Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Resep Kue Cucur Kopi, Legit dan Harum untuk Teman Ngopi
ilustrasi kue cucur kopi (commons.wikimedia.org/Cun Cun)
  • Kue cucur kopi memadukan aroma kopi dengan tekstur renyah di pinggir dan lembut di tengah, cocok sebagai camilan pendamping teh atau kopi.
  • Adonan dibuat dari tepung beras, tepung terigu, gula merah, gula pasir, kopi, pandan, dan garam; lalu didiamkan 30–60 menit sebelum digoreng.
  • Penggorengan memakai minyak cukup panas dan api sedang, dengan minyak disiram ke permukaan agar tengah mengembang serta pinggiran matang renyah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau kamu suka kue cucur dengan rasa manis yang khas, versi kopi ini bisa jadi variasi yang menarik untuk dicoba. Aroma kopi yang harum akan berpadu dengan tekstur kue cucur yang renyah di bagian pinggir dan lembut di tengah. Bahan-bahannya juga cukup sederhana sehingga cocok dibuat sebagai camilan di rumah.

Kue cucur kopi bisa disajikan untuk teman minum teh atau kopi pada sore hari. Rasa kopinya dapat dibuat tidak terlalu kuat sehingga tetap terasa manis dan gurih dari adonan kue. Proses pembuatannya memang membutuhkan sedikit ketelatenan, terutama saat adonan digoreng agar bagian tengahnya bisa mengembang dengan baik. Berikut resep kue cucur kopi yang bisa kamu ikuti dengan mudah di rumah.

Bahan Kue Cucur Kopi

ilustrasi tepung beras (pixabay.com/hewq)
  1. 150 gram tepung beras

  2. 50 gram tepung terigu

  3. 100 gram gula merah, sisir halus

  4. 50 gram gula pasir

  5. 250 ml air

  6. 2 sendok makan kopi bubuk tanpa ampas

  7. 1 lembar daun pandan

  8. ¼ sendok teh garam

  9. 300 ml minyak goreng untuk menggoreng

Cara Membuat Kue Cucur Kopi

ilustrasi membuat adonan (pixabay.com/julian_ikon)
  1. Air, gula merah, gula pasir, daun pandan, dan garam direbus terlebih dahulu. Setelah gula larut, larutan tersebut disaring agar kotoran dari gula merah tidak ikut masuk ke dalam adonan.

  2. Kopi bubuk kemudian dilarutkan dengan sedikit air panas. Larutan kopi tersebut dicampurkan ke dalam air gula yang sudah hangat agar aroma kopinya dapat menyatu dengan baik.

  3. Tepung beras dan tepung terigu dimasukkan ke dalam wadah, lalu larutan gula dituangkan sedikit demi sedikit. Adonan diaduk menggunakan whisk hingga tercampur rata dan tidak terdapat gumpalan tepung.

  4. Adonan kemudian diaduk atau dipukul-pukul menggunakan whisk selama beberapa menit hingga teksturnya terasa lebih licin. Setelah itu, adonan didiamkan selama kurang lebih 30–60 menit agar teksturnya lebih siap untuk digoreng.

  5. Minyak goreng dipanaskan dalam wajan cekung dengan api sedang. Sebagian adonan dituangkan menggunakan sendok sayur ke bagian tengah minyak, lalu minyak panas disiramkan ke permukaan kue agar bagian tengahnya ikut matang.

  6. Kue cucur digoreng hingga bagian pinggirnya terlihat renyah dan bagian tengahnya mengembang. Setelah matang, kue diangkat dan ditiriskan tanpa perlu dibalik terlalu sering agar bentuknya tetap cantik.

  7. Kue cucur kopi yang sudah ditiriskan dibiarkan hingga minyak berlebihnya berkurang. Setelah cukup hangat, kue cucur dapat disajikan di atas piring dan dinikmati sebagai camilan.

Tips Membuat

ilustrasi minyak panas (pixabay.com/Hans)
  1. Gunakan kopi tanpa ampas. Kopi instan tanpa ampas akan membuat rasa dan aroma kopi lebih merata di dalam adonan.

  2. Jangan menggunakan api terlalu besar. Api sedang akan membantu bagian luar kue matang tanpa membuat permukaannya cepat gosong.

  3. Pastikan minyak cukup panas sebelum adonan dituangkan. Jika minyak kurang panas, kue cucur bisa menyerap terlalu banyak minyak dan sulit mengembang.

  4. Jangan terlalu sering menuangkan adonan ke wajan. Berikan jarak waktu agar suhu minyak tetap stabil dan setiap kue dapat matang dengan baik.

Secangkir kopi hangat dan sepiring kue cucur kopi bisa menjadi pasangan sederhana untuk menemani waktu santai di rumah. Kalau biasanya kopi hanya dinikmati sebagai minuman, kali ini aromanya bisa ikut hadir dalam camilan tradisional yang akrab di lidah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article