Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
8 Cara Menyiapkan Bumbu Dasar agar Masak Jadi Lebih Praktis
ilustrasi bumbu dapur (freepik.com/azerbaijan_stockers)
  • Menyiapkan bumbu dasar lebih dulu bikin kegiatan masak jadi cepat dan praktis tanpa mengurangi cita rasa, karena tinggal ambil sesuai jenis masakan yang diinginkan.
  • Gunakan bahan segar, bersihkan dan keringkan dengan benar, serta batasi penggunaan air agar bumbu tahan lama dan tidak mudah basi.
  • Tumis bumbu hingga matang lalu simpan dalam wadah bersih tertutup rapat, dibagi porsi kecil dan diberi label supaya awet serta mudah digunakan kapan saja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menyiapkan bumbu dasar jadi hal yang sangat penting saat memasak. Sayangnya, kegiatan ini malah banyak menyita waktu. Untuk mengatasi itu, kamu bisa menyiapkannya terlebih dahulu agar kegiatan memasak jadi lebih praktis.

Dengan bumbu yang sudah disiapkan sejak awal, kamu tinggal ambil, lalu masak sesuai menu yang diinginkan. Selain hemat waktu, rasanya juga tetap enak karena racikan sendiri.

Supaya bumbu dasar yang dibuat tidak cepat basi dan tetap enak saat digunakan, ada beberapa trik simpel yang bisa kamu ikuti. Berikut beberapa cara menyiapkan bumbu dasar supaya masak jadi lebih praktis, hemat waktu, dan tetap enak.

1. Siapkan jenis bumbu utama

ilustrasi bumbu (freepik.com/jcomp)

Tentukan jenis bumbu yang akan dibuat. Umumnya ada tiga jenis bumbu dasar yang cukup banyak digunakan, yaitu bumbu putih, merah, dan kuning. Bumbu merah biasanya menggunakan cabai sebagai komponen utama, bumbu putih terbuat dari bawang merah dan bawang putih, sedang bumbu kuning menggunakan kunyit, jahe, atau lengkuas.

Dengan menyiapkan jenis bumbu utama, kegiatan memasak jadi lebih fleksibel. Saat memasak, kamu tinggal mengambil sesuai jenis masakan yang diinginkan tanpa harus membuat ulang dan memulai dari awal.

2. Pilih bahan yang segar

ilustrasi sambal (pexels.com/kevin yung)

Pilih bahan yang benar-benar segar agar bumbu bisa bertahan lama. Bahan segar menghasilkan aroma yang lebih kuat dan rasa yang lebih maksimal.

Selain itu, bumbu yang dibuat dari bahan segar umumnya lebih tahan lama karena tidak ada bagian yang rusak sejak awal.

3. Kupas dengan benar

ilustrasi bawang kupas (pexels.com/RDNE Stock project)

Semua bahan perlu dibersihkan dengan teliti sebelum diolah. Kupas bahan hingga bersih untuk menghilangkan kotoran. Rempah seperti jahe dan kunyit sebaiknya digosok permukaannya agar tanah yang menempel bisa benar-benar hilang.

Menjaga bahan tetap bersih berpengaruh pada kualitas dan daya tahan bumbu saat disimpan. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memperhatikan kebersihan bahan.

4. Cuci bersih semua bahan lalu keringkan

ilustrasi bumbu di atas meja kayu (Pexels.com/Viktoria Slowikowska)

Semua bahan seperti bawang, cabai, jahe, kunyit, dan lainnya perlu dicuci sampai bersih untuk menghilangkan kotoran. Setelah itu, jangan langsung olah bahan. Pastikan dulu semua bahan sudah benar-benar kering.

Sisa air di bahan bisa membuat bumbu lebih cepat basi dan berjamur. Untuk mengeringkannya bisa dengan dilap menggunakan tisu dapur. Meski terlihat sederhana, mencuci dan mengeringkan bahan berguna untuk menjaga kualitas bumbu.

5. Jangan terlalu banyak menggunakan air

ilustrasi menyimpan bumbu dapur (freepik.com/jcomp)

Penggunaan air saat proses menghaluskan bumbu perlu dibatasi. Terlalu banyak air bisa membuat bumbu jadi encer dan cepat basi. Saat menghaluskan, sebaiknya dengan sedikit air atau tanpa air sama sekali.

Jika perlu, tambahkan sedikit minyak agar proses menghaluskan semakin mudah. Penggunaan minyak berfungsi sebanyak pelindung alami yang membantu menjaga kualitas bumbu agar tahan lama.

6. Tumis bumbu sampai matang

ilustrasi beragam bumbu dapur (freepik.com/freepik)

Bumbu yang sudah halus perlu dimasak terlebih dahulu. Proses menumis membantu mengurangi kadar air dan membuat aroma makin kuat. Gunakan api sedang dan aduk secara merata agar bumbu tidak gosong.

Proses ini juga membantu membuat bumbu lebih tahan lama. Saat menumis, kamu bisa menambahkan minyak. Tambahkan minyak dalam jumlah cukup hingga bumbu terlihat lembap atau sedikit terendam. Bumbu yang sudah mengandung minyak lebih praktis digunakan karena tidak butuh tambahan minyak lagi.

7. Simpan di wadah yang bersih dan tertutup rapat

ilustrasi olahan bumbu dapur (freepik.com/jcomp)

Setelah bumbu selesai dimasak, jangan langsung masukkan ke wadah. Tunggu sampai bumbu benar-benar dingin. Jika langsung disimpan dalam kondisi panas, wadah bisa menghasilkan uang. Uap ini bisa membuat bumbu jadi cepat rusak dan kualitasnya menurun.

Simpan bumbu di wadah setelah dingin. Wadah yang digunakan harus dalam kondisi bersih dan kering. Gunakan wadah dengan penutup rapat supaya tidak ada udara yang masuk. Bisa menggunakan wadah kaca atau plastik food grade.

8. Simpan dalam porsi kecil dan beri label

ilustrasi bumbu bawang putih (freepik.com/jcomp)

Bagi bumbu ke dalam beberapa porsi kecil agar praktis saat digunakan. Dengan begitu, kamu tidak perlu membuka semua bumbu berulang kali. Cara ini juga membantu menjaga kebersihan bumbu karena tidak sering terpapar udara.

Menyimpan dalam porsi kecil membuat kualitas bumbu terjaga lebih lama daripada dalam satu wadah besar. Selain itu, beri label pada wadah bumbu. Tulis jenis bumbu dan tanggal pembuatannya.

Dengan menggunakan label, kamu bisa lebih mudah memantau masa simpan dan memastikan bumbu masih layak digunakan. Jika penyimpanannya di freezer, bumbu bisa tahan lebih lama.

Cara-cara di atas bisa sangat membantu aktivitas memasak agar jadi lebih hemat waktu. Kamu tidak perlu lagi repot setiap kali masak karena beberapa bahan sudah siap.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team