ilustrasi sashimi (commons.wikimedia.org/pelican)
Gohu ikan sering dijuluki sebagai "sashimi Indonesia" karena sama-sama menggunakan ikan segar yang tidak melalui proses memasak seperti digoreng atau direbus. Meski begitu, julukan tersebut hanya digunakan sebagai perbandingan cara penyajian, bukan karena keduanya memiliki hubungan sejarah. Gohu ikan merupakan kuliner yang tumbuh dari tradisi masyarakat Ternate, sedangkan sashimi berasal dari budaya kuliner Jepang.
Perbedaan keduanya juga terlihat dari penggunaan bumbu. Sashimi umumnya disajikan dengan kecap asin, wasabi, atau acar jahe sehingga rasa asli ikan lebih dominan. Sebaliknya, gohu ikan menggunakan campuran cabai, bawang merah, jeruk, serta siraman minyak panas yang menghasilkan cita rasa lebih kuat dan kaya rempah. Karena itulah, meski sama-sama berbahan dasar ikan segar, gohu ikan memiliki karakter rasa yang sangat berbeda dari sashimi.
Hingga sekarang, kuliner khas Ternate ini masih menjadi salah satu makanan yang banyak diburu wisatawan saat berkunjung ke Maluku Utara. Gohu ikan juga kerap disajikan di rumah makan seafood maupun acara adat tertentu sebagai salah satu hidangan khas yang mencerminkan kekayaan hasil laut daerah tersebut. Jika suatu saat berkesempatan mengunjungi Ternate, jangan lewatkan kesempatan mencicipi gohu ikan langsung di daerah asalnya untuk merasakan cita rasa autentik yang sulit ditemukan di tempat lain.