ilustrasi creamy garlic shrimp pasta (commons.wikimedia.org/Luca Nebuloni)
Kalau memakai penne, saus akan banyak meresap ke bagian tengah pasta. Sementara itu, spaghetti lebih cocok kalau kamu tipikal orang yang suka pasta yang terlapisi saus secara merata.
Udang sebaiknya gak perlu dibumbui macam-macam. Cukup bumbui garam dan lada secukupnya.
Karena menggunakan salted butter, jangan buru-buru menambahkan banyak garam. Begitu saus bolognese, cooking cream, dan bumbu lainnya, baru cicipi dan tentukan apakah masih perlu tambahan garam atau tivak.
Cooking cream bisa diganti susu cair kalau bahan yang tersedia di rumah terbatas. Hasil akhirnya memang lebih encer, tetapi masih enak untuk pasta selama jumlah cairannya gak berlebihan.
Air rebusan pasta jangan langsung dibuang. Ambil sedikit sebelum pasta ditiriskan karena cairan ini masih bisa dipakai saat saus terasa terlalu pekat.
Bagian bumbu paling enak memang disesuaikan sambil dicicipi. Pasta sauce instan yang dipakai bisa punya rasa asin atau manis yang berbeda, jadi takaran all purpose seasoning, gula, bubuk bawang bombai, dan lada gak harus selalu sama.
Udang cukup dimasak sampai matang dan berubah warna. Kalau terlalu lama kena panas, teksturnya bisa jadi keras, apalagi setelah kembali dimasukkan ke dalam saus.
Pasta ini paling enak langsung dimakan setelah selesai dimasak. Saat sudah agak dingin, sausnya akan mengental dan teksturnya gak lagi sesegar ketika baru diangkat dari wajan.
Creamy garlic shrimp pasta ini bisa dibuat dengan jenis pasta yang tersedia di rumah, mulai dari penne sampai spaghetti. Saus bolognese yang dicampur cooking cream membuat rasanya lebih creamy, sementara udang memberikan tambahan rasa yang gurih. Kalau biasanya bikin pasta dengan saus bolognese biasa, tertarik mencoba resep pasta aala Jennifer Coppen yang satu ini?