Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kegiatan yang Bisa Dilakukan agar Tidur Malammu Berkualitas
ilustrasi tidur malam (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tidur di malam hari setelah seharian beraktivitas sungguhlah nikmat. Dengan tidur, kamu bisa menenangkan dan menjernihkan pikiran.

Terlebih jika tidur malammu nyenyak atau berkualitas. Tidur malam yang berkualitas sendiri ditandai dengan kondisi tubuh yang jauh lebih segar dan bersemangat ketika bangun tidur.

Namun bila kamu bangun dalam keadaan lesu, pusing, dan terus-terusan mengantuk padahal sudah cukup tidur, bisa jadi itu pertanda bahwa tidurmu tidak berkualitas. Bagi kamu yang merasakan gejala tersebut, ada baiknya untuk melakukan lima kegiatan berikut, agar tidur malammu berkualitas.

1. Tidak mengakses media sosial

ilustrasi mengakses media sosial (pexels.com/Kampus Production)

Melalui media sosial, kamu bisa mendapatkan hiburan dan terhubung dengan kerabat yang jauh. Tetapi, mengakses media sosial sebelum tidur justru berdampak buruk bagi tubuh.

Dilansir Sleepstation, scroll media sosial bisa membuatmu sulit tidur. Cahaya biru yang dipancarkan ponsel bisa menekan hormon melatonin yang membuat otak mengira bahwa malam hari adalah siang. Akibatnya waktu tidur pun menjadi tertunda.

Jangan mengakses media sosial 30 menit sampai 2 jam sebelum tidur. Cobalah untuk melakukan aktivitas lain selain mengakses media sosial, seperti membaca buku, merapikan kamar, atau meditasi.

2. Membaca buku

ilustrasi membaca buku (pexels.com/Yoraslav Shuraev)

Melansir dari Dreams, membaca buku sebelum tidur dapat mengurangi stress dan meningkatkan kualitas tidur. Hal ini bisa terjadi karena saat kita membaca buku, pikiran kita seolah-olah berada di tempat lain. Kondisi ini menandakan bahwa masalah lain yang ada di pikiran kita sedang teralihkan untuk sementara waktu.

Selain itu, membaca juga membuat otot tubuh rileks dan pernapasan menjadi lebih stabil. Sehingga tidur pun menjadi lebih tenang.

3. Menggunakan aromaterapi

ilustrasi menggunakan aromaterapi (pexels.com/cottonbro)

Aromaterapi memiliki banyak manfaat seperti melemahkan virus, meningkatkan imun tubuh, dan menenangkan perasaan cemas. Selain itu, ternyata aromaterapi juga bisa membuat tidur lebih nyenyak.

Healthline mengungkapkan bahwa aromaterapi lavender bisa digunakan untuk menangani gangguan tidur. Aroma segar dari lavender diyakini mampu mengurangi stress pada manusia.

Teteskan 2-3 tetes aromaterapi lavender ke dalam diffuser agar baunya menyebar ke ruangan kamarmu. Jika tidak memiliki diffuser, cukup teteskan aromaterapi ke sarung bantal. Ini akan memungkinkan aroma bertahan selama jam tidur.

4. Mematikan lampu kamar

ilustrasi tidur malam (pexels.com/Artem Podrez)

Salah satu cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan kualitas tidur adalah dengan mematikan lampu dan membiarkan kamar dalam keadaan gelap. News Delivers menjelaskan bahwa mata dan tubuh merespon ruangan yang gelap sebagai tanda alami bagi tubuh untuk beristirahat.

Produksi hormon melatonin saat lampu padam dapat membantu tidur lebih nyenyak dan bangun dalam keadaan bugar.

5. Menggunakan baju tidur yang nyaman

ilustrasi tidur menggunakan piyama (pexels.com/Miriam Alonso)

Tahukan kamu bahwa pakaian yang kita pakai bisa mempengaruhi kualitas tidur? Melansir dari Landsend, memakai piyama yang nyaman bisa memberi tahu tubuh bahwa ini adalah waktunya untuk bersantai dan beristirahat.

Jika kamu tinggal di lingkungan yang dingin, memakai piyama katun dengan kaos kaki bisa jadi pilihan yang tepat. Tapi jika tinggal di lingkungan yang cukup panas, kamu bisa mencoba menggunakan piyama berbahan rayon.

Kualitas tidur di malam hari sangat mempengaruhi kesehatan dan mood seseorang di hari berikutnya. Oleh karena itu, coba lakukan lima kegiatan diatas agar ketika bangun, tubuhmu jadi lebih semangat dan bugar!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team