Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Resep Bingka Ubi Kayu Manis, Legit dan Harum untuk Teman Santai
ilustrasi bingka ubi kayu manis (vecteezy.com/Jennifer Miranda Lobijin)

Kalau kamu sedang mencari camilan yang lembut, legit, dan punya aroma rempah yang khas, bingka ubi kayu manis bisa jadi pilihan menarik. Perpaduan ubi yang manis dengan kayu manis membuat kue tradisional ini terasa hangat dan cocok dinikmati kapan saja. Teksturnya yang lembut juga membuat bingka ubi cukup berbeda dari olahan ubi lainnya.

Bingka ubi kayu manis bisa dibuat dengan bahan-bahan yang cukup sederhana dan mudah ditemukan di dapur. Ubi yang sudah dikukus akan dihaluskan lalu dicampurkan dengan santan, telur, gula, dan kayu manis hingga menjadi adonan yang lembut. Setelah dipanggang, aroma kayu manis akan semakin terasa dan bagian permukaannya berubah menjadi sedikit kecokelatan. Yuk, siapkan bahan-bahannya dan ikuti resepnya sampai selesai supaya hasilnya bisa pas.

Bahan Bingka Ubi Kayu Manis

ilustrasi singkong (pexels.com/Daniel Dan)
  1. 500 gram ubi kayu atau singkong, kupas

  2. 150 ml santan kental

  3. 2 butir telur

  4. 100 gram gula pasir

  5. 50 gram margarin, dilelehkan

  6. ½ sendok teh garam

  7. ½ sendok teh bubuk kayu manis

  8. ½ sendok teh vanili

  9. 2 sendok makan tepung terigu

  10. 1 lembar daun pandan

  11. Margarin secukupnya untuk mengoles loyang

  12. Bubuk kayu manis secukupnya untuk taburan

Cara Membuat Bingka Ubi Kayu Manis

ilustrasi membuat adonan (pexels.com/Rachel Loughman)
  1. Ubi yang sudah dikupas dan dipotong-potong dikukus bersama daun pandan hingga teksturnya benar-benar lunak. Setelah matang, ubi diangkat dan didiamkan sebentar hingga uap panasnya berkurang.

  2. Ubi yang sudah hangat dihaluskan menggunakan ulekan, garpu, atau alat penghancur makanan hingga tidak ada bagian yang terlalu besar. Hasil yang halus akan membuat tekstur bingka terasa lebih lembut setelah dipanggang.

  3. Telur, gula pasir, santan, garam, vanili, dan bubuk kayu manis dikocok hingga gula larut dan semua bahan tercampur rata. Margarin leleh kemudian dituangkan dan kembali diaduk hingga tercampur dengan baik.

  4. Ubi yang telah dihaluskan dimasukkan ke dalam campuran santan dan telur, lalu tepung terigu ditambahkan sedikit demi sedikit. Adonan diaduk hingga teksturnya menjadi lembut, merata, dan tidak menggumpal.

  5. Loyang terlebih dahulu diolesi margarin agar bingka tidak mudah menempel saat dikeluarkan. Adonan kemudian dituangkan dan permukaannya diratakan menggunakan spatula sebelum diberi sedikit taburan bubuk kayu manis.

  6. Loyang dimasukkan ke dalam oven yang sudah dipanaskan pada suhu 180 derajat Celsius. Bingka dipanggang selama sekitar 45–55 menit atau hingga bagian permukaannya terlihat kecokelatan dan bagian tengahnya sudah set.

  7. Bingka yang sudah matang dikeluarkan dari oven dan dibiarkan hingga suhunya turun agar teksturnya lebih kokoh. Setelah cukup dingin, bingka dipotong sesuai selera dan disajikan sebagai camilan.

Tips Membuat Bingka Ubi Kayu Manis

ilustrasi oven (pixabay.com/IdaT)
  1. Pilih ubi yang tidak terlalu tua agar tekstur bingka lebih lembut dan tidak berserat. Ubi yang terlalu tua biasanya memiliki serat yang lebih banyak sehingga hasil akhirnya kurang halus.

  2. Jangan terlalu banyak menambahkan tepung karena tekstur bingka bisa menjadi lebih padat. Takaran dua sendok makan sudah cukup untuk membantu adonan menyatu tanpa menghilangkan karakter lembut dari ubi.

  3. Gunakan santan dengan kekentalan sedang hingga kental agar rasa bingka lebih gurih dan teksturnya tetap lembut. Santan juga sebaiknya digunakan dalam kondisi segar supaya aromanya tidak mengganggu rasa kue.

  4. Biarkan bingka dingin sebelum dipotong supaya potongannya lebih rapi. Jika dipotong ketika masih terlalu panas, tekstur bingka yang lembut bisa membuat bentuknya mudah hancur.

Aroma kayu manis yang keluar dari bingka saat masih hangat dijamin bikin dapur terasa lebih nyaman. Setelah dipotong, kamu bisa menikmatinya begitu saja atau menemaninya dengan secangkir teh hangat untuk camilan sore yang sederhana.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article