lembut dan tidak terlalu menusuk di lidah dibandingkan dengan garam dapur biasa. Ukuran butirannya yang lebih besar membuat garam larut secara bertahap saat menempel pada permukaan daging selama proses memasak. Karena itulah rasa gurih pada steak terasa lebih merata, seimbang, dan tidak berlebihan ketika disantap.

Banyak orang merasa steak yang memakai garam kosher memiliki rasa gurih yang lebih alami dan tidak berlebihan. Selain memperkuat cita rasa daging, garam ini juga membantu karakter asli steak tetap terasa jelas. Karena alasan itu, garam kosher sering menjadi pilihan utama dalam teknik memasak steak sederhana dengan bumbu minimalis.

4. Gak bikin rasa steak terlalu asin

ilustrasi menaburkan garam pada daging
ilustrasi menaburkan garam pada daging (freepik.com/mdjaff)

Kesalahan paling umum saat memasak steak adalah penggunaan garam yang terlalu banyak tanpa disadari. Garam dapur yang sangat halus biasanya lebih padat sehingga mudah membuat rasa steak menjadi terlalu asin. Berbeda dengan itu, garam kosher memiliki tekstur yang lebih ringan dan renggang sehingga volumenya terlihat banyak meski kandungan garamnya tidak sepadat garam halus.

Karakter garam kosher yang tidak terlalu padat membuat proses memberi bumbu pada steak terasa lebih mudah diatur, terutama bagi orang yang masih belajar memasak steak sendiri di rumah. Banyak orang memilih garam ini karena membantu mengurangi risiko steak menjadi terlalu asin akibat penggunaan bumbu yang berlebihan. Jika digunakan dengan takaran yang pas, garam kosher mampu memperkuat rasa gurih daging tanpa menghilangkan cita rasa alami steak itu sendiri.

5. Cocok dipakai untuk berbagai teknik memasak steak

ilustrasi memasak steak
ilustrasi memasak steak (pexels.com/Deane Bayas)

Keunggulan lain dari garam kosher adalah fleksibilitasnya saat digunakan dalam berbagai metode memasak steak. Garam ini cocok dipakai untuk pan-seared steak, grilled steak, hingga teknik dry brining yang cukup populer di kalangan pencinta daging. Dalam metode dry brining, steak biasanya didiamkan bersama garam selama beberapa waktu agar bumbu meresap lebih baik ke dalam daging.

Garam kosher banyak digunakan karena dapat membantu mempertahankan kelembapan steak sehingga daging tetap terasa juicy setelah dimasak. Teksturnya yang lebih kasar juga membuat garam menempel lebih merata di permukaan daging tanpa cepat larut saat terkena panas awal. Kombinasi inilah yang membuat garam kosher sering dianggap sebagai trik sederhana untuk menghasilkan steak rumahan dengan rasa yang lebih gurih dan tekstur yang lebih nikmat.

Memasak steak yang lezat ternyata bukan hanya soal memilih daging berkualitas, tetapi juga menentukan jenis garam yang tepat. Garam kosher membantu rasa steak menjadi lebih seimbang, teksturnya tetap juicy, dan permukaannya terasa lebih menggugah selera saat disantap. Jadi, kalau ingin hasil steak rumahan terasa lebih maksimal seperti di restoran, gak ada salahnya mulai mencoba memakai garam kosher saat memasak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More