Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Konsumsi Protein agar Tidak Kehilangan Massa Otot saat Puasa
ilustrasi otot lengan (freepik.com/jcomp)
  • Pastikan konsumsi protein cukup setiap hari agar otot tidak terpakai sebagai energi.

  • Sebar asupan protein merata pada setiap waktu makan untuk penyerapan optimal.

  • Jangan kurangi kalori terlalu ekstrem dan tetap aktif agar tubuh tetap sehat selama puasa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Puasa kerap jadi momen untuk menurunkan berat badan, tapi sayangnya yang hilang bukan hanya lemak. Kalau pola makan kurang tepat, massa otot juga bisa ikut terkikis. Padahal, otot itu penting sekali, bukan hanya untuk bentuk tubuh, tapi juga untuk metabolisme dan energi harian.

Selama Ramadan, tubuh kita mengalami perubahan pola makan dan jam biologis. Asupan protein yang biasanya tersebar dari pagi sampai malam jadi terbatas saat sahur dan berbuka. Jika tidak diatur dengan baik, risiko kehilangan massa otot makin besar. Nah, agar puasa tetap lancar tanpa drama otot menyusut, ini tips konsumsi protein yang bisa kamu terapkan.

1. Jangan anggap protein hanya penting untuk yang latihan

ilustrasi olahraga angkat beban (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Banyak orang berpikir protein itu hanya untuk yang rutin angkat beban. Padahal, protein itu zat gizi esensial yang dibutuhkan semua orang untuk memperbaiki dan membangun jaringan tubuh, termasuk otot. Saat puasa, tubuh cenderung memakai cadangan energi. Kalau asupan protein kurang, tubuh bisa mengambil asam amino dari otot sebagai sumber energi tambahan. Jadi walau kamu tidak sedang olahraga berat, tetap butuh protein cukup setiap hari.

2. Penuhi kebutuhan protein harian, bukan sekadar “ada”

ilustrasi daging, salah satu sumber protein (pexels.com/Lukas)

Idealnya, orang dewasa membutuhkan sekitar 0,8–1 gram protein per kilogram berat badan per hari. Kalau berat badanmu 60 kg, berarti minimal butuh 48–60 gram protein per hari. Bahkan, bagi yang aktif atau ingin menjaga massa otot bisa lebih tinggi lagi.

Masalahnya, banyak orang hanya makan gorengan dan kolak saat berbuka, lalu sahur seadanya. Asupan protein jadi minim. Coba pastikan setiap waktu makan, baik berbuka, makan malam, dan sahur, selalu ada sumber protein, seperti telur, ayam, ikan, tahu, tempe, atau kacang-kacangan.

3. Bagi asupan protein dalam 2–3 waktu

ilustrasi sumber protein (pixabay.com/RitaE)

Karena waktu makan terbatas, penting untuk membagi protein secara merata. Jangan habiskan semua protein hanya saat berbuka, lalu sahur cuma makan nasi dan mi instan. Tubuh lebih optimal menyerap protein jika dikonsumsi bertahap. Ini gambarannya.

  • Berbuka: 15–25 gram protein

  • Makan Malam: 15–20 gram

  • Sahur: 20–30 gram

Dengan cara ini, tubuh punya pasokan asam amino lebih stabil sepanjang malam hingga menjelang siang.

4. Prioritaskan protein berkualitas tinggi

ilustrasi ikan, salah satu sumber protein (pixabay.com/Oziel Gómez)

Protein hewani, seperti telur, ayam, ikan, daging, dan susu, mengandung asam amino esensial lengkap. Salah satu yang penting untuk menjaga massa otot adalah leusina, yang berperan dalam merangsang sintesis protein otot. Bukan berarti protein nabati kalah, ya. Tahu, tempe, dan kacang juga bagus, apalagi kalau dikombinasikan. Jadi, pola makan seimbang tetap jadi kunci.

5. Hindari defisit kalori berlebihan

ilustrasi makanan sehat (pexels.com/Anthony Shkraba)

Memang banyak sekali yang ingin sekalian diet saat puasa. Namun, kalau defisit kalori terlalu ekstrem, tubuh akan mencari sumber energi alternatif, termasuk dari otot. Jadi, pastikan kebutuhan kalori tetap tercukupi. Fokus pada makanan utuh, bukan sekadar sedikit makan demi angka timbangan turun cepat. Berat badan boleh turun, tapi jangan sampai yang hilang justru otot.

Puasa bukan alasan untuk kehilangan massa otot. Dengan strategi konsumsi protein yang tepat, kamu tetap bisa menjaga komposisi tubuh tetap ideal. Kuncinya sederhana. Cukupi asupan protein dengan mengonsumsi merata pada waktu makan. Jangan terlalu ekstrem dalam membatasi makan. Selain itu, tetaplah aktif. Pada akhirnya, tujuan puasa bukan hanya menahan lapar, melainkan juga merawat tubuh dengan lebih sadar. Jadi, yuk, atur menu dari sekarang agar otot tetap aman sampai Lebaran nanti!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎