Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kronologi Turis Malaysia Dituding Tak Bayar Makanan di Pagi Sore PIK
Bukti pembayaran dan permohonan maaf dari Pagi Sore PIK (threads.com/ainmyunus)

Restoran Pagi Sore cabang Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, mendadak viral di platform Threads. Hal ini bermula dari unggahan turis asal Malaysia bernama Norain Mohd Yunus (@ainmyunus) yang dituding kabur oleh pihak manajemen Pagi Sore PIK tanpa membayar tagihan makan sebesar Rp907.500.

Merasa tidak melakukan apa yang dituduhkan, Norain pun membuat utas dan menjelaskan kesalahpahaman ini hingga akhirnya manajemen restoran tersebut meminta maaf. Sebenarnya bagaimana hal ini bisa terjadi? Simak penjelasan dan kronologinya di bawah ini, yuk!

1. Awal mula turis Malaysia viral

Bukti pembayaran dan tangkapan layar turis Malaysia yang dituding tidak bayar makanan di Pagi Sore PIK (threads.com/ainmyunus)

Dalam unggahannya di Threads pada Sabtu (16/5/2026), Norain menceritakan kronologi dirinya dan rombongan viral. Mereka makan di Pagi Sore PIK tiga hari sebelumnya, yakni Selasa (13/5/2026), sekitar pukul 11.00 WIB.

"Makan berenam & amik dalam 9 lauk. Total semua Rp907.500," tulisnya.

Setelah makan dan menyelesaikan pembayaran, rombongan Norain langsung pergi dari restoran tersebut dan bertolak ke Stasiun Halim untuk naik Whoosh ke Bandung. Semua agenda liburannya berjalan dengan lancar, hingga akhirnya tiga hari kemudian tiba-tiba ia dan rombongannya mendapat kabar yang mengejutkan saat kembali ke Jakarta.

"(Tanggal) 16 Mei masa nak keluar dari hotel, tiba2 driver tanya kat kitorang mana resit makan kat Pagi Sore. Dia kata management Pagi Sore dah viralkan kitorang sebab tak bayar masa makan hari tu. Viral after 3 hari kitorang kat Bandung & dah balik Jakarta semula (16 Mei ketika keluar dari hotel, tiba-tiba driver tanya kepada kami mana nota pembyaran di Pagi Sore. Dia berkata bahwa manajemen Pagi Sore sudah memviralkan kami semua karena tidak bayar saat makan di sana beberapa hari lalu. Viral setelah tiga hari kami di Bandung dan sudah balik ke Jakarta)," tulisnya.

Norain juga menguggah potongan CCTV yang menunjukkan ia dan rombongannya baru tiba di Pagi Sore PIK dan turun dari sebuah mobil van. Menurut penuturan driver travel yang membawa rombongan Norain, pihak manajemen Pagi Sore PIK yang menyebarkan video tersebut ke agen travel tanpa ada verifikasi langsung ke pihak yang bersangkutan.

Selain video, Norain turut menyertakan nota atau bukti pembayarannya. Namun, nota tersebut sempat terselip karena mereka tidak ingat siapa yang membawanya. Sebagai bukti awal, mereka memberikan tangkapan layar bukti pembayaran menggunakan kartu kepada travel agent yang mendampingi mereka untuk dijadikan bukti bahwa mereka benar-benar telah membayar makanan di Pagi Sore PIK.

"Lepas selongkar beg, baru jumpa resit tu. Bayangkan kalau kitorang bayar cash & resit tak jumpa. Memang takde bukti langsung (Setelah membongkar tas, baru ketemu nota tersebut. Bayangkan kalau kita bayar tunai dan nota tidak ketemu. Tak ada buktinya)," jelas Norain.

Setelah menyerahkan semua bukti, agen travel langsung melakukan konfirmasi kepada pihak Pagi Sore PIK agar masalah ini tidak semakin berlarut-larut.

"Thanks to Mas Bima dari Purnama Trans Wisata Bandung yg cuba sedaya upaya clearkan nama kitorang dari terus kena viral sebab tak bayar makan punya pasal (Terima kasih kepada Mas Bima dari Purnama Trans Wisata Bandung yang berusaha keras membersihkan nama kami yang viral karena dituding tidak membayar makanan)," ucap Norain.

2. Manajemen Pagi Sore PIK meminta maaf kepada turis Malaysia

Permohonan maaf dari manajemen Pagi Sore setelah viral tudingan terhadap turis Malaysia (threads.com/ainmyunus)

Setelah mendapatkan semua bukti dari agen travel yang mendampingi Norain dan rombongan selama di Jakarta dan Bandung, pihak manajemen Pagi Sore akhirnya meminta maaf secara terbuka, baik melalui lisan dan tulisan, kepada pihak yang bersangkutan. Mereka juga mengakui adanya miskomunikasi internal.

"Mohon izin, kami perwakilan dari pihak restoran Pagi Sore cabang PIK ingin menyampaikan klarifikasi terkait kesalahpaham yang terjadi mengenai pembayaran tamu atas nama ibu Nor Amira dan tim travel yang makan di tempat kami. Kejadian ini murni karena miskomunikasi dan bukan unsur kesengajaan dari pihak manapun. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanannya yang telah terjadi dan berharap hubungan baik tetap terjaga dengan baik ke depannya. Terima kasih," ujar dua perwakilan staff Pagi Sore cabang PIK dalam video yang diunggah Norain pada Sabtu (16/5/2026).

Setelah mendapatkan permohonan maaf dari manajemen Pagi Sore, Norain mengaggap semuanya sudah clear atau selesai dan ia tak mau memperpanjang hal ini lagi.

"Tapi nak datang lagi, mungkin tidak. Bukan nak burukkan Pagi Sore, cuma nak buat awareness simpanlah resit korang kalau pergi luar negara (Tapi kalau mau datang lagi sepertinya tidak. Bukan mau menjelakkan Pagi Sore, tapi hanya mau buat awareness untuk menyimpan bukti pembayaran kalian kalau pergi ke luar negeri)," pungkasnya.

3. Seruan boikot Pagi Sore dari warganet Malaysia

Potret masakan padang (pexels.com/Noval Gani)

Karena kisah Norain ini viral di kalangan warganet Malaysia, tak sedikit yang marah dan menyerukan pemboikotan Pagi Sore. Padahal, selama ini restoran tersebut selalu menjadi destinasi favorit turis Malaysia. Bahkan, sudah masuk ke dalam "template" setiap kali mereka berkunjung ke Jakarta.

"Malaysian, please boikot Pagi Sore. Boikot mcm kita boikot barang Israel (Warga Malaysia, please boikot Pagi Sore. Boikot seperti kita boikot barang Israel," tulis warganet dengan akun Threads @frzfauzi_ pada Minggu (17/5/2026).

Tak sedikit pula yang meminta warganet Indonesa untuk memberikan rekomendasi restoran mana saja yang enak.

"No hate to all Indonesians but please recommend rumah makan lain yg best & selesa plsss? (Tanpa ada unsur kebencian kepada warga Indonesia, tapi please berikan rekomendasi rumah makan lain yang bagus dan nyaman!)," tulis pemilik akun @sabyaismail pada Minggu (17/5/2026).

Warganet Indonesia menanggapi hal ini pun memberikan beragam rekomendasi tempat makan, terutama restoran Padang di sekitaran Jakarta.

Viralnya kisah turis Malaysia yang dituding tidak bayar makanan ini memberikan banyak pelajaran kepada kita semua saat bepergian, yaitu selalu menyimpan bukti pembayaran dengan baik, baik dalam bentuk fisik maupun digital. So, jangan sepelekan hal ini, ya!

Editorial Team