Yogyakarta tidak pernah kehabisan cara untuk memanjakan pencinta kuliner, bahkan ketika hari mulai berganti malam. Di saat sebagian tempat makan mulai tutup, sejumlah kuliner legendaris ini justru semakin ramai didatangi. Mulai dari warga lokal, mahasiswa, hingga wisatawan rela keluar pada malam hari untuk menikmati kuliner yang sudah dikenal dan digemari lintas generasi.
Apa Saja 3 Kuliner Malam Legendaris Yogyakarta Rekomendasi Grab Bintang 5?

- Grab Bintang 5 merekomendasikan tiga kuliner malam legendaris Yogyakarta: Nasi Goreng Sapi Padmanaba, Nasi Teri Pojok Gejayan, dan Oseng-Oseng Mercon Bu Narti.
- Nasi Goreng Sapi Padmanaba di Kotabaru, berdiri sejak 2005, dikenal lewat nasi goreng sapi gurih kaya rempah; tersedia mulai Rp23.000 dan buka 18.00–00.00 WIB.
- Nasi Teri Pojok Gejayan menawarkan nasi teri dan lauk terjangkau sejak 1970-an, sedangkan Oseng-Oseng Mercon Bu Narti menyajikan olahan sapi pedas khas sejak 1997.
Menariknya, banyak kuliner malam di Yogyakarta justru hadir dari warung kaki lima sederhana yang sejak lama menjadi langganan warga lokal. Rasanya yang khas, harga yang relatif ramah di kantong, serta suasananya yang apa adanya membuat tempat-tempat ini tetap eksis di tengah menjamurnya pilihan kuliner kekinian di Yogyakarta.
Bagi kamu yang sedang mencari tempat makan terbaik di Yogyakarta untuk makan malam, ada beberapa kuliner legendaris yang wajib masuk dalam daftar kunjungan. Beberapa pilihan yang bisa kamu coba adalah Nasi Goreng Sapi Padmanaba, Nasi Teri Pojok Gejayan, dan Oseng-Oseng Mercon Bu Narti. Selain menawarkan cita rasa khas, ketiganya juga menyimpan cerita yang membuat kuliner ini terus diburu dari generasi ke generasi.
Tidak hanya itu, ketiga kuliner ini juga termasuk dalam merchant pilihan Grab Bintang 5. Predikat ini bisa menjadi salah satu referensi saat kamu mencari tempat makan terbaik di GrabFood. Dilansir dari laman resmi Grab, merchant dengan badge Bintang 5 merupakan bagian dari kurasi merchant yang dinilai berdasarkan kombinasi rating tertinggi dari jutaan ulasan asli pengguna serta konsistensi dalam menjaga kualitas.
Berikut ini tiga rekomendasi kuliner malam di Yogyakarta untuk kamu yang ingin berburu hidangan legendaris bercita rasa autentik berdasarkan pilihan Grab Bintang 5.
Ringkasan rekomendasi kuliner malam legendaris di Yogyakarta
Tempat makan | Cocok untuk | Menu andalan | Area | Kisaran harga |
|---|---|---|---|---|
Nasi Goreng Sapi Padmanaba | Kulineran malam bersama teman, keluarga, atau rombongan wisatawan | Nasi goreng sapi | Kotabaru | Rp23.000–Rp24.000 |
Nasi Teri Pojok Gejayan | Warga lokal, mahasiswa, pekerja shift malam, hingga wisatawan yang mencari makan malam hemat | Nasi teri campur sayur | Pertigaan Demangan, Gejayan | Mulai Rp12.000, tergantung lauk |
Oseng-Oseng Mercon Bu Narti | Pecinta makanan pedas | Oseng mercon sapi | Ngampilan, dekat Malioboro | Rp25.000–Rp30.000 (Menu oseng mercon sapi) |
*Harga, jam operasional, status merchant, dan ketersediaan menu dapat berubah. Cek informasi terbaru di aplikasi Grab sebelum berkunjung atau pesan makanan maupun minuman.
1. Di mana beli nasi goreng enak malam hari di Yogyakarta?

Nasi Goreng Sapi Padmanaba (google.com/maps/Apoteker Madina) Nama Nasi Goreng Sapi Padmanaba sudah lama dikenal sebagai salah satu kuliner malam legendaris di Yogyakarta. Berdiri sejak tahun 2005, tempat makan ini tetap eksis hingga kini dan menjadi salah satu pilihan kuliner yang kerap diburu saat malam tiba. Warung kaki lima ini berada di Jalan Yos Sudarso, Kotabaru, tepat di depan SMA Negeri 3 Yogyakarta atau yang lebih dikenal sebagai “Padmanaba”. Lokasinya yang strategis di pusat kota dan tidak jauh dari Malioboro, membuat tempat makan ini mudah dijangkau oleh warga lokal maupun wisatawan.
Berdasarkan artikel yang ditulis oleh Hidayah, A. (2016), dijelaskan bahwa awalnya, warung kaki lima ini tidak mencantumkan nama “Padmanaba”, melainkan hanya bertuliskan “Nasi Goreng Daging Sapi”. Nama Padmanaba kemudian disematkan oleh pelanggan setianya karena lokasinya yang ikonik, tepat di depan kawasan sekolah tersebut. Seiring waktu, nama Nasi Goreng Sapi Padmanaba pun semakin melekat dan menjadi bagian dari identitas kuliner malam di kawasan Padmanaba, Kotabaru.
Nama “Padmanaba” yang melekat pada tempat makan ini membuatnya mudah dikenali dan terus menjadi pilihan bagi warga maupun pencinta kuliner yang mencari makan malam di Yogyakarta. Selain karena nama “Padmanaba” yang sudah melekat, cita rasanya yang konsisten dari waktu ke waktu membuat tempat makan ini tetap bertahan dan memiliki pelanggan setia.
Daya tarik utama Nasi Goreng Sapi Padmanaba terletak pada racikan nasi gorengnya yang kaya rempah. Rasanya cukup berbeda dari nasi goreng Jawa pada umumnya yang cenderung manis. Nasi goreng ini lebih menonjolkan rasa gurih dan aroma rempah, yang berpadu dengan kecap serta potongan daging sapi sebagai ciri khasnya. Seporsi nasi goreng disajikan dengan telur dan emping yang membuat rasanya semakin nikmat.
Tidak banyak pilihan menu yang tersedia di sini. Kamu hanya perlu memilih nasi goreng dengan porsi biasa atau jumbo. Untuk minuman, tersedia pilihan teh panas dan es teh manis yang cocok menemani seporsi nasi goreng.
Semakin malam, Nasi Goreng Sapi Padmanaba justru semakin ramai dipadati pengunjung. Lapak tendanya nyaris tidak pernah sepi, dengan tikar-tikar yang digelar di trotoar samping tenda dan dipenuhi pengunjung yang sedang menikmati makanan. Meski ramai, pelayanan di tempat makan ini tergolong cepat. Nasi goreng dimasak dalam jumlah banyak sekaligus, sekitar 100 porsi dalam satu wajan raksasa, sehingga pesanan bisa cepat disiapkan untuk melayani banyak pengunjung.
Kalau kamu kurang nyaman makan di tengah keramaian dengan lalu-lalang kendaraan di kawasan pusat kota, kamu bisa memesan Nasi Goreng Sapi Padmanaba melalui GrabFood. Jangan lupa cek promo atau kode promo jika tersedia sebelum memesan agar kamu bisa mendapatkan harga yang lebih hemat.
Bertahan selama bertahun-tahun sebagai warung kaki lima, Nasi Goreng Sapi Padmanaba membuktikan bahwa kuliner sederhana, yang hanya punya satu menu tetap bisa eksis dan menjadi bagian dari kuliner malam legendaris di Yogyakarta. Jika kamu sedang berlibur di Yogyakarta, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi Nasi Goreng Sapi Padmanaba. Kuliner legendaris ini layak masuk dalam daftar kuliner yang wajib kamu coba.
Informasi praktis:
Lokasi: Jalan Yos Sudarso, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, D.I. Yogyakarta
Jam operasional: Setiap hari, pukul 18.00–00.00 WIB (Jam operasional bisa berubah sewaktu-waktu)
Harga: Mulai dari Rp23.000 (harga pemesanan secara online bisa berbeda).
2. Apa rekomendasi kuliner malam murah andalan warga lokal Yogyakarta?

Nasi Teri Pojok Gejayan (google.com/maps/Kus Andi) Saat malam semakin larut, sejumlah kuliner di Yogyakarta justru mulai ramai didatangi pemburu makanan. Salah satunya, Nasi Teri Pojok Gejayan yang dikenal lewat hidangan sederhana dan sejak lama menjadi pilihan warga untuk mengganjal perut saat lapar di tengah malam. Berlokasi di Jalan Affandi Nomor 5, Klitren, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, tempat makan ini juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti Nasi Teri Pak Dul dan Nasi Teri Pak Yo.
Nasi Teri Pojok Gejayan dirintis oleh Pak Dul sejak 1970-an. Pada tahun 1992, warung ini diteruskan oleh keluarga, termasuk menantunya, Subagio atau yang akrab disapa Pak Yo. Hingga kini, tempat makan tersebut tetap dikelola keluarga dan menjadi salah satu kuliner malam legendaris di Yogyakarta.
Salah satu hal menarik dari Nasi Teri Pojok Gejayan adalah perjalanan usahanya yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Berdasarkan artikel yang ditulis oleh Hidayani, N. (2024), dijelaskan bahwa awalnya, Pak Dul berjualan di Pasar Demangan sebelum akhirnya pindah akibat penertiban. Keluarganya kemudian mendapat tempat berjualan di depan sebuah ruko pada malam hingga pagi hari. Sementara itu, pada sore hari, mereka berjualan di depan rumah yang berada di dalam gang, tepat di samping ruko tersebut.
Lokasi berjualan di pinggir Jalan Affandi (Gejayan), tepatnya di sekitar Simpang Demangan, yang cukup strategis ini membuat Nasi Teri Pojok Gejayan semakin dikenal banyak orang. Namun, kini seluruh aktivitas berjualan telah dipindahkan ke rumah di dalam gang, bukan lagi di pinggir jalan seperti sebelumnya.
Menu andalan Nasi Teri Pojok Gejayan adalah nasi teri campur sayur, berupa nasi putih yang disajikan bersama aneka sayuran dan sambal teri. Teri menjadi elemen utama yang memberikan cita rasa khas pada hidangan ini. Perpaduan rasa asin, gurih, dan pedas dari sambal teri berpadu dengan nasi putih dan aneka sayuran, sehingga membuat hidangan ini terasa semakin nikmat.
Untuk lauk tambahan, kamu bisa memilih berbagai menu, seperti aneka olahan ayam, ikan, telur, tahu, tempe, perkedel, hingga lumpia. Pilihan minumannya memang tidak terlalu banyak, hanya tersedia jeruk dan teh yang bisa dinikmati dalam keadaan hangat maupun dingin.
Harga yang sangat terjangkau menjadi salah satu alasan Nasi Teri Pojok Gejayan ini tetap diminati. Jadi, tidak heran kalau tempat makan ini selalu ramai didatangi pembeli, bahkan hingga tengah malam. Namun, kalau tidak ingin antre atau khawatir tempatnya penuh, kamu bisa memesan menu Nasi Teri Pojok Gejayan secara online melalui GrabFood. Jangan lupa cek promo atau kode promo jika tersedia sebelum memesan agar pesananmu jadi lebih hemat.
Dari warung sederhana di pinggir jalan, Nasi Teri Pojok Gejayan kini menjadi salah satu kuliner malam legendaris di Yogyakarta. Pelanggannya tidak hanya warga sekitar, tetapi juga wisatawan yang sengaja datang untuk mencari makanan malam murah atau sekadar mengisi perut saat lapar di tengah malam. Jadi, buat kamu yang sedang liburan di Yogyakarta, Nasi Teri Pojok Gejayan bisa jadi pilihan untuk mencicipi kuliner malam legendaris dengan harga sangat terjangkau dan porsi yang cukup mengenyangkan.
Informasi praktis:
Lokasi: Jalan Affandi No. 5, Klitren, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, D.I. Yogyakarta
Jam operasional: Setiap hari, pukul 17.00 – 03.00 WIB (Jam operasional bisa berubah sewaktu-waktu)
Harga: Mulai dari Rp11.000 (harga pemesanan secara online bisa berbeda).
3. Apa nama kuliner pedas yang mematahkan stigma makanan Yogyakarta identik manis?

Oseng-Oseng Mercon Bu Narti (google.com/maps/Rikky Rudha) Bagi penggemar kuliner pedas, nama Oseng-Oseng Mercon Bu Narti tentu sudah tidak asing. Hidangan ini menjadi salah satu kuliner malam legendaris Yogyakarta yang dikenal berkat cita rasanya yang pedas dan khas. Di tengah kuliner Yogyakarta yang identik dengan cita rasa manis dan gurih, Oseng-Oseng Mercon Bu Narti hadir dengan cita rasa pedas yang menjadi daya tarik utamanya.
Hidangan oseng mercon ini sendiri diketahui telah ada sejak tahun 1960. Namun, Bu Narti baru mulai membuka lapak dan menjual hidangan tersebut pada tahun 1997. Jadi, tidak heran kalau kuliner ini kemudian menjadi salah satu ikon kuliner populer di Yogyakarta yang banyak diburu wisatawan. Oseng-Oseng Mercon Bu Narti berlokasi di Jalan Ahmad Dahlan No. 110, Notoprajan, Ngampilan, Yogyakarta, atau sekitar 2 kilometer dari kawasan Malioboro. Lokasinya yang strategis membuat tempat makan ini mudah dijangkau dan kerap disinggahi wisatawan yang ingin mencicipi kuliner malam khas Yogyakarta.
Cerita Bu Narti, sang pemilik Oseng-Oseng Mercon Bu Narti, menjadi bagian penting dalam sejarah lahirnya menu “oseng mercon” di Yogyakarta. Berdasarkan artikel yang ditulis oleh Dinas Pariwisata DIY (2017), dijelaskan bahwa ide awal hidangan oseng mercon ini bermula ketika keluarga Bu Narti memiliki banyak koyoran sapi setelah Iduladha. Bagian tersebut kemudian dimasak bersama cabai rawit dan ternyata mendapat respons positif dari para pembeli.
Nama “oseng-oseng mercon” juga memiliki cerita yang menarik. Istilah tersebut kerap dikaitkan dengan budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun. Pada masa awal berdiri, seniman dan budayawan kerap mampir ke warung Bu Narti sambil berbincang tentang sensasi pedas dari menu tersebut. Saking pedasnya, hidangan ini kemudian diibaratkan seperti makan mercon, yang akhirnya menjadi asal-usul penyebutan “oseng mercon”. Seiring popularitas warung Bu Narti, sebutan “oseng-oseng mercon” pun semakin dikenal dan akhirnya melekat sebagai nama hidangan tersebut hingga sekarang.
Menu andalan tempat makan ini adalah oseng mercon sapi, yang menggunakan daging, tetelan, koyor, kikil, dan bagian sapi lainnya. Semua bahan tersebut dimasak bersama cabai dalam jumlah melimpah, sehingga menghasilkan hidangan berwarna merah menyala dengan rasa pedas dan gurih. Teksturnya yang kenyal serta sedikit berlemak sudah pasti paling nikmat disantap bersama nasi hangat. Selain oseng mercon sapi, tersedia juga beragam pilihan menu oseng mercon lainnya, seperti ayam, bebek, puyuh, cumi, lele, tongkol, udang, cakalang, dan ati ampela. Pilihan minumannya pun cukup beragam, cocok untuk menyegarkan tenggorokan setelah menyantap oseng-oseng mercon yang pedas.
Selain di Kawasan sekitar Malioboro, Oseng-Oseng Mercon Bu Narti juga memiliki cabang lain di daerah Kasihan, Bantul. Cabang ini cocok bagi kamu yang ingin menikmati hidangan dengan suasana yang lebih nyaman. Tidak hanya bisa disantap langsung di tempat, hidangan ini juga tersedia dalam kemasan kaleng sejak tahun 2015. Kemasan kaleng ini bisa dibeli sebagai oleh-oleh, bahkan tersedia toko khusus yang menjual produk Oseng-Oseng Mercon Bu Narti.
Saat ini, Oseng-Oseng Mercon Bu Narti memiliki tiga cabang di Yogyakarta, sehingga kamu bisa memilih lokasi yang paling mudah dijangkau. Namun, kalau tidak sempat membeli oleh-oleh Oseng-Oseng Mercon Bu Narti langsung di tokonya, kamu bisa memesannya secara online melalui GrabFood. Jangan lupa cek promo atau kode promo jika tersedia untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau.
Oseng-Oseng Mercon Bu Narti menjadi bukti bahwa kreativitas bisa melahirkan kuliner dengan cita rasa khas yang berbeda dari kuliner Yogyakarta lainnya. Yogyakarta memang kerap diasosiasikan dengan makanan bercita rasa manis dan gurih, tetapi hidangan ini menghadirkan sisi lain kuliner Yogyakarta melalui sensasi pedas yang khas. Sebagai salah satu kuliner pedas yang legendaris di Yogyakarta, Oseng-Oseng Mercon Bu Narti wajib masuk daftar kunjungan bagi kamu pencinta makanan pedas yang ingin mencicipi cita rasa berbeda di Yogyakarta.
Informasi praktis:
Lokasi: Jalan KH Ahmad Dahlan No.107, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta, D.I. Yogyakarta (memiliki beberapa cabang lain di Yogyakarta).
Jam operasional: Setiap hari, pukul pukul 16.00–23.00 WIB (Jam operasional bisa berubah sewaktu-waktu)
Harga: Mulai dari Rp25.000 (harga pemesanan secara online bisa berbeda).
Jadi, kalau kamu sedang mencari tempat makan terbaik di Yogyakarta untuk menikmati suasana malam, jangan hanya terpaku pada tempat yang sedang viral atau kekinian. Kuliner legendaris dengan cita rasa khas dan telah dikenal lintas generasi justru bisa memberikan pengalaman berbeda saat menjelajahi kuliner Yogyakarta.
Mana yang paling cocok untuk kuliner malam kamu?
Tiga tempat makan di atas menawarkan pengalaman yang berbeda. Nasi Goreng Sapi Padmanaba cocok untuk kamu yang ingin menikmati nasi goreng kaya rempah sambil merasakan suasana malam di pusat kota Yogyakarta. Nasi Teri Pojok Gejayan bisa menjadi pilihan untuk kamu yang mencari kuliner malam super murah yang bisa didatangi hingga dini hari. Sementara itu, Oseng-Oseng Mercon Bu Narti cocok bagi kamu yang sedang mencari kuliner pedas khas Yogyakarta yang lokasinya tidak jauh dari Malioboro.
Ketiganya memperlihatkan bahwa rekomendasi kuliner Yogyakarta tidak selalu harus datang dari restoran besar atau tempat yang sedang viral. Warung kaki lima sederhana dengan hidangan khas juga memiliki tempat penting dalam perkembangan kuliner kota ini. Cita rasanya yang konsisten membuat ketiga tempat makan di atas memiliki banyak pelanggan setia dari generasi ke generasi.
FAQ seputar kuliner malam di Yogyakarta
Apakah ketiga tempat makan di atas cocok untuk wisata kuliner?
Ketiganya cocok untuk wisata kuliner malam karena memiliki menu khas dan suasana makan yang berbeda. Nasi Goreng Sapi Padmanaba menawarkan nasi goreng sapi legendaris yang bisa dinikmati sambil merasakan suasana malam pusat kota dengan lalu-lalang kendaraan. Sementara itu, Nasi Teri Pojok Gejayan identik dengan antrean hingga tengah malam yang dipenuhi mahasiswa, pekerja shift malam, dan wisatawan yang sama-sama berburu nasi teri dengan cita rasa pedas yang khas. Sedangkan Oseng-Oseng Mercon Bu Narti menghadirkan oseng-oseng mercon yang menjadi salah satu ikon kuliner pedas Yogyakarta, lengkap dengan suasana kawasan Malioboro yang ramai hingga malam hari.
Apakah harga dan jam buka ketiga tempat makan ini bisa berubah?
Bisa. Harga, jam operasional, dan ketersediaan menu bisa berubah sewaktu-waktu, terutama saat hari libur atau musim liburan ketika kunjungan wisatawan meningkat. Oleh karena itu, sebaiknya cek informasi terbaru sebelum berangkat atau lakukan pemesanan secara online melalui GrabFood agar lebih praktis.
Apakah ketiga kuliner tersebut termasuk Grab Bintang 5?
Ya, Nasi Goreng Sapi Padmanaba, Nasi Teri Pojok Gejayan, dan Oseng-Oseng Mercon Bu Narti, termasuk ke dalam Grab Bintang 5. Kamu bisa melihat badge Grab Bintang 5 yang tertera di profil masing-masing merchant di aplikasi Grab. Berdasarkan informasi dari laman Grab, badge Grab Bintang 5 diberikan melalui proses kurasi yang mempertimbangkan rating serta konsistensi merchant dalam menjaga kualitas di aplikasi Grab. Kamu bisa memesan ketiga kuliner malam legendaris di Yogyakarta tersebut melalui GrabFood.
Apa yang membuat kuliner malam di Yogyakarta begitu populer?
Kuliner malam di Yogyakarta menawarkan beragam pilihan hidangan dengan cita rasa khas, harga yang relatif terjangkau, serta pengalaman makan yang unik. Tidak sedikit tempat makan yang masih mempertahankan suasana lesehan, sehingga pengunjung bisa menikmati hidangan dengan cara yang lebih santai. Banyak di antaranya yang telah berjualan selama puluhan tahun dan tetap menjadi pilihan pelanggan setia dari generasi ke generasi.





















