Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Membuat Dadar Gulung yang Sempurna dan Antigagal

4 min read
5 Tips Membuat Dadar Gulung yang Sempurna dan Antigagal
ilustrasi dadar gulung (commons.wikimedia.org/Sitt Mulya)
  • Konsistensi adonan harus encer namun tetap melapisi spatula; saring adonan dan uji satu dadaran agar kulit tipis, lentur, serta tidak mudah robek.
  • Panaskan teflon dengan api sedang-kecil hingga air berdesis, lalu oleskan minyak sangat tipis dan ratakan agar pori-pori kulit terbentuk serta mudah diangkat.
  • Masak unti kelapa hingga air menyusut tetapi tetap lembap, kemudian isi dan gulung kulit segera saat hangat agar hasilnya rapi, padat, dan tidak pecah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Salah satu kue tradisional khas Indonesia yang selalu dicari oleh para pencinta kuliner adalah dadar gulung. Kulitnya yang lembut dan berpori dengan isian unti kelapa yang manis membuat jajanan pasar ini selalu laris manis.

Sayangnya, membuat dadar gulung yang mulus, lentur, dan memiliki pori-pori yang cantik sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para pemula di dapur. Tak jarang adonan justru menjadi terlalu tebal, robek saat digulung, atau bahkan permukaannya rata tanpa tekstur bopeng khasnya.

Padahal, dengan mengetahui teknik dan takaran yang tepat, kamu bisa menyajikan camilan legendaris ini dengan kualitas ala toko kue. Inilah beberapa tips yang dapat kamu terapkan dalam membuat dadar gulung yang sempurna dan antigagal.

  1. 1. Perhatikan konsistensi kekentalan adonan

    ilustrasi membuat adonan
    ilustrasi membuat adonan (pexels.com/Ron Lach)

    Kunci utama dari kulit dadar gulung yang lentur dan tipis terletak pada konsistensi adonan cairnya. Adonan tidak boleh terlalu kental karena akan membuat kulit menjadi tebal, kaku, dan mudah patah saat dilipat. Sebaliknya, jika adonan terlalu encer, kulit akan menjadi sangat rapuh dan mudah robek saat diberi isian unti kelapa.

    Untuk mendapatkan tekstur yang pas, pastikan kamu menyaring adonan tepung dan santan setelah diaduk rata agar tidak ada gumpalan yang tersisa. Ciri adonan yang ideal adalah encer, namun masih meninggalkan sedikit lapisan tipis di spatula ketika diangkat. Lakukan uji coba pada satu dadaran pertama untuk melihat apakah ketebalannya sudah sesuai dengan keinginan.

  2. 2. Gunakan wajan teflon yang sudah panas

    ilustrasi menuang adonan di atas teflon
    ilustrasi menuang adonan di atas teflon (pexels.com/Vlada Karpovich)

    Pori-pori pada kulit dadar gulung hanya bisa terbentuk jika adonan bertemu dengan permukaan wajan yang panas. Sebelum menuangkan adonan, pastikan wajan antilengket sudah dipanaskan dengan api sedang cenderung kecil.

    Jika wajan kurang panas, adonan tidak akan menjadi mulus seperti dadar telur biasa dan akan kehilangan tekstur khasnya. Namun, kamu juga harus berhati-hati agar wajan tidak terlalu panas hingga berasap, karena hal itu bisa membuat kulit cepat gosong sebelum matang.

    Untuk mengujinya, percikkan sedikit air ke atas wajan. Jika air langsung berdesis dan menguap, tandanya wajan sudah siap digunakan. Setelah itu, tuang satu sendok adonan sayur dan segera putar wajan dengan cepat agar menyebar rata.

  3. 3. Olesi wajan dengan minyak secara tipis dan merata

    ilustrasi memanaskan teflon
    ilustrasi memanaskan teflon (pexels.com/Annushka Ahuja)

    Meskipun menggunakan teflon antilengket, penggunaan sedikit minyak tetap diperlukan untuk membantu pembentukan motif pori-pori yang indah. Kesalahan yang sering dilakukan adalah menuangkan minyak terlalu banyak, yang justru membuat adonan menjadi licin dan menggumpal tak beraturan. Kulit dadar gulung pun akan menjadi terlalu berminyak dan tidak estetik.

    Cara terbaik adalah dengan mencelupkan tisu dapur atau kuas silikon ke dalam sedikit minyak goreng, lalu mengusapkannya secara tipis ke seluruh permukaan wajan. Lakukan proses pengolesan minyak ini setiap kali akan menuangkan adonan baru agar hasilnya konsisten dari dadaran pertama hingga akhir. Dengan trik ini, kulit dadar akan matang dengan motif yang merata dan sangat mudah diangkat.

  4. 4. Masak unti kelapa hingga kering tapi tetap lembap

    ilustrasi unti kelapa
    ilustrasi unti kelapa (vecteezy.com/Martanida Anggraini)

    Unti kelapa yang sempurna memegang peranan penting dalam menjaga keutuhan dadar gulung. Proses memasak kelapa parut dengan gula merah harus dilakukan hingga airnya benar-benar menyusut. Jika unti kelapa terlalu basah, kadar air tersebut akan merembes ke kulit dadar gulung dan membuatnya cepat lembek, robek, serta mudah basi.

    Kendati demikian, jangan memasak unti kelapa sampai terlalu kering seperti serundeng karena teksturnya akan menjadi sepah dan kurang nikmat saat digigit. Pastikan unti tetap memiliki kelembapan alami dari gula yang mengkaramelisasi dengan baik. Tambahkan selembar daun pandan saat memasak unti agar aromanya semakin harum dan menggugah selera.

  5. 5. Gulung adonan segera selagi hangat

    ilustrasi dadar gulung
    ilustrasi dadar gulung (vecteezy.com/Tyas Indayanti)

    Teknik melipat dan menggulung harus dilakukan pada waktu yang tepat untuk menghindari kulit yang pecah. Setelah kulit matang dan diangkat dari teflon, segera letakkan kulit dadar di atas talenan bersih atau piring datar. Jangan menunggu kulit sampai benar-benar dingin, karena tingkat kelenturannya akan menurun drastis seiring berkurangnya suhu panas.

    Beri isian unti kelapa secukupnya di bagian ujung, lalu lipat sisi kanan dan kirinya ke dalam sebelum akhirnya digulung ke depan dengan sedikit ditekan agar padat. Kulit yang masih hangat memiliki fleksibilitas tinggi dan daya rekat alami yang baik, sehingga gulungan akan terkunci rapat dan rapi. Lakukan proses ini dengan cekatan satu per satu begitu kulit selesai dicetak.

    Membuat dadar gulung yang cantik dan lezat ternyata tidak sesulit yang dibayangkan jika kamu sudah menguasai kelima teknik di atas. Mulai dari menjaga kekentalan adonan, mengatur suhu wajan, hingga cara menggulungnya, semuanya saling berkaitan untuk menghasilkan kue yang sempurna. Dengan latihan yang konsisten, kamu pasti bisa menyajikan jajanan pasar secara sempurna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More