Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Menyimpan Bumbu Racik Biar Gak Jamuran, Bikin Hemat!

5 Cara Menyimpan Bumbu Racik Biar Gak Jamuran, Bikin Hemat!
ilustrasi cara menyimpan bumbu racik biar gak gampang jamuran (pexels.com/Polina Tankilevitch)
Share Article

Lagi semangat-semangatnya mau masak buat hemat, tapi pas buka lemari dapur malah menemukan bumbu racik kemasan yang sudah menggumpal dan berjamur. Rasanya nyesek, padahal niat awal mau irit biar gak jajan terus di luar. Memahami cara menyimpan bumbu racik biar gak jamuran itu krusial buat kamu yang hobi masak praktis di rumah.

Kalau masalah sepele ini dibiarkan terus, kantong kamu bisa makin jebol karena sering buang-buang bumbu yang rusak. Makanan yang terkontaminasi jamur juga berbahaya buat kesehatan pencernaan kamu dan keluarga, lho. Makanya, yuk simak tips simpel berikut supaya bumbu dapur kamu tetap awet dan selalu siap dipakai!


1. Pindahkan ke wadah kedap udara yang kering

ilustrasi memindahkan bumbu racik di wadah kedap udara
ilustrasi memindahkan bumbu racik di wadah kedap udara (pexels.com/Arina Krasnikova)

Membiarkan bumbu racik berada di dalam kemasan plastik yang sudah terbuka adalah kesalahan paling umum. Plastik kemasan asli biasanya sulit ditutup rapat kembali, sehingga udara lembap di luar bisa masuk dengan mudah. Nah, udara yang membawa kelembapan inilah yang menjadi pemicu utama munculnya jamur dan gumpalan pada bumbu bubuk. Kamu wajib memindahkan sisa bumbu ke dalam toples kaca atau wadah plastik kedap udara (airtight).

Pastikan wadah yang kamu gunakan benar-benar dalam keadaan bersih dan kering total sebelum diisi bumbu racik. Kalau wadahnya masih ada sisa tetesan air, bumbu bubuk bakal langsung menyerap air tersebut dan memicu proses pembusukan. Kamu bisa memanfaatkan toples-toples kecil bekas selai atau bumbu instan lainnya yang sudah dicuci bersih. Oh iya, biar gak tertukar dengan bumbu lain, jangan lupa tempelkan label nama dan tanggal kadaluwarsanya.


2. Gunakan sendok yang benar-benar kering saat mengambil bumbu

ilustrasi pastikan sendok benar-benar kering saat mengambil bumbu di toples
ilustrasi pastikan sendok benar-benar kering saat mengambil bumbu di toples (pexels.com/www.kaboompics.com)

Kebiasaan menyendok bumbu pakai sendok yang habis dipakai mengaduk kuah atau air adalah musuh utama bumbu racik. Tetesan air sekecil apa pun yang terbawa oleh sendok akan merusak tekstur bumbu bubuk di dalam wadah. Molekul air bakal mengikat partikel bumbu secara parsial dan menciptakan area lembap lokal yang disukai oleh spora jamur. Selalu gunakan sendok yang steril dan benar-benar kering setiap kali kamu mau mengambil bumbu.

Gak ada salahnya kamu menyiapkan satu sendok khusus yang ditaruh di dalam toples bumbu tersebut. Cara ini jauh lebih praktis dan mencegah kamu kepepet pakai sendok basah saat sedang terburu-buru masak. Kalau perlu, hindari juga menuang bumbu langsung dari kemasannya di atas wajan yang sedang berasap. Uap panas dari masakan bisa naik dan masuk ke dalam wadah, bikin bumbu di dalamnya jadi basah dan menggumpal.


3. Simpan di dalam kulkas untuk memperpanjang usia simpan

ilustrasi menyimpan bumbu dalam kulkas
ilustrasi menyimpan bumbu dalam kulkas (pexels.com/Kevin Malik)

Kulkas bukan cuma tempat buat menyimpan buah dan sayur, tapi juga ampuh menjaga kualitas bumbu racik instan, lho. Suhu dingin di dalam kulkas secara efektif memperlambat aktivitas mikroorganisme dan laju oksidasi bahan makanan. Konsep higroskopis pada bumbu bubuk membuat mereka sangat cepat menyerap kelembapan udara luar, sehingga suhu stabil kulkas sangat membantu menjaga kualitasnya. Menaruhnya di area chiller adalah pilihan tepat kalau kamu jarang masak.

Pastikan wadah bumbu tertutup sangat rapat sebelum dimasukkan ke dalam kulkas agar gak menyerap bau makanan lain. Bumbu racik basah maupun bubuk yang disimpan di kulkas bisa bertahan jauh lebih lama dibanding disimpan di suhu ruang. Jadi, kamu gak perlu khawatir bumbu bakal mubazir meski cuma dipakai sekali dalam seminggu. Tapi ingat, kalau mengeluarkan toples dari kulkas, segera tutup dan masukkan kembali agar tak terjadi kondensasi udara panas, lho.


4. Jauhkan wadah penyimpanan dari area panas kompor

ilustrasi menyimpan bumbu racik jauh dari kompor
ilustrasi menyimpan bumbu racik jauh dari kompor (pexels.com/monicore)

Banyak orang suka menaruh rak bumbu tepat di samping atau di atas kompor dengan alasan praktis saat masak. Padahal, paparan panas radiasi dari kompor bisa menaikkan suhu di dalam wadah bumbu secara drastis, lho. Perubahan suhu yang ekstrem ini memicu terjadinya kondensasi, yaitu munculnya titik-titik air di dinding dalam toples. Titik air inilah yang membuat bumbu racik jadi basah, menggumpal, dan akhirnya ditumbuhi jamur.

Pindahkan rak bumbu kamu ke area pantry atau lemari dapur yang sejuk, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Tempat penyimpanan yang idealnya memiliki sirkulasi udara yang baik dan jauh dari sumber panas seperti oven atau microwave. Memang harus jalan beberapa langkah saat masak, tapi cara ini dijamin bikin bahan makanan kamu jauh lebih awet, lho.


5. Manfaatkan silica gel khusus makanan untuk menyerap lembap

ilustrasi silica gel
ilustrasi silica gel (pixabay.com/multifacetedgirl!)

Kalau kamu punya stok bumbu racik yang lumayan banyak, coba gunakan silica gel food grade di dalam wadah penyimpanan utama. Silica gel memiliki sifat desikan yang sangat kuat untuk menyerap kelembapan udara berlebih di sekitar wadah. Produk ini aman digunakan selama berlabel food grade dan gak bersentuhan langsung secara terbuka dengan bumbu. Kamu bisa menempelkan kantong silica gel di bagian dalam tutup toples menggunakan isolasi.

Trik simpel ini sangat membantu meredam kelembapan udara, terutama kalau kamu tinggal di daerah bersuhu tropis yang tinggi, lho. Bumbu racik bakal tetap bertekstur renyah, berbentuk bubuk halus, dan bebas dari ancaman jamur nakal. Pastikan kamu gak menggunting atau merusak kantong silica gel tersebut saat menaruhnya. 

Menerapkan cara menyimpan bumbu racik biar gak jamuran yang tepat bakal bikin aktivitas masak kamu di rumah jadi jauh lebih praktis, hemat, dan menyenangkan. Kamu gak perlu lagi emosi atau merasa bersalah karena sering membuang-buang bumbu dapur yang rusak, deh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More