Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Aman Makan Gorengan saat Buka Puasa

5 Cara Aman Makan Gorengan saat Buka Puasa
ilustrasi membeli gorengan untuk buka puasa (vecteezy.com/Dani Iksan)
Intinya Sih
  • Artikel membahas cara aman menikmati gorengan saat buka puasa tanpa mengorbankan kesehatan, dengan menekankan pentingnya pengendalian porsi dan pemilihan bahan yang tepat.
  • Ditekankan agar memilih gorengan yang digoreng dengan minyak baru atau bersih, serta menyeimbangkan konsumsi dengan makanan berserat dan air putih untuk menjaga pencernaan.
  • Disarankan makan perlahan, memberi jeda sebelum hidangan utama, dan mencoba alternatif gorengan lebih sehat seperti menggunakan air fryer atau tepung gandum utuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Gorengan seolah jadi menu wajib ketika azan magrib berkumandang, terutama setelah seharian berpuasa. Aroma gurih bakwan, risoles, sampai tahu isi memang menggoda selera, apalagi jika tersaji hangat dan masih renyah. Namun, di balik cita rasanya yang memanjakan lidah, terselip kekhawatiran soal minyak berlebih, kalori tinggi, hingga dampaknya bagi kesehatan tubuh.

Lalu, apakah benar kita harus sepenuhnya menghindari gorengan saat buka puasa? Tenang, kamu tetap bisa menikmatinya tanpa dihantui rasa bersalah, asalkan tahu trik dan batasannya. Yuk, simak lima cara aman makan gorengan saat buka puasa agar tetap nikmat, sehat, dan bikin Ramadanmu lebih nyaman!

1. Batasi porsi, jangan jadikan gorengan sebagai menu utama

Ilustrasi tempe goreng
ilustrasi tempe goreng (vecteezy.com/Reza Fahmi Kalkasandi)

Kunci utama menikmati gorengan saat buka puasa adalah mengontrol porsinya. Setelah seharian berpuasa, tubuh memang butuh asupan energi, tetapi bukan berarti kamu harus langsung menyantap banyak gorengan sekaligus. Cukup satu hingga dua potong sebagai takjil pembuka sebelum beralih ke makanan utama yang lebih bergizi.

Terlalu banyak menyantap gorengan dapat membuat perut terasa begah dan tidak nyaman, sekaligus memperlambat kerja sistem pencernaan. Selain itu, kandungan kalori dari minyak yang terserap tergolong tinggi dan berpotensi memicu kenaikan berat badan jika dikonsumsi terus-menerus. Dengan mengatur jumlahnya, kamu masih bisa menikmati kelezatannya tanpa perlu mengabaikan kesehatan tubuh.

2. Pilih gorengan yang digoreng dengan minyak baru atau bersih

ilustrasi minyak dengan suhu panas
ilustrasi minyak dengan suhu panas (pixabay.com/Hans)

Kualitas minyak berperan besar terhadap efek gorengan bagi kesehatan tubuh. Minyak yang dipakai berkali-kali cenderung mengalami proses oksidasi sehingga dapat membentuk zat yang kurang baik bagi tubuh. Karena itu, sebaiknya pilih gorengan yang dimasak menggunakan minyak segar atau yang terlihat bening dan tidak menghitam.

Minyak yang sudah kehitaman biasanya menandakan pemakaian berulang pada suhu tinggi. Mengonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak seperti ini berisiko meningkatkan kadar kolesterol jahat. Jadi, lebih selektif dalam memilih tempat membeli gorengan bisa menjadi langkah sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan.

3. Imbangi dengan makanan berserat dan air putih

ilustrasi makanan sehat rendah kalori
ilustrasi makanan sehat rendah kalori (freepik.com/freepik)

Supaya kondisi tubuh tetap terjaga, sebaiknya jangan hanya mengandalkan gorengan sebagai satu-satunya menu saat berbuka puasa. Lengkapi dengan buah, sayur, atau sumber serat lainnya agar proses pencernaan berjalan lebih maksimal. Serat berperan penting dalam memperlancar metabolisme sekaligus mengurangi rasa begah atau mual setelah mengonsumsi makanan yang tinggi minyak.

Selain itu, minum air putih yang cukup setelah berbuka membantu menetralisir rasa haus sekaligus menjaga hidrasi tubuh. Hindari langsung mengonsumsi minuman manis berlebihan karena bisa menambah asupan kalori harian. Kombinasi yang seimbang membuat kamu tetap bisa menikmati gorengan tanpa efek samping berlebihan.

4. Perhatikan waktu dan cara mengonsumsinya

Ilustrasi seseorang berbuka puasa.
Ilustrasi seseorang berbuka puasa. (pexels.com/Michael Burrows)

Saat azan Magrib berkumandang, sebaiknya mulai dengan porsi kecil dan makan secara perlahan. Mengunyah dengan baik membantu sistem pencernaan bekerja lebih ringan setelah seharian kosong. Jangan langsung makan dalam jumlah besar karena bisa memicu gangguan lambung.

Beri jeda sebelum menyantap hidangan utama supaya tubuh bisa menyesuaikan diri secara perlahan. Membiasakan diri makan dengan tempo yang tenang juga membuatmu lebih peka terhadap sinyal kenyang dari tubuh. Dengan cara ini, dorongan untuk mengambil gorengan tambahan pun bisa lebih mudah dikendalikan.

5. Coba alternatif gorengan yang lebih sehat

ilustrasi gorengan
ilustrasi gorengan (vecteezy.com/Dani Iksan)

Kini banyak alternatif gorengan yang lebih ramah bagi tubuh, seperti yang dimasak dengan teknik air fryer atau menggunakan tepung gandum utuh. Metode ini dapat mengurangi penggunaan minyak tanpa menghilangkan tekstur renyahnya. Kamu juga bisa membuat gorengan sendiri di rumah agar bahan dan kualitas minyak lebih terjamin.

Perbanyak porsi sayuran di dalamnya agar kandungan nutrisinya semakin optimal. Dengan sentuhan kreativitas sederhana, gorengan tetap dapat dinikmati sebagai hidangan favorit tanpa dihantui rasa khawatir. Alternatif yang lebih sehat ini membantu kamu menjaga harmoni antara cita rasa lezat dan asupan gizi yang dibutuhkan selama Ramadan.

Menikmati gorengan saat buka puasa sebenarnya bukan hal yang perlu dihindari sepenuhnya. Asalkan kamu tahu cara makan gorengan saat buka puasa yang aman serta bijak. Dengan menerapkan tips aman makan gorengan saat buka puasa, kamu tetap bisa merasakan nikmatnya takjil favorit tanpa mengganggu kesehatan. Jadi, sudah siap berbuka lebih cerdas dan tetap menikmati gorengan tanpa rasa bersalah?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Food

See More