ilustrasi sushi crab stick (pexels.com/Yang Hao)
Di tengah aktivitas yang padat, banyak orang mencari bahan makanan yang mudah diolah tanpa memerlukan banyak persiapan. Crab stick menjadi salah satu pilihan karena sudah matang dan dapat langsung digunakan dalam berbagai menu. Produk ini sering ditemukan dalam sushi, salad, sup, hingga camilan rumahan yang sederhana.
Selain mudah diolah, crab stick juga memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan kepiting segar yang biasanya lebih mahal di pasaran. Faktor inilah yang membuat produk ini semakin populer dan banyak dipilih oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar yang mencari menu praktis hingga keluarga yang ingin hidangan cepat saji. Meski bukan berasal dari daging kepiting asli, crab stick tetap menawarkan rasa yang enak, praktis, dan cocok untuk berbagai jenis olahan makanan.
Crab stick memang sering dikira terbuat dari daging kepiting, padahal bahan utamanya umumnya berasal dari surimi atau pasta ikan yang telah diolah. Meski begitu, beberapa produk dapat mengandung sedikit ekstrak atau daging kepiting untuk memperkuat cita rasanya, sehingga penting untuk selalu membaca informasi pada kemasan. Jadi, sekarang sudah tahu kan fakta sebenarnya di balik crab stick yang sering menemani berbagai hidangan favorit?
Referensi:
“Analysis Critical Control Point (CCP) in Frozen Surimi Production in PT. Bintang Karya Laut, Kabupaten Rembang, Propinsi Jawa Tengah.” Journal of Marine and Coastal Science. Diakses Juni 2026. https://e-journal.unair.ac.id/JMCS/article/view/21159
“Karakteristik Surimi dari Campuran Daging Manyung dan Cucut.” Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada. Diakses Juni 2026. https://journal.ugm.ac.id/jfs/article/view/8934
“Analisis dan Mutu Mikrobiologi Pada Bahan Baku Pembuatan Surimi dari Daging Ikan Layang (Decapterus sp) dan Daging Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis) Selama Penyimpanan.” Jurnal Sains Sosial dan Humaniora (JSSH). Diakses Juni 2026. https://jurnal.ummu.ac.id/index.php/jssh/article/view/1757