Terasa mulas yang berlangsung terus menerus
Sensasi terbakar di dada merupakan ciri utama yang membedakan maag dan GERD
Selain sensasi terbakar, juga terasa nyeri di dada terutama saat berbaring
Sakit pada dada terkadang disertai dengan asma atau kesulitan bernapas
Di mulut terasa asam dan pahit
Mengalami kesulitan saat menelan
Batuk kronis disertai sakit tenggorokan dan suara serak
Muntah makanan atau cairan asam
GERD dan Maag Apakah Sama? Ini Jawabannya!

- GERD dan maag adalah dua jenis sakit pencernaan yang berbeda
- Gejala GERD meliputi mulas, sensasi terbakar di dada, kesulitan menelan, sementara gejala maag meliputi nyeri perut, mual, dan kembung
- Penyebab GERD termasuk obesitas dan gaya hidup tidak sehat, sementara penyebab maag termasuk infeksi bakteri Helicobacter pylori dan stres kronis
Gastroesophageal reflux disease (GERD) dan maag merupakan dua jenis sakit pencernaan yang sering dialami oleh banyak orang. Penyebabnya bermacam-macam termasuk stres hingga gaya hidup yang tidak sehat. Akibatnya, perut terasa sakit bahkan sakitnya bisa merambah ke bagian kerongkongan.
Namun pertanyaannya, GERD dan maag apakah sama? Untuk menjawab pertanyaan ini, harus terlebih dulu tahu definisi GERD dan maag. Dengan begitu bisa diketahui bagaimana gejala hingga cara mencegah hingga kapan harus pergi ke dokter. Berikut ini perbedaan GERD dan maag beserta informasi gejala dan penyebabnya.
1. Definisi GERD dan maag

Dikutip dari National Library of Medicine, GERD adalah kondisi asam lambung yang alirannya berbalik ke kerongkongan bahkan ke rongga mulut, laring atau paru-paru. Akibatnya terjadi peradangan pada bagian kerongkongan (esofagus) dan peradangan pada permukaan mukosa (lapisan selaput lendir yang melindungi tubuh). Sejalan dengan definisi tersebut, Mayo Clinic menyebutkan ERD adalah ketika asam lambung mengalir ke kerongkongan sehingga menyebabkan rasa terbakar di dada.
Sedangkan maag atau bahasa ilmiahnya adalah gastritis, berdasarkan National Library of Medicine, adalah kondisi medis yang ditandai peradangan di lapisan lambung. Sama dengan sumber sebelumnya, Mayo Clinic mendefinisikan maag sebagai peradangan pada lapisan lambung. Sakit maag ini dapat muncul secara tiba-tiba, tapi ada juga yang muncul pelan-pelan dari waktu ke waktu.
2. Gejala yang dialami penderita

Berbeda definisi maka berbeda juga gejala yang dirasakan oleh penderita. Walaupun tak sedikit yang menganggap gejala gerd sama dengan maag. Agar tidak bingung, berikut ini gejala yang dirasakan saat terkena GERD:
Berbeda dengan GERD, berikut ini adalah gejala yang dirasakan saat terkena maag. Sama-sama terjadi ketidaknyamanan di bagian pencernaan, tapi beda lokasi. Untuk lebih lengkapnya, ini gejala maag:
Terdapat rasa nyeri di bagian atas perut, tapi pada taraf ringan
Selain dada, perut juga terasa sakit dan tidak kunjung hilang
Rasa mual bahkan muntah
Perut terasa penuh dan kembung sehingga merasa kenyang walaupun makan sedikit
Tidak memiliki nafsu makan
Jika maag sudah parah terdapat pendarahan di bagian lambung
3. Penyebab GERD dan maag

Perbedaan-perbedaan tersebut, dikarenakan penyebab GERD dan maag berbeda. Oleh karena itu gejala yang dirasakan penderita juga berbeda. Untuk itu, mari simak penyebab GERD dan maag berikut ini
Penyebab GERD
Obesitas
Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, minum kopi terus menerus, minum alkohol
Makan makanan yang berlemak, asam dan pedas
Setelah makan langsung berbaring
Hamil
Hernia hiatus
Lemahnya otot LES atau sfingter esofagus sehingga terjadi aliran balik ke kerongkongan dari lambung
Terjadi gastroparesis atau pelemahan otot lambung
Penyebab maag
Terinfeksi bakteri Helicobacter pylori
Menggunakan obat pereda nyeri seperti aspirin atau ibuprofen dalam waktu lama
Mengonsumsi alkohol berlebihan
Stres kronis
Memiliki kondisi autoimun yang menyerang lambung
Sedang menjalani perawatan agresif seperti radiasi untuk kanker
4. Cara mengatasi

Secara umum, untuk mencegah GERD dan maag bisa melakukan beberapa hal. Diantaranya adalah menghindari makanan pemicu, berat badan ideal, gaya hidup sehat serta makan dalam porsi kecil namun sering. Namun, untuk lebih jelas, berikut ini beda cara mengatasi GERD dan maag.
GERD
Hindari langsung tidur atau berbaring minimal 3 jam setelah makan
Posisi tidur dengan punggung lebih tinggi agar GERD tidak kambuh di malam hari
Usahakan makan 4 jam sebelum tidur
Maag
Kurangi mengonsumsi obat pereda nyeri dalam jangka panjang
Untuk menenangkan lapisan lambung bisa mengonsumsi obat antasida
Jika penyebabnya bakteri Helicobacter pylori maka perlu antibiotik
Mengubah pola makan sehat bebas alkohol, kafein, makanan berlemak dan pedas
5. Kapan harus ke dokter

Jika sudah merasakan gejala GERD dan maag, itu adalah tanda bahwa kamu harus segera mengubah diri. Terutama untuk pola hidup dan pola makan harus segera diubah menjadi lebih sehat. Jika tidak berubah, gejala yang awalnya ringan bisa berubah menjadi gejala yang lebih berat.
Walaupun sudah mengetahui cara pencegahannya, tetap waspada dengan rasa tidak nyaman pada perut. Jika gejala GERD dan maag terus berulang bahkan semakin parah, itu adalah tanda untuk segera menemui dokter. Dengan pemeriksaan lebih profesional, akan diketahui bagaimana pengobatan yang tepat.
GERD dan maag apakah sama? Jawabannya adalah tidak. Keduanya berbeda penyebab bahkan gejala yang dirasakan. Untuk itu, harus lebih perhatian dengan rasa tidak nyaman yang terjadi pada tubuh terutama di bagian pencernaan.
Referensi
“Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)”. NCBI. Diakses Januari 2026.
“Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)”. Mayo Clinic. Diakses Januari 2026.
“Gastritis”. NCBI. Diakses Januari 2026.
“Gastritis”. Mayo Clinic. Diakses Januari 2026.
“GERD vs Gastritis: Symptoms, Cause, and Key Difference | Dr. Nitin Jha”. Drnitinjha. Diakses Januari 2026.
“GERD vs Gastritis: How to Know What’s Causing Your Stomach Issues”. German Medical Center. Diakses Januari 2026.


















