Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi burger dan kentang goreng
ilustrasi burger dan kentang goreng (pexels.com/Robin Stickel)

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) merupakan kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Penyakit ini sering kali kambuh pada malam hari karena salah satunya dipicu oleh makanan yang menyebabkan mual, muntah, hingga nyeri ulu hati.

Tentunya, GERD yang kambuh secara mendadak pada malam hari akan membuat tidur tidak nyenyak sehingga kualitas istirahat menurun. Lalu, apa saja makanan yang baiknya dihindari agar tidak memicu GERD di malam hari? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini.

1. Cokelat

ilustrasi cokelat batangan (unsplash.com/mab_studio)

Cokelat merupakan camilan favorit semua orang. Namun, konsumsi cokelat di malam hari tidak disarankan bagi penderita GERD. Kandungan kafein, theobromine, dan lemak yang tinggi dalam cokelat dapat melemaskan otot sfingter esofagus bawah atau katup lambung.

Kondisi tersebut menyebabkan katup tidak menutup rapat, sehingga asam lambung akan naik kembali ke kerongkongan (refluks). Efeknya terhadap penderita GERD adalah meningkatnya rasa terbakar di dada dan kerongkongan.

2. Makanan berlemak

ilustrasi burger (pixabay.com/Pexels)

Sama halnya dengan cokelat, makanan berlemak juga memicu pelepasan hormon kolesistokinin yang membuat otot sfingter esofagus bawah rileks atau mengendur. Saat otot ini lemah dan tidak bisa menutup dengan sempurna, asam lambung akan naik ke kerongkongan.

Selain itu, kandungan lemak yang tinggi membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh daripada jenis makanan lain, sehingga akan tertahan lebih lama di lambung. Karena itu, kondisi ini meningkatkan tekanan di dalam lambung dan mendorong asam naik.

3. Makanan pedas

ilustrasi ayam goreng ala Korea (pixabay.com/ewhity)

Makanan pedas akan memperburuk refluks asam lambung dengan dua cara. Pertama, kapsaisin yang merupakan senyawa aktif dalam cabai akan memperlambat pencernaan. Namun, sebelum mencapai tahap itu, kapsaisin dapat mengiritasi kerongkongan dan lambung.

Tak hanya itu, makanan pedas sering kali juga tinggi lemak, yang membuat perut lebih lama kosong sehingga meningkatkan tekanan di lambung. Efek makanan pedas terhadap penderita GERD adalah rasa nyeri yang tajam dan terbakar di bawah tulang rusuk.

4. Makanan asam

ilustrasi jeruk (pexels.com/Alexandr Podvalny)

Makanan asam baiknya diwaspadai oleh penderita GERD karena dapat meningkatkan produksi asam lambung sekaligus mengiritasi lapisan esofagus (kerongkongan) yang sudah sensitif. Asam dari makanan yang perlu dihindari, seperti buah sitrus (jeruk, lemon) dan tomat.

Jangan sampai menyantap jeruk saat perut dalam keadaan kosong. Makanan asam dapat meningkatkan produksi asam secara drastis sehingga akan memicu mual, muntah, rasa tidak nyaman di dada, hingga memperparah gejala GERD, lho.

5. Bawang putih

ilustrasi bawang putih (pixabay.com/pameladebutler)

Bawang putih, terutama yang mentah, dapat menyebabkan rasa panas di dada dan sakit perut pada orang yang sehat. Jadi, bisa dibayangkan bagaimana efeknya pada penderita GERD 'kan? Karena itu, konsumsi bawang putih bagi penderita GERD perlu dibatasi.

Bahkan baiknya menghindari bawang putih, terutama yang mentah, guna mencegah gejala GERD semakin memburuk. Kondisi tersebut disebabkan oleh kandungan sulfur dan sifat asam yang dapat merangsang produksi asam lambung yang berlebih.

Jika kamu penderita GERD, mulai sekarang baiknya batasi konsumsi makanan yang dapat memicu GERD di malam hari ataupun sekitar 3-4 jam sebelum tidur. Alternatif lainnya adalah makan dalam porsi kecil dan lebih sering untuk menghindari perut terlalu penuh. Catat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team