Comscore Tracker

5 Destinasi Kuliner Ini Sudah Ada di Medan sebelum Indonesia Merdeka

Sudah eksis sejak lama dan masih diminati pula! 

Sama seperti daerah lain di Indonesia, Medan pun memiliki beragam kuliner legendaris yang wajib untuk dicicipi. Sangat disayangkan jika kamu berkunjung ke Medan tanpa mengeksplorasi kulinernya, utamanya hidangan yang disajikan oleh restoran yang usianya sudah puluhan tahun.

Menikmati hidangan dari menu legendaris tentu sudah biasa namun menikmati hidangan yang disajikan restoran berusia puluhan tahun rasanya pasti takkan terlupakan buatmu.

Apalagi jika restoran tersebut sudah ada sejak zaman dulu sebelum kamu lahir bahkan sebelum Indonesia merdeka. Buat kamu yang berencana ke Medan atau memang sudah menetap di Medan, jangan lupa manjakan lidahmu di lima restoran ini ya!

1. Tip Top Restaurant (1934)

5 Destinasi Kuliner Ini Sudah Ada di Medan sebelum Indonesia MerdekaInstagram.com/keldagio

Tip Top sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka. Sejak berdiri sedari tahun 1934 hingga sekarang, Tip Top tetap mempertahankan cara mereka menyediakan masakan, kue, serta roti.

Restoran lawas ini menyediakan beragam menu mulai dari western, Indonesian, Chinese food, bakery, hingga cake shop. Kamu harus coba setidaknya satu dari empat menu andalan Tip-Top yakni bistik lidah lembu, nasi goreng Tip Top spesial, Kue Tart Petak Moca atau Moorkop Ice, es krim dengan kue Moorkop khas Belanda.

Selain menawarkan suasana restoran yang lawas, bangunan tua restoran ini begitu terawat. Tip Top bahkan masih mempertahankan penggunaan tungku api dari batu berbahan bakar kayu dan mesin zaman Belanda dalam menjaga kualitasnya.

Alamat: Jl Jend Ahmad Yani No 92 A-B, Kesawan Kota Medan.

Buka: pukul 08.00- 23.00 WIB (setiap hari).

2. Es Krim Ria (1936)

5 Destinasi Kuliner Ini Sudah Ada di Medan sebelum Indonesia MerdekaInstagram.com/charles73pandiangan

Sudah dikelola beberapa generasi, Es Krim Ria hadir di Medan sejak 1936. Di usia ke 83 tahun, Es Krim Ria tetap eksis dengan menu andalan Ice Cream Soda yang rasa manisnya terasa segar.

Penggunaan bahan alami dengan resep turun temurunnya khas sekali. Selain ice cream soda, ada banyak menu lain seperti ice cream wafer, es alpokat, dan longan.

Kamu juga bisa menikmati enaknya sate, martabak Mesir, kue bolu, lapis legit, bika ambon, atau sus sebagai penyemarak. Meski lokasinya hanya berupa ruko biasa dengan berpasang-pasang meja dan kursi sederhana, Es Krim Ria tidak pernah sepi pengunjung.

Alamat: Jalan Surabaya No 28/22 C Kota Medan.

Buka: pukul 9.00 – 21.00 WIB (setiap hari).

Baca Juga: Cicipi Kenikmatan Kopi Khas Medan di 5 Kedai Legendaris Ini

3. Kedai Kopi Apek (1923)

5 Destinasi Kuliner Ini Sudah Ada di Medan sebelum Indonesia MerdekaInstagram.com/coffeeshoplokal

Kamu pencinta kopi? Jangan ngaku-ngaku jika belum singgah ke Kedai Kopi Apek.

Kedai kopi ini hadir sejak tahun 1923. Pendirinya adalah Thia Tjo Lie dan saat ini dikelola oleh Suyenti selaku generasi ketiga. Kamu wajib coba beberapa menu andalan di sini seperti kopi Mandailing, telur ayam setengah matang, atau kopi susu dingin.

Semuanya spesial karena pengelola mengolah bahannya dengan teknik racikan turun temurun. Mereka bahkan tidak menggunakan kompor dalam mendidihkan air, hanya menggunakan tungku dengan kayu bakar. Inilah alasan mengapa cita rasa Kopi Apek tak berubah sama sekali, tetap khas dan nikmat.

Tersedia pula beberapa jenis penganan ringan seperti roti bakar selai serikaya atau gorengan seperti talas, cakwe, onde-onde dan jajanan lainnya. Soal arsitektur bangunannya, kamu akan tahu jika gedung ini khas Belanda meski hanya sekilas melihatnya.

Alamat : Jalan Hindu Nomor 110 Kesawan

Buka : 07.00-14.00 WIB (setiap hari)

4. Bihun Bebek Asie Kumango (1930)

5 Destinasi Kuliner Ini Sudah Ada di Medan sebelum Indonesia Merdekaalbertna.com

Sejak pagi Bihun Bebek Asie sudah ramai dan penuh antrean. Konon Bihun Bebek Asie dianggap rajanya bihun bebek di Medan. Rasanya tak berubah meski telah beroperasi lebih dari 88 tahun sejak 1930, tetap gurih dan bikin nagih. 

Satu mangkok bihun bebek dihidangkan dengan dua varian kuah yang bisa kamu pilih yaitu kuah herbal atau kaldu bebek. Ciri khas bihun bebek Asie adalah rebusan dari kuah kaldu bebeknya benar-benar asli yaitu warna kaldunya pas, tidak terlalu kental, atau encer.

Daging bebeknya dijamin empuk namun tidak lembek alias pas ketika dikunyah. Tak ada aroma tak sedap (amis) yang biasa muncul walaupun sekilas karena bebek di sini direbus dalam waktu lama dengan perpaduan rempah pilihan. Kamu juga bisa memesan lauk tambahan seperti hati atau ampela. Menu lain yang juga disediakan adalah kopi susu, teh, hingga roti selai srikaya.

Alamat : Jalan Kumango Nomor 15 Medan Sumatra Utara.

Buka : 07:00-11:30 WIB (Senin-Sabtu)

5. Sate Memeng (1945)

5 Destinasi Kuliner Ini Sudah Ada di Medan sebelum Indonesia MerdekaInstagram.com/banderazt

Sate memang bisa dinikmati hampir di seluruh Nusantara. Namun Sate Memeng ini beda dan wajib kamu coba. Kata Memeng sendiri merupakan sapaan akrab H Muhammad Saimin selaku pendiri. Ia mendirikan Sate Memeng sejak tahun 1945, bertepatan dengan tahun di mana kemerdekaan Indonesia dikumandangkan.

Warung Sate Memeng menawarkan menu sate dengan pilihan daging sapi, ayam, usus dan hati. Sementara itu varian bumbunya juga beragam dan kamu bisa memilih antara kuah kacang, kecap, atau kuah sate padang.

Ciri khas Sate Memeng adalah potongan daging yang besar dan tebal namun tidak keras juga tidak lembek, nikmat ketika dikunyah. Pelengkapnya bisa kamu tambahkan kerupuk jangek atau kulit yang dicocol ke bumbu. Menu lain yang bisa kamu nikmati adalah mi rebus yang disajikan dengan taoge, irisan kentang, dan disiram kuah kental kecokelatan.

Alamat : Jalan Irian Barat Nomor 2 Gang Buntu Medan.

Buka : 18.00-21.00 WIB (setiap hari)

Kurang lengkap rasanya jika kamu tidak mencicipi menu-menu yang ditawarkan oleh restoran legendaris di atas. Setidaknya kamu harus kunjungi satu dari lima restoran tersebut bukan?

Baca Juga: Resep Membuat Sate Kerang Khas Medan yang Bikin Lidah Bergoyang

Imada Lubis Photo Writer Imada Lubis

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

yummy-banner

Topic:

  • Febrianti Diah Kusumaningrum

Berita Terkini Lainnya