Comscore Tracker

6 Kuliner Unik di Pulau Jawa yang Keberadaannya Terancam Punah

Padahal enak-enak lho rasanya #LokalIDN

Hanya ada pada saat bulan Ramadan tiba, membuat banyak orang khususnya yang tinggal di luar Provinsi Banten, tidak begitu mengenal kuliner bernama ketan bintul.

Sajian berbuka puasa tersebut berupa ketan kukus yang dihidangkan dengan taburan serundeng. Ketan bintul ternyata sudah ada lama sejak abad ke-16 dan usut punya usut ternyata merupakan makanan kesukaan sultan.

Termasuk kuliner unik yang langka, keberadaan ketan bintul pun terancam punah. Nasib yang sama juga menimpa enam kuliner unik di Pulau Jawa ini. Apa saja?

1. Rabeg 

6 Kuliner Unik di Pulau Jawa yang Keberadaannya Terancam Punahinstagram.com/miasidqi

Sama-sama berbahan daging kambing, rabeg bukanlah tongseng atau gulai. Rabeg merupakan kuliner unik sejenis semur daging yang bercita rasa manis dan kaya rempah.

Kuliner asal Banten ini adalah makanan akulturasi budaya Arab dan Indonesia. Menjadi makanan kesukaan para sultan, tak menjamin keberadaannya mudah dijumpai di beberapa wilayah Banten.

Sebab itu, kuliner unik yang nikmat banget disandingkan dengan nasi hangat ini keberadaannya terancam punah.

2. Kadedemes 

6 Kuliner Unik di Pulau Jawa yang Keberadaannya Terancam Punahinstagram.com/subardini_rahayu

Sayang dibuang adalah artian dari kadedemes. Sebab itu, kuliner unik ini dibuat dari kulit singkong yang pada umumnya dibuang orang ketimbang mengolahnya.

Tapi hal itu tak berlaku di Jawa Barat khususnya Sumedang, karena masyarakat sekitar mengolah kulit singkong menjadi tumis nan lezat yang dihidangkan sebagai lauk pendamping nasi.

Meskipun sayang dibuang, lambat laun eksistensi kadedemes mulai redup. Banyak orang juga yang mempertimbangkan nilai gizinya sehingga kadedemes kini terbilang jadi kuliner langka.

3. Jadah tempe 

6 Kuliner Unik di Pulau Jawa yang Keberadaannya Terancam Punahinstagram.com/jadahtempe.mbahcarik

Jadah tempe adalah sepasang makanan yang saling melengkapi. Yang satu punya rasa gurih dan satunya lagi bercita rasa manis. Sayangnya, pasangan kuliner unik asal Kaliurang, Yogyakarta ini keberadaannya hampir punah termakan zaman.

Jadah tempe sendiri mempertemukan gurihnya jadah, makanan yang terbuat dari ketan dan kelapa parut, dengan tempe yang diolah bacem. Cara menikmatinya layaknya sandwich yang digabungkan jadi satu dan biasanya dikunyah bersama cabai rawit.

Baca Juga: 10 Nama Makanan Unik Khas Indonesia, Jangan Berpikiran Jorok!

4. Lumpia duleg 

6 Kuliner Unik di Pulau Jawa yang Keberadaannya Terancam Punahinstagram.com/bejojajan

Saus manis asam dan cabai rawit adalah dua pelengkap yang tak boleh terpisahkan dari lumpia duleg. Lumpia ini punya ukuran yang lebih langsing, berkulit tipis, dan teksturnya lentur.

Lumpia duleg juga memiliki isi berupa tumis taoge. Para penjual lumpia duleg biasanya menjajakan dagangannya dengan menggayuh sepeda. Sayangnya, kuliner unik asal Delanggu, Klaten ini keberadaannya hampir punah karena digeser oleh jajanan kekinian.

5. Semanggi 

6 Kuliner Unik di Pulau Jawa yang Keberadaannya Terancam Punahinstagram.com/rezafatkh

Semanggi bukanlah nama daerah di Jakarta, melainkan kuliner unik asal Surabaya. Keberadaan daun semanggi yang mulai sulit dicari menjadi alasan kenapa kuliner ini hampir punah.

Semanggi mirip dengan pecel, hanya saja identik dengan daun semanggi dan taoge. Bumbu kacang pada semanggi juga diberi tambahan ketela rambat sehingga teksturnya lebih kental dan padat.

6. Gabus pucung 

6 Kuliner Unik di Pulau Jawa yang Keberadaannya Terancam Punahinstagram.com/dimasdreamer

Sesuai namanya, gabus pucung berbahan dasar dari ikan gabus. Gabus pucung bercita rasa manis dan sedikit pedas. Kuahnya yang berwarna hitam legam, berasal dari kluwek yang sering digunakan pada rawon.

Kuliner khas Betawi ini juga masuk dalam kategori makanan yang hampir punah. Karena gabus pucung umumnya hanya dijual oleh orang yang betul-betul asli Betawi.

Wah, menggiurkan lidah banget ya! Gak mau kan enam kuliner unik di atas hilang dimakan zaman? Sebab itu, share informasi ini sebanyak-banyaknya dan ikut berpartisipasi dalam melestarikannya.

Baca Juga: 10 Makanan Khas Indonesia yang Paling Disukai Bule, Enak Banget Sih!

Tifani Topan Photo Verified Writer Tifani Topan

(Food & Travel Enthusiast) Mohon maaf jika terjadi kesalahan penulisan maupun informasi. Terima kasih

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

yummy-banner

Topic:

  • Febrianti Diah Kusumaningrum

Berita Terkini Lainnya