Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sejarah Churros, Berasal dari China?

Sejarah Churros, Berasal dari China?
ilustrasi churros (unsplash.com/Camara Negra)

Churros merupakan gorengan yang memiliki tekstur renyah dan lembut di bagian dalam. Dengan tekstur dan rasa tersebut, churros kerap jadi teman sarapan bersama kopi. Bahkan, tak jarang churros jadi camilan sore hari yang bersama cokelat panas. Kenikmatan churros ini tak perlu diperdebatkan lagi.

Di balik kenikmatan churros, asal-usulnya masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan kuliner. Ada dua teori yang berkembang terkait dari mana camilan manis ini berasal. Teori pertama mengatakan dari China, tapi teori kedua mengatakan dari Spanyol. Lalu, seperti apa teori sejarah churros dan perkembangannya? Berikut ini penjelasannya.

1. Bukan dari Spanyol

ilustrasi churros
ilustrasi churros (pexels.com/Julia Filirovska)

Dikutip dari Span Food Sherpas, teori menyebutkan bahwa churros berasal dari China.  Churros masuk ke Spanyol melalui pedagang Portugis pada awal abad ke-16 atau sekitar 1513. Di China, makanan mirip churros ini dikenal dengan nama youtiao yang mirip cakwe di Indonesia. Kalau youtiao termasuk makanan asin, orang Portugis lebih memilih menambahkan gula sebagai pelengkap.

Teori lain mengatakan camilan ini dibawa oleh Marcopolo pada 1269. Selain itu, teori lain menyebutkan bahwa churros berasal dari Arab. Hal ini dikarenakan ada resep yang mirip dengan churros dalam manuskrip yang bertanggal abad ke-13. Namun, teori ini dibantah oleh sejarawan makanan Michael Krondl yang mengatakan bahwa adonan goreng sudah ada di buku masak Romawi abad ke-1.

2. Churros asli Spanyol

ilustrasi churros
ilustrasi churros (pexels.com/Yasin Onuş)

Berbeda dari teori pertama, pada teori kedua menyebutkan bahwa churros berasal dari daerah Castilla y Leon, Spanyol. Saat zaman pertengahan, para gembala tidak memiliki tempat terbuka yang cukup untuk memanggang roti. Oleh karena itu, menggoreng adonan menjadi cara terbaik dalam memasak roti sebagai sumber karbohidrat.

Mendukung teori tersebut, konon nama churros diambil dari jenis domba churra, domba asli daerah tersebut. Saat itu, churros yang bentuknya lurus dan tipis mirip dengan tanduk domba churra. Oleh karena itu, camilan manis ini disebut dengan churros.

3. Perkembangan churros

ilustrasi churros
ilustrasi churros (pixabay.com/Daria-Yakovleva)

Perkembangan churros tidak berhenti di Spanyol saja. Penjelajah Spanyol melakukan perjalanan dan membawa churros ikut serta bahkan menjadi tradisi kuliner mereka. Para imigran tersebut menjelajah ke berbagai wilayah termasuk Amerika latin khususnya di Meksiko dan Argentina.

Kini, churros bisa dinikmati di berbagai negara di dunia termasuk di Indonesia. Walaupun churros terhitung baru di Indonesia, tapi popularitasnya tak diragukan lagi. Churros kerap muncul di menu-menu kafe, restoran hingga makanan pinggir jalan dengan aneka topping seperti kayu manis, cokelat, dan gula.

4. Kreasi churros

ilustrasi churros
ilustrasi churros (pexels.com/Sabel Blanco)

Di Spanyol, churros dinikmati pagi hari bersama kopi dan sore hari bersama cokelat panas kental. Sedangkan di Meksiko, churros dikreasikan dengan isian yang beragam seperti cokelat, susu kental manis, selai buah dan karamel. Sedangkan di Argentina, churros disajikan dengan dulce de leche, susu kental manis yang dipanaskan hingga jadi karamel. Selain itu, churros juga kerap disajikan dengan es krim.

Tak hanya topping dan isi saja, churros juga mengalami perubahan bentuk dari masa ke masa. Awalnya, churros berbentuk lurus dan tipis, tapi kini telah berevolusi. Ada churros yang berbentuk batang lurus panjang, berbentuk spiral hingga berbentuk mirip simpul yang melingkar.

5. Cara membuat churros

ilustrasi churros
ilustrasi churros (unsplash.com/Ziph)

Semakin berkembangnya industri makanan, cara membuat churros juga mengalami banyak perubahan. Inti dari pembuatan churros hanya diperlukan tiga bahan, yaitu tepung terigu, air, dan garam. Namun kini, churros kerap ditambah bahan lain seperti baking powder, vanili, mentega, atau minyak untuk mendapatkan rasa yang lebih enak.

Selain bahan yang sederhana, cara membuat churros juga cukup mudah. Caranya dengan mencampurkan semua bahan hingga terbentuk adonan. Masukkan adonan tersebut ke kantong kue dan semprotkan adonan tersebut ke dalam minyak panas. Jika sudah kecokelatan, churros bisa diangkat. Taburi topping kayu manis dan gula, atau bisa juga diisi dengan cokelat di bagian dalamnya.

Itulah sejarah churros yang belum diketahui pasti berasal dari mana. Walaupun tidak diketahui asal usulnya, churros telah dikenal luas sebagai camilan manis yang berasal dari Spanyol. Bahkan camilan ini hadir sebagai makanan harian orang Spanyol di pagi dan sore hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Food

See More

Resep Nasi Bakar Rica Ayam Gurih yang Pedasnya Bikin Nagih

14 Apr 2026, 13:50 WIBFood