- 12 buah cabai hijau besar
- 3 batang daun ketumbar
- 3 batang daun bawang
- 10 siung bawang merah
- 7 siung bawang putih
- 1 sendok teh kaldu jamu
- sejumput garam
- minyak goreng secukupnya
Resep Green Chili Oil Rumahan yang Tahan Lama untuk Stok

Kalau biasanya chili oil identik dengan warna merah menyala, green chili oil menawarkan tampilan yang lebih segar, tapi sensasi pedasnya tidak kalah menggoda. Warna hijaunya berasal dari cabai hijau yang diolah bersama minyak dan aneka bahan aromatik, yang bikin rasanya jadi khas dan berbeda dari chili oil biasa.
Maka dari itu, bagi kamu yang ingin mencoba sesuatu yang baru, resep green chili oil ini bisa jadi pilihan sederhana untuk memperkaya rasa berbagai hidangan. Green chili oil gak cuma cocok disiramkan di atas mi atau pangsit, tapi juga enak buat pelengkap nasi, tumisan, hingga berbagai camilan gurih. Yuk, praktikkan!
Bahan Green Chili Oil Rumahan

ilustrasi cabai hijau (pexels.com/@n-voitkevich) Cara Membuat

ilustrasi memasak sambal ijo (pexels.com/dacapture) - Cincang halus cabai hijau besar, daun ketumbar, dan daun bawang, lalu masukkan seluruhnya ke dalam mangkuk tahan panas.
- Iris tipis bawang merah dan bawang putih, lalu sisihkan. Dalam sebuah wajan, panaskan minyak, lalu goreng kedua bawang tersebut hingga matang, renyah, dan berwarna cokelat keemasan.
- Masukkan kaldu jamur dan garam ke dalam mangkuk berisi cincangan cabai dan dedaunan tadi.
- Tuangkan minyak yang masih panas tadi secukupnya ke dalam mangkuk untuk melayukan bahan-bahan tersebut.
- Masukkan bawang goreng renyah ke dalam mangkuk, lalu aduk rata hingga semua bahan tercampur sempurna.
- Green chilli oil siap disajikan.
Tips Membuat Green Chili Oil

ilustrasi resep green chili oil (pexels.com/cphbythea) Bikin green chili oil sendiri di rumah ternyata gak susah, asal kamu paham triknya biar hasilnya tetap segar dan warnanya cantik. Kunci utamanya ada pada pemilihan cabai, di mana kamu bisa pakai cabai hijau kering atau cabai hijau segar seperti keriting, rawit hijau, hingga jalapeño yang ditumbuk kasar. Karena cabai hijau kering agak susah dicari, cabai segar sering jadi pilihan utama walau aroma dan kesegarannya tetap menonjol.
Saat proses pembuatan, mengontrol suhu minyak jadi hal paling krusial yang gak boleh terlewat. Usahakan suhu minyak berada di kisaran 120–130 derajat Celsius saja agar cabainya tidak cepat gosong karena jika minyak terlalu panas, warna hijau cantiknya bakal langsung berubah jadi cokelat kusam.
Hal penting lain yang wajib diperhatikan adalah kandungan air pada cabai hijau segar. Air inilah yang bikin minyak jadi lebih rentan basi dan tengik kalau gak diolah sampai benar-benar pas. Untuk itu, kamu perlu memasaknya sebentar dengan api kecil sampai airnya menguap habis biar minyaknya bisa tahan lebih lama.
Proses memasak dengan api kecil ini harus ditunggu sampai minyak gak lagi berbusa. Hilangnya busa menandakan kalau kandungan air di dalam cabai sudah benar-benar habis. Tips ini bisa membantu green chili oil milikmu agar gak cepat rusak.
Terakhir, urusan penyimpanan juga berperan penting dalam menjaga kualitasnya. Simpan minyak di wadah kaca kedap udara, lalu masukkan ke kulkas agar awet hingga 1 bulan. Jangan lupa untuk selalu pakai sendok bersih dan kering tiap kali mengambilnya supaya minyak tetap higienis.
Soal rasa, green chili oil ini punya karakter unik yang beda banget dari versi merah. Rasanya cenderung lebih segar, ada sentuhan tangy khas cabai hijau, dan aromanya terasa sangat segar. Bagaimana, tertarik buat mencoba resepnya?























