Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wajan
ilustrasi wajan (unsplash.com/ Towfiqu barbhuiya)

Intinya sih...

  • Kenali jenis material wajan: stainless steel, cast iron, atau aluminium

  • Perhatikan lapisan anti lengketnya: pilih yang berkualitas tinggi dan bebas bahan kimia berbahaya

  • Sesuaikan wajan dengan jenis kompor yang digunakan: cek apakah wajan cocok untuk kompor gas atau induksi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Wajan adalah alat dapur yang paling sering digunaan saat memasak hidangan sehari-hari. Hampir semua proses seperti menumis, menggoreng, bahkan sekadar memanaskan makanan memakai wajan. Sayangnya, banyak orang memilih wajan hanya karena harganya murah atau tampilan yang menarik.

Padalah, salah memilih wajan bisa bikin cepat rusak, dan berdampak pada kesehatan jika lapisannya mengelupas atau bahannya tidak food grade. Supaya kamu gak salah pilih, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum membeli wajan. Berikut lima tips memilih wajan yang aman dipakai dalam waktu lama!

1. Kenali dulu jenis material wajan

ilustrasi alat masak (pexels.com/Đậu Photograph)

Setiap material wajan punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Wajan stainless steel, misalnya, dikenal tahan lama, tidak bereaksi dengan makanan, dan relatif aman untuk kesehatan. Kekurangannya, bahan ini butuh teknik memasak yang tepat agar makanan tidak mudah lengket.

Wajan cast iron juga dikenal sangat awet dan bisa dipakai bertahun-tahun bahkan lintas generasi. Selain itu, wajan ini bisa menambah zat besi alami ke dalam makanan. Namun, bobotnya cukup berat dan perawatannya butuh perhatian ekstra agar tidak berkarat. Ada juga wajan aluminium yang ringan dan cepat menghantarkan panas.

2. Perhatikan lapisan anti lengketnya

ilustrasi wajan (pexels.com/Sarah Chai)

Wajan anti lengket atau teflon memang menggoda karena praktis dan mudah dibersihkan. Namun, tidak semua lapisan anti lengket aman untuk jangka panjang. Beberapa wajan murah menggunakan lapisan yang mudah terkelupas setelah beberapa bulan pemakaian. Jika lapisan ini masuk ke makanan, tentu berisiko bagi kesehatan.

Pilih wajan dengan lapisan anti lengket berkualitas tinggi, bebas PFOA, PFAS, dan bahan kimia berbahaya. Informasi ini biasanya tercantum di kemasan atau deskripsi produk. Selain itu, perhatikan juga cara perawatannya. Wajan anti lengket sebaiknya tidak digunakan dengan spatula logam dan tidak dipanaskan dalam kondisi kosong terlalu lama.

3. Sesuaikan wajan dengan jenis kompor yang kamu pakai

ilustrasi memeriksa kompor (pexels.com/rdne)

Kesalahan yang sering terjadi adalah membeli wajan tanpa memperhatikan jenis kompor di rumah. Tidak semua wajan cocok untuk semua kompor, terutama jika kamu menggunakan kompor induksi. Kompor induksi membutuhkan wajan dengan dasar magnetik agar panas bisa merata.

Coba cek bagian bawah wajan, apakah tertulis “induction compatible” atau tidak. Jika kamu masih menggunakan kompor gas, pilih wajan dengan dasar tebal agar panas lebih stabil dan tidak mudah melengkung. Wajan yang cepat berubah bentuk biasanya akan membuat panas tidak merata dan umur pakainya jadi lebih pendek.

4. Pilih wajan dengan pegangan yang kokoh dan aman

ilustrasi memasak daging (pexels.com/rdne)

Pegangan wajan sering dianggap detail kecil, padahal sangat berpengaruh pada keamanan. Pegangan yang longgar, licin, atau cepat panas bisa meningkatkan risiko kecelakaan di dapur. Untuk pemakaian jangka panjang, pilih wajan dengan gagang yang terbuat dari bahan tahan panas dan terpasang kuat.

Beberapa wajan menggunakan gagang berbahan silikon atau kayu yang nyaman digenggam dan tidak mudah menghantarkan panas. Pastikan juga gagangnya seimbang dengan berat wajan, supaya tangan tidak cepat pegal saat memasak. Faktor kenyamanan ini jadi penting agar aktivitas masak tetap aman dan menyenangkan.

5. Jangan abaikan ukuran dan kebutuhanmu sehari-hari

ilustrasi teflon (pexels.com/Owen.outdoors)

Wajan yang aman dipakai jangka panjang juga harus relevan dengan kebutuhan harianmu. Ukuran yang terlalu besar akan boros tempat dan energi, terlalu kecil bikin masak jadi tidak efisien. Pikirkan seberapa sering kamu memasak dan untuk berapa orang.

Untuk kebutuhan pribadi atau pasangan, wajan berdiameter 20–24 cm biasanya sudah cukup. Selain ukuran, perhatikan juga kedalaman wajan. Wajan yang agak dalam lebih fleksibel karena bisa dipakai untuk menumis, menggoreng, hingga masak menu berkuah sedikit.

Wajan yang tepat akan menemani aktivitas masakmu bertahun-tahun tanpa khawatir soal kesehatan. Dengan pilihan yang tepat, kamu bisa memasak makanan yang lebih sehat dan berkualitas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team